Camp Dan Care di Bekas Karhutla, Cara Pemuda Sejiram Suarakan Nasib Hutan

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 12:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎SEJIRAM | Gaperta.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Sejiram dan sekitarnya, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, meninggalkan jejak kerusakan dan kepedihan bagi masyarakat.
‎
‎Namun, kondisi tersebut justru menjadi pemantik bagi para pemuda setempat untuk bangkit dan menyuarakan kepedulian terhadap kelestarian hutan.
‎
‎Belasan pemuda Desa Sejiram menggelar kegiatan kemah satu malam bertajuk “Camp & Care: Rawat Hutan” di kawasan pascakebakaran.
‎
‎Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perkemahan, tetapi juga diisi dengan penanaman bibit pohon secara simbolis, diskusi tentang hutan dan lingkungan, serta membangun komitmen bersama untuk menjaga ekosistem alam.
‎
‎Salah satu penggerak kegiatan, Yohanes Fernando, mengatakan kebakaran yang terjadi di Sejiram menjadi peringatan keras bagi semua pihak agar lebih peduli terhadap keberlangsungan hutan dan seluruh ekosistem di dalamnya.
‎
‎“Karhutla yang terjadi di Kapuas Hulu, khususnya daerah Sejiram dan sekitarnya, merupakan tamparan keras dari alam. Hutan dan seisinya adalah harapan kami,” ujarnya.
‎
‎Menurut Yohanes, manusia sejatinya harus menyadari posisinya sebagai bagian dari alam dan tidak seharusnya merusak habitat yang menjadi tempat hidup berbagai makhluk.
‎
‎“Semua kita yang datang ke hutan hanyalah tamu dan mereka adalah tuan rumahnya. Selayaknya bertamu, tidak elok rasanya jika kita melukai seisi hutan dan meninggalkan sesuatu yang dapat merusak habitat asli hutan tersebut,” katanya.
‎
‎Melalui konsep perkemahan di lokasi bekas kebakaran, para pemuda sengaja diajak melihat dan merasakan langsung dampak yang ditimbulkan oleh karhutla.
‎
‎Yohanes mengatakan selama ini banyak anak muda hanya mengetahui dampak kebakaran hutan melalui layar telepon genggam maupun pemberitaan media.
‎
‎“Mereka tahu karhutla itu buruk, tetapi tidak benar-benar merasakan dampaknya. Karena itu, kami ingin membawa para pemuda langsung ke jantung area pascakebakaran agar pengalaman yang mereka dapatkan lebih membekas,” jelasnya.
‎
‎Selain penanaman bibit pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi dan berbagi pengalaman mengenai hutan dan ekosistem pada malam hari.
‎
‎“Ini adalah bentuk aksi nyata pemuda, mulai dari menanam bibit pohon, berdiskusi dan sharing tentang hutan serta seisinya, hingga membangun komitmen bersama untuk menjaga hutan,” ungkap Yohanes.
‎
‎Ia berharap kegiatan sederhana yang dilakukan secara swadaya tersebut mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk lebih bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
‎
‎“Dengan adanya simbolis penanaman pohon ini, saya berharap generasi mendatang mulai sadar dan bertanggung jawab terhadap hutan dan seisinya,” katanya.
‎
‎Dalam kegiatan tersebut, kelompok pecinta alam PEJAM atau Penjaga Alam Sejiram juga turut ambil bagian. Salah seorang anggotanya, Dominikus Ival, mengaku prihatin atas kerusakan hutan dan lingkungan akibat kebakaran.
‎
‎“Kami turut prihatin terhadap kondisi hutan dan lingkungan yang terkena dampak langsung dari karhutla ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kelangsungan ekosistem alam dan membangun kesadaran generasi muda ke depannya,” ujarnya.
‎
‎Dominikus mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan hutan menghadapi dampak kerusakan sendirian akibat tindakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
‎
‎“Jangan pernah biarkan hutan kita sendirian menanggung risiko akibat perbuatan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
‎
‎Kegiatan Camp & Care: Rawat Hutan merupakan aksi swadaya para pemuda Sejiram yang dilandasi keresahan terhadap kerusakan hutan dan lingkungan di wilayah mereka.
‎
‎Melalui kegiatan tersebut, para pemuda juga mengajak masyarakat luas, termasuk pengguna media sosial, untuk turut menyebarkan pesan kepedulian terhadap lingkungan agar dampak karhutla yang dirasakan masyarakat Sejiram tidak kembali terulang di daerah lain.
‎
‎“Kehadiran teman-teman di media sosial sangat berarti bagi kami untuk menyebarkan virus kebaikan ke seluruh negeri, agar apa yang kami rasakan hari ini tidak kembali terjadi di daerah lain di seluruh Indonesia,” pungkas Yohanes.

Reporter : Maurianus Ajan

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jembatan Gantung Sungai Ringin Rusak Parah, Keselamatan Anak Sekolah dan Petani Terancam: Pemerintah Diminta Jangan Menunggu Korban!
PPN RU II Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salur 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan
Jaga Keamanan Aset, Dirjen SPPR Imbau para Pemilik Tanah untuk Pasang Patok Tanda Batas
POLEMIK AREAL DAS DI KEBUN AEK NABARA UTARA, PIHAK AFDELING III BERIKAN PENJELASAN: FAKTA LAPANGAN DAN BATAS LAHAN HARUS JADI ACUAN!
KADES N-8 AEK NABARA DEDI SUNGKOWO BUKA SUARA SOAL ANGGARAN DESA 2025, TEGASKAN PENGELOLAAN HARUS BERDASARKAN ATURAN
Nasib Petani Sawit Silat Hilir Terancam, PT RAP Berhenti Beroperasi, Pemda dan Perusahaan Ditagih Kepastian!
Jelang Sertijab 154 Kades se-Kabupaten Bekasi, Ketua APPPIPP Soroti Transparansi Aset Desa Wajib Buka Data TKD dan BUMDes
ASISTEN AFDELING 3 KEBUN AEK NABARA UTARA UTAMAKAN KENYAMANAN KERJA, KARYAWAN APRESIASI KEPEMIMPINAN
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Jembatan Gantung Sungai Ringin Rusak Parah, Keselamatan Anak Sekolah dan Petani Terancam: Pemerintah Diminta Jangan Menunggu Korban!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:52 WIB

PPN RU II Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan Salur 1.090 Masker KN95 Untuk Warga Kalimantan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:18 WIB

POLEMIK AREAL DAS DI KEBUN AEK NABARA UTARA, PIHAK AFDELING III BERIKAN PENJELASAN: FAKTA LAPANGAN DAN BATAS LAHAN HARUS JADI ACUAN!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:26 WIB

KADES N-8 AEK NABARA DEDI SUNGKOWO BUKA SUARA SOAL ANGGARAN DESA 2025, TEGASKAN PENGELOLAAN HARUS BERDASARKAN ATURAN

Selasa, 13 Oktober 2026 - 02:17 WIB

Nasib Petani Sawit Silat Hilir Terancam, PT RAP Berhenti Beroperasi, Pemda dan Perusahaan Ditagih Kepastian!

Berita Terbaru