Sekum LSM PISIDA Syamsuardi Angkat Bicara Terkait Pemberitaan Media Online Kalimantanpost

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 04:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Melawi,Kalbar – Pemberitaan atas dugaan perdagangan kayu ilegal di Kabupaten Melawi oleh salah satu media online yang tidak terkenal tersebut memberitakan tanpa konfirmasi ke pemilik soumel kayu, sifatnya hanya menduga tanpa bisa di pertanggung jawabkan.

Dokumentasi yang di peroleh dokumentasinya juga tidak falid hanya menduga-duga pemilik mobil pick up tersebut milik (S), padahal mobil pick up tersebut belum tentu milik yang bersangkutan karena kurangnya pengetahuan wartawan online Kalimantanpost untuk membuat berita dan gambar tersebut menggunakan foto lama yang tidak bisa di pertanggung jawabkan di mata hukum.

Berdasarkan data dan dokumentasi yang mereka dihimpun, pada 15 Januari 2026, jelas membuktikan bahwa oknum wartawan tersebut tidak proporsional bahkan menggunakan foto lama yang tidak bisa di pertanggung jawabakan, seolah-olah pemilik mobil pick up yang membawa kayu tersebut milik (S) yang notabenenya belum tentu benar.dalam pemberitaan tersebut sangat tidak berimbang karena obyek yang di tuju tidak ada menjelaskan bahwa mobil dan soumel kayu di gambar dalam pemberitaan media online Kalimantanpost terkesan menjastis dan tidak berimbang serta melanggar kode etik jurnalis.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bantahan oleh salah seorang berinisial (L)yang turut menyanggah pemberitaan sebelumnya itu adalah hak jawab/bantahan terkait pemberitaan yang tidak berimbang atau membuat kegaduhan di kabupaten Melawi.

Di tempat terpisah Sekum LSM PISIDA (Syamsuardi) sangat menyayangkan pemberitaan yang tidak berimbang, karena bisa menciderai UU no 40 tahun 1999 tentang Pers,”ucapnya.

Di sisi lain hal tersebut bisa merusak nama media bersangkutan dengan mempublikasikan berita yang belum tentu kebenarannya.karena dari segi obyek tidak pernah mengakui mobil pick up dan soumel kayu tersebut miliknya, ini justru membuat publik bertanya apakah pemberitaan tersebut bisa di pertanggung jawabkan oleh oknum wartawan tersebut dan media Kalimantanpost di mata hukum,”tegas Syamsuardi.

Penulis : Bambang

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PPN RU II Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salur 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
Ketua SC Muskab KORMI Tegaskan Hasnah Putri Jaya Siregar Terpilih Sebagai Ketua
Kepala Desa Endang Tegaskan Pengelolaan Anggaran Berpedoman pada Musyawarah Desa, Mulai dari Pemeliharaan Lampu Jalan, Pelatihan Masyarakat hingga Program Pencegahan Narkoba
POLEMIK AREAL DAS DI KEBUN AEK NABARA UTARA, PIHAK AFDELING III BERIKAN PENJELASAN: FAKTA LAPANGAN DAN BATAS LAHAN HARUS JADI ACUAN!
KADES N-8 AEK NABARA DEDI SUNGKOWO BUKA SUARA SOAL ANGGARAN DESA 2025, TEGASKAN PENGELOLAAN HARUS BERDASARKAN ATURAN
Nasib Petani Sawit Silat Hilir Terancam, PT RAP Berhenti Beroperasi, Pemda dan Perusahaan Ditagih Kepastian!
Jelang Sertijab 154 Kades se-Kabupaten Bekasi, Ketua APPPIPP Soroti Transparansi Aset Desa Wajib Buka Data TKD dan BUMDes
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:52 WIB

PPN RU II Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salur 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Ketua SC Muskab KORMI Tegaskan Hasnah Putri Jaya Siregar Terpilih Sebagai Ketua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Kepala Desa Endang Tegaskan Pengelolaan Anggaran Berpedoman pada Musyawarah Desa, Mulai dari Pemeliharaan Lampu Jalan, Pelatihan Masyarakat hingga Program Pencegahan Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:18 WIB

POLEMIK AREAL DAS DI KEBUN AEK NABARA UTARA, PIHAK AFDELING III BERIKAN PENJELASAN: FAKTA LAPANGAN DAN BATAS LAHAN HARUS JADI ACUAN!

Berita Terbaru