Polemik Kasus Emas Di Bandara Singkawang Jadi Sorotan: Transparansi Penanganan, Pembuktian Legalitas Polres Singkawang Di Pertanyakan Serta Pengawasan Pemkot Singkawang Kemana ???

- Redaksi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Singkawang, Kalbar
Sebelum geger emas 8 kg, Bandara Singkawang ternyata sudah lebih dulu “kecolongan” temuan emas batangan 4 kg pada 6 Juni 2026.

Kronologinya singkat tapi janggal. Seorang pria berinisial PIS hendak terbang membawa emas batangan seberat ±4 kg. Saat pemeriksaan X-ray, petugas Aviation Security (Avsec) curiga dan meminta dokumen kepemilikan maupun asal-usul emas. PIS tidak bisa menunjukkan. Penerbangan batal, dan yang bersangkutan memilih membawa emasnya pulang.

Kasus berhenti di situ. Tidak ada penyerahan ke polisi, tidak ada penyitaan.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaan yang Belum Terjawab

1. Kenapa bisa dibawa pulang?
Jika merujuk kasus 8 kg pada 27 Juni 2026, emas yang tidak jelas dokumennya langsung diserahkan Avsec ke Polres untuk verifikasi. Kenapa perlakuan terhadap 4 kg batangan ini berbeda? Apakah SOP Avsec berubah dalam 3 minggu?

2. Batangan vs Perhiasan
Polisi menyatakan emas 8 kg “legal” karena sudah jadi perhiasan dan dokumen lengkap. Kasus 4 kg ini justru batangan. Dalam regulasi, emas batangan lebih ketat aturannya dibanding perhiasan, terutama soal asal tambang dan pajak. Lolosnya 4 kg batangan ini tanpa proses hukum justru memicu tanda tanya.

3. Dari mana asal emas?
Ini pertanyaan publik yang paling liar. Medsos sudah kadung mengaitkan Bandara Singkawang dengan jalur emas PETI Kalbar. Meski itu baru tuduhan tanpa bukti hukum, tidak adanya penjelasan resmi soal nasib 4 kg batangan membuat spekulasi makin subur.

Semua Temuan Harus Di tracing

Muhammad Najib, perwakilan LPK RI Kalbar, menegaskan kasus 4 kg tidak boleh diabaikan meski tidak diproses. “Batangan 4 kg itu bukan jumlah kecil. Kalau tidak ada dokumen, harusnya ditelusuri. Minimal dicatat, dilaporkan ke instansi terkait. Jangan sampai bandara jadi pintu belakang komoditas ilegal.”

Deki Menziano menambahkan, “Publik berhak tahu: apakah PIS sudah dipanggil lagi? Apakah emasnya sudah diverifikasi instansi berwenang? Kalau diam, wajar masyarakat curiga.”

Kontras dengan Soetta
Di Bandara Soekarno-Hatta, 17,55 kg emas digagalkan penyelundupannya dalam 12 kasus sebulan terakhir. Nilainya Rp 45,7 M.

Modusnya disembunyikan di koper sampai mi instan. Pertanyaannya: apakah bandara daerah punya kemampuan deteksi dan ketegasan yang sama?.

Status Terkini: Menggantung
Hingga 4 Juli 2026, belum ada keterangan resmi dari Polres Singkawang, BKSDA, ESDM, maupun Bea Cukai soal tindak lanjut temuan 4 kg ini.

Emasnya dibawa pulang, kasusnya menguap, tapi kecurigaan publik tidak.

Kasus 8 kg mungkin sudah “legal” versi polisi. Tapi kasus 4 kg batangan ini adalah PR transparansi yang belum dijawab. Sebab sekali celah dibiarkan, publik akan bertanya: berapa banyak “4 kg” lain yang lolos sebelum dan sesudahnya?.

Catatan redaksi: Pihak PIS belum memberikan keterangan. Segala dugaan keterkaitan dengan PETI masih bersifat tuduhan yang belum terbukti secara hukum. Asas praduga tak bersalah berlaku.

 

Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Kalimantan Barat

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan
Revolusi Kalbar Jilid 3: Mahasiswa Turun Ke Jalan Tanda Kegagalan Pemerintahan Ria Norsan!
Polsek Na IX-X Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Narkoba
Advokat Bung Raja Ingatkan Pengusaha: Tidak Semua Putusan PKPU Dapat Langsung Dieksekusi
Titik Terendah 26 Tahun MK Berdiri: DR. Weldy, Jangan Gadai Konstitusi Demi Kepentingan Kelompok
Perjuangan Hukum Berbuah Hasil, Jatinder Singh Apresiasi Advokat Bung Raja, Anita Rajs Punjabi dan Tim
Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah
Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:49 WIB

UU Pengaturan Reforma Agraria Buka Jalan Pemulihan Hak Masyarakat dalam Konflik Pertanahan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Revolusi Kalbar Jilid 3: Mahasiswa Turun Ke Jalan Tanda Kegagalan Pemerintahan Ria Norsan!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Polsek Na IX-X Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Narkoba

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Advokat Bung Raja Ingatkan Pengusaha: Tidak Semua Putusan PKPU Dapat Langsung Dieksekusi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Titik Terendah 26 Tahun MK Berdiri: DR. Weldy, Jangan Gadai Konstitusi Demi Kepentingan Kelompok

Berita Terbaru