Publik Minta Aparat Bergerak, Dugaan Gudang Penampung Daging Beku di Pontianak Timur Perlu Diaudit Menyeluruh !!!

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PONTIANAK, KALIMANTAN BARAT –
Dugaan keberadaan gudang penyimpanan daging beku yang diduga belum memiliki kejelasan legalitas di kawasan Jalan M. Sabran Nomor 17, Kecamatan Pontianak Timur, kembali menjadi perhatian publik. Temuan tersebut mencuat setelah tim investigasi awak media melakukan penelusuran lapangan pada Selasa (14/7/2026).

Di tengah derasnya arus perdagangan pangan, muncul pertanyaan yang menggema di ruang publik: apakah seluruh produk yang beredar telah memenuhi ketentuan hukum, atau justru ada celah pengawasan yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu? Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika dugaan adanya gudang penampungan daging beku dengan jalur distribusi ke pasar tradisional mulai mencuat ke permukaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah narasumber di lapangan, gudang tersebut diduga menjadi lokasi penyimpanan berbagai jenis daging beku sebelum didistribusikan menggunakan kendaraan pikap menuju sejumlah pasar tradisional, agen, hingga pedagang eceran di wilayah Kota Pontianak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan bahwa produk tersebut dipasarkan dengan harga relatif lebih murah dibandingkan daging segar lokal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi persaingan usaha sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai asal-usul produk, jalur distribusi, serta kelengkapan dokumen yang menyertainya.

Saat melakukan dokumentasi di lokasi, tim investigasi melihat sejumlah kemasan daging beku dengan berbagai merek, termasuk produk bermerek Amroon dan beberapa produk frozen food lainnya yang tersimpan di dalam ruang pendingin.

Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai status legalitas produk tersebut, termasuk dokumen pemasukan, sertifikat karantina, izin edar, negara asal, maupun hasil pemeriksaan mutu dan keamanan pangan. Karena itu, seluruh informasi yang diperoleh masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Informasi yang berkembang di lapangan juga menyebutkan bahwa gudang tersebut diduga dikelola oleh seseorang berinisial HK. Meski demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Tim investigasi awak media telah berupaya menghubungi HK untuk memperoleh klarifikasi mengenai dugaan aktivitas penyimpanan maupun distribusi daging beku tersebut. Akan tetapi, hingga berita ini dipublikasikan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi.

Dalam perspektif kepentingan publik, persoalan ini bukan semata soal sebuah gudang, melainkan menyangkut jaminan keamanan pangan bagi masyarakat. Bila benar seluruh kegiatan telah memenuhi ketentuan hukum, maka pemeriksaan resmi akan memberikan kepastian dan menghilangkan berbagai spekulasi. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, maka penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Secara satiris dapat dikatakan, rantai dingin penyimpanan daging jangan sampai berubah menjadi “rantai dingin pengawasan” yang membekukan fungsi pengawasan pemerintah. Hukum tidak boleh ikut tersimpan di dalam freezer, sementara pertanyaan masyarakat terus mencair di luar gudang.

Apabila nantinya terbukti terdapat pelanggaran terhadap ketentuan pemasukan, penyimpanan, maupun distribusi produk hewan, penanganannya dapat mengacu pada:

– Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yang mengatur keamanan, mutu, dan kelayakan pangan.
– Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, terkait pemasukan media pembawa serta persyaratan karantina.
– Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, mengenai hak masyarakat memperoleh barang yang aman, benar, dan sesuai ketentuan.
– Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya mengenai hak jawab dan pemberitaan yang berimbang.
– Ketentuan lain yang berkaitan dengan perdagangan, impor, keamanan pangan, dan pelabelan produk.

Sejumlah masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama instansi teknis segera melakukan inspeksi, pemeriksaan dokumen, penelusuran asal-usul produk, audit rantai distribusi, serta pengambilan sampel laboratorium apabila diperlukan guna memastikan bahwa seluruh produk yang beredar memenuhi standar keamanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Harapan tersebut ditujukan kepada Kapolsek Pontianak Timur, Kapolresta Pontianak, Kapolda Kalimantan Barat, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, BPOM, serta Dinas Perdagangan sesuai kewenangan masing-masing.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil investigasi lapangan dan informasi dari sejumlah narasumber yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh instansi yang berwenang. Redaksi tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keseimbangan informasi, serta memberikan ruang hak jawab kepada HK maupun pihak-pihak lain yang disebutkan dalam pemberitaan ini. Apabila di kemudian hari terdapat klarifikasi, bantahan, maupun data pendukung lainnya, redaksi akan memuatnya secara proporsional sesuai Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Tim Liputan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek NA IX-X Laksanakan Grebek Sarang Narkoba di Pulo Jantan, Polisi Musnahkan Barang Bukti yang Diduga Digunakan untuk Penyalahgunaan Narkoba
Soroti Hak Konsumen: Desak Perbaikan Layanan Air Bersih: Keluhan Air Ledeng Berasa Payau dan Keruh Dinilai Tak Boleh Terus Berulang, Bukti Ketidak Pedulian Pemkot dan PDAM, Pembodohan Pakai Alasan Klasik
Polsek NA IX-X Gelar Grebek Sarang Narkoba, Tidak Temukan Aktivitas Peredaran di Dua Lokasi
Kasus Dugaan Penjualan Mangrove Disebut Belum Tuntas, Muncul Polemik Pernyataan Kades Kubu Menyatakan Pemberitaan Media itu Bohong Semuanya, Dugaan Kuat Kongkalikong Dengan Pelaksana !!!
Dugaan Aktivitas PETI dan Penguasaan Proyek APBD di Sekadau Dalam Genggaman Bupati, Aparat Diminta Lakukan Penelusuran dan Tindak Tegas !!!
Alasan Diretas Dinilai Mengada-ada, Warga: Videotron Tugu Naruto Bukti Kelalaian Diskominfo !!!
Kelangkaan Pertalite di Sejumlah Wilayah Kalbar Jadi Sorotan, Konsumen Pertanyakan Ketersediaan BBM Bersubsidi dan Pengawasan Distribusi
Misteri Emas 1,66 Kg di Sekadau: Begal Berkedok Media, Seragam Aparat dan Stempel Institusi Jadi Sorotan !!!
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Polsek NA IX-X Laksanakan Grebek Sarang Narkoba di Pulo Jantan, Polisi Musnahkan Barang Bukti yang Diduga Digunakan untuk Penyalahgunaan Narkoba

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Soroti Hak Konsumen: Desak Perbaikan Layanan Air Bersih: Keluhan Air Ledeng Berasa Payau dan Keruh Dinilai Tak Boleh Terus Berulang, Bukti Ketidak Pedulian Pemkot dan PDAM, Pembodohan Pakai Alasan Klasik

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:02 WIB

Polsek NA IX-X Gelar Grebek Sarang Narkoba, Tidak Temukan Aktivitas Peredaran di Dua Lokasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:14 WIB

Dugaan Aktivitas PETI dan Penguasaan Proyek APBD di Sekadau Dalam Genggaman Bupati, Aparat Diminta Lakukan Penelusuran dan Tindak Tegas !!!

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:44 WIB

Alasan Diretas Dinilai Mengada-ada, Warga: Videotron Tugu Naruto Bukti Kelalaian Diskominfo !!!

Berita Terbaru