Diduga Langgar UU, Oknum TNI Aktif Ketahuan Nyambi Jadi Security di Bekasi

- Redaksi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Bekasi – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) aktif secara hukum dilarang merangkap pekerjaan di sektor swasta. Larangan itu ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Dalam UU tersebut disebutkan prajurit wajib bersikap netral dan tidak boleh terlibat dalam kegiatan bisnis atau usaha lain yang berpotensi mengganggu tugas utama sebagai alat pertahanan negara.

Prajurit yang ingin bekerja di sektor sipil hanya diperbolehkan setelah pensiun atau melalui proses pengunduran diri resmi sesuai prosedur.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga berita ini diturunkan, praktik prajurit TNI aktif yang nyambi sebagai karyawan swasta diduga masih terjadi di Kabupaten Bekasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya ada dua perusahaan di kawasan industri yang mempekerjakan oknum tersebut. Salah satunya perusahaan berinisial PT. NS di Kawasan MM2100, dan satu lagi PT. TM di kawasan Deltasilicon.

Ketua umum DPP JMPN (Jurnalis Merah Putih Nusantara) Raja Simatupang menegaskan praktik ini jelas melanggar aturan.

“Banyak sekali yang seperti itu, TNI Aktif menjadi Security di Kabupaten Bekasi. Ini harus ada tindakan, karena tergolong pelanggaran. Gak nanggung-nanggung, aturan yang dilanggar adalah Undang-Undang,” ujar Raja saat dikonfirmasi, Jumat (28/8).

Raja meminta pemerintah dan institusi terkait memperketat pengawasan serta menindak tegas setiap pelanggaran. Ia juga mengajak masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi serupa.

“Sudah sangat wajar jika kejadian ini dilaporkan oleh masyarakat. Apalagi jika dibiarkan, tidak ada lagi double job ke mereka. Justru kesempatan kerja itu bisa dimanfaatkan untuk masyarakat umum dari lapisan bawah,” pungkasnya.

Larangan rangkap jabatan bagi prajurit TNI bertujuan menjaga netralitas, disiplin, dan dedikasi penuh dalam menjalankan tugas pertahanan dan keamanan negara.

Kebijakan ini juga untuk mencegah konflik kepentingan yang dapat mencoreng integritas institusi TNI.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak PT. NS dan PT. TM belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mempekerjakan prajurit TNI aktif.

Redaksi membuka ruang hak koreksi dan hak jawab bagi pihak terkait yang di sebut dalam pemberitaan ini.

Sumber: Ketua umum DPP JMPN (Jurnalis Merah Putih Nusantara) Raja Simatupang

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Advokat Bung Raja Ingatkan Pengusaha: Tidak Semua Putusan PKPU Dapat Langsung Dieksekusi
Titik Terendah 26 Tahun MK Berdiri: DR. Weldy, Jangan Gadai Konstitusi Demi Kepentingan Kelompok
Perjuangan Hukum Berbuah Hasil, Jatinder Singh Apresiasi Advokat Bung Raja, Anita Rajs Punjabi dan Tim
Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah
Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi
Dari Bangunan Kosong di Torgamba, Polisi Amankan Seorang Pria dan Tiga Klip Diduga Berisi Sabu
Ratusan Karyawan PTPN IV Regional 1 Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Penanganan Kasus Curas Dituntaskan
LBH Harimau Raya Soroti Tuduhan Rp11 Miliar Kas RW 011 Kapuk Muara: Jangan Jadikan Opini Sebagai Vonis
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Advokat Bung Raja Ingatkan Pengusaha: Tidak Semua Putusan PKPU Dapat Langsung Dieksekusi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Titik Terendah 26 Tahun MK Berdiri: DR. Weldy, Jangan Gadai Konstitusi Demi Kepentingan Kelompok

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Perjuangan Hukum Berbuah Hasil, Jatinder Singh Apresiasi Advokat Bung Raja, Anita Rajs Punjabi dan Tim

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah

Selasa, 29 September 2026 - 11:59 WIB

Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Hukum

Lapak Sabu Lingkungan Perdamaian Digerebek Polisi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:42 WIB