SPBU 66.787.002 Semitau Disorot, Warga Keluhkan Dugaan Pertalite di Atas Harga hingga Takaran, Serta Kanggangi Aturan BPH Migas !!!

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026 - 05:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KAPUAS HULU, KALBAR
Penyaluran BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU 66.787.002 Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menjadi sorotan setelah sejumlah masyarakat menyampaikan keluhan terkait harga, pelayanan, antrean hingga dugaan ketidaksesuaian takaran pengisian.

Keluhan tersebut disampaikan masyarakat sekitar pada 6 September 2026. Warga mengaku menemukan harga pembelian Pertalite yang disebut mencapai Rp10.800 per liter.

Menurut warga, persoalan tersebut semakin menjadi perhatian karena konsumen harus mengantre cukup lama untuk mendapatkan BBM yang diperuntukkan bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami antre berjam-jam. Kadang pihak SPBU tidak melayani dan terkesan arogan. Kami merasa masyarakat kecil justru kesulitan mendapatkan Pertalite,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain harga dan pelayanan, masyarakat juga mempertanyakan kesesuaian takaran atau tera pada saat pengisian BBM. Warga menduga jumlah BBM yang diterima konsumen perlu dipastikan kembali melalui pemeriksaan alat ukur oleh instansi yang berwenang.

Keluhan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme penyaluran Pertalite di SPBU 66.787.002 Semitau, termasuk transparansi transaksi, ketepatan sasaran penerima BBM subsidi, serta kesesuaian pelayanan dengan ketentuan yang berlaku.

Najib: Jangan Biarkan Keluhan Masyarakat Menggantung

Menanggapi laporan tersebut, Muhammad Najib dari Divisi Humas Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Kalimantan Barat meminta pihak berwenang tidak mengabaikan keluhan masyarakat dan melakukan pemeriksaan secara objektif.

“Kalau benar ada masyarakat yang membeli Pertalite dengan harga Rp10.800 per liter, tentu harus dijelaskan dasar penetapan harganya. Begitu juga soal antrean, pelayanan dan dugaan takaran yang tidak sesuai, semuanya harus diuji berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi,” ujar Muhammad Najib.

Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan ketika persoalan sudah viral. Pemeriksaan dapat mencakup harga jual, sistem penyaluran BBM subsidi, pencatatan transaksi, pelayanan konsumen, serta kondisi dan akurasi alat ukur atau tera.

“Jangan sampai masyarakat kecil yang membutuhkan BBM subsidi justru menjadi pihak yang paling dirugikan. Jika memang sesuai aturan, sampaikan secara terbuka. Kalau ditemukan pelanggaran, tentu harus ada tindakan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Najib juga mendorong instansi terkait melakukan klarifikasi terhadap seluruh pihak agar persoalan tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen SPBU 66.787.002 Semitau belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SPBU maupun pihak terkait lainnya.

Catatan Redaksi: Informasi mengenai harga, pelayanan, dugaan ketidaktepatan takaran dan tudingan terkait penyaluran BBM subsidi dalam berita ini bersumber dari laporan masyarakat.Redaksi tidak menyimpulkan telah terjadi pelanggaran sebelum adanya hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari instansi berwenang.

Sumber: Laporan Aduan Masyarakat.

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Langgar UU, Oknum TNI Aktif Ketahuan Nyambi Jadi Security di Bekasi
Dari Kritik JKN-BOK ke Laporan Polisi, Polemik Puskesmas Tanjung Haloban Memanas
Ketua Umum JMPN dan Ulama Bekasi Desak PLT Bupati Tutup Permanen Tempat Maksiat!
THM di Bekasi Diduga Tetap Beroperasi, JMPN Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan
Polres Labuhanbatu Gagalkan Peredaran 30 Kg Sabu dan 20 Ribu Pil Ekstasi, Seorang Kurir Diamankan
Diduga Dipukul di Pos Security, Iwan (49) Visum dan Lapor ke Polsek Sukatani
PT. Mitra Aneka Sarana Diduga Lakukan Aktivitas BBM di Luar Ketentuan SOP, Pengawasan Dipertanyakan?
Bansos Kesra Cair ke Nama PPPK di Bekasi, Keluarga: Adik Saya Tak Pernah Terima
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 05:30 WIB

SPBU 66.787.002 Semitau Disorot, Warga Keluhkan Dugaan Pertalite di Atas Harga hingga Takaran, Serta Kanggangi Aturan BPH Migas !!!

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:08 WIB

Diduga Langgar UU, Oknum TNI Aktif Ketahuan Nyambi Jadi Security di Bekasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Dari Kritik JKN-BOK ke Laporan Polisi, Polemik Puskesmas Tanjung Haloban Memanas

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Ketua Umum JMPN dan Ulama Bekasi Desak PLT Bupati Tutup Permanen Tempat Maksiat!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:52 WIB

THM di Bekasi Diduga Tetap Beroperasi, JMPN Soroti Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan

Berita Terbaru

Nasional

Pemdes Seberu Salurkan BLT Dana Desa Juli–September 2026

Selasa, 1 Sep 2026 - 17:39 WIB