RANTAUPRAPAT | Gaperta.com — Kondisi Siti Khadijah (55), seorang nenek yang hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama cucunya yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, menyisakan pertanyaan lebih jauh tentang kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat kurang mampu.
Siti kini tengah mendapatkan perawatan di RS Hartati setelah sebelumnya disebut terbaring sakit selama kurang lebih satu minggu di rumah kontrakannya di Jalan Ahmad Ridho, Rantauprapat. Kondisinya pertama kali mengundang kepedulian sejumlah masyarakat. Ketua Media Satres Narkoba (MSN) Labuhanbatu, Rio Tan, bersama pasangan dan sejumlah rekannya kemudian membawa Siti ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis. Perhatian selanjutnya datang dari Camat Rantau Selatan bersama Lurah Bakaran Batu. Keduanya telah turun langsung menjenguk Siti di rumah sakit sekaligus menyerahkan tali asih.
Langkah pemerintah kecamatan dan kelurahan tersebut patut mendapat apresiasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun persoalan Siti Khadijah dinilai belum selesai hanya dengan kunjungan maupun bantuan sesaat.
Dinsos dan Dinkes, Sudahkah Mengetahui Kondisi Siti?
Di balik sakit yang dialaminya, terdapat persoalan sosial yang membutuhkan penanganan lebih berkelanjutan. Siti selama ini tinggal bersama cucunya yang masih duduk di kelas II sekolah dasar. Untuk bertahan hidup, ia bekerja mencuci dan menyetrika pakaian milik tetangganya.
Dari salah satu tempatnya bekerja, Siti disebut hanya mendapatkan penghasilan sekitar Rp300 ribu per bulan, sementara biaya kontrakan rumahnya mencapai sekitar Rp350 ribu setiap bulan. Dengan penghasilan tersebut, Siti harus berjuang memenuhi kebutuhan makan, tempat tinggal hingga kebutuhan sekolah cucunya. Ketika Siti jatuh sakit dan tidak dapat bekerja, pertanyaannya kemudian bukan lagi sebatas siapa yang akan membantu biaya pengobatannya hari ini.
Bagaimana kehidupan Siti dan cucunya setelah keluar dari rumah sakit?
Di sinilah masyarakat membutuhkan kehadiran perangkat Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang memiliki kewenangan di bidang sosial dan kesehatan.
Hingga berita ini disusun, Gaperta.com belum memperoleh keterangan resmi apakah Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu telah melakukan asesmen terhadap kondisi Siti Khadijah dan cucunya, termasuk memastikan apakah keluarga tersebut telah masuk dalam basis data penerima program perlindungan sosial dan memenuhi persyaratan mendapatkan bantuan pemerintah.
Demikian pula terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, belum diperoleh penjelasan mengenai status jaminan kesehatan Siti serta bentuk fasilitasi yang dapat diberikan apabila yang bersangkutan mengalami kendala memperoleh pelayanan kesehatan.
Jangan Sampai Warga Miskin Baru Terlihat Setelah Viral
Kondisi yang dialami Siti Khadijah selayaknya menjadi bahan evaluasi bersama. Sebab keberadaan warga dengan kondisi ekonomi rentan seharusnya dapat diketahui lebih dini melalui pendataan berjenjang mulai dari lingkungan, kelurahan, kecamatan hingga organisasi perangkat daerah terkait.
Jangan sampai masyarakat dalam kondisi sakit dan kesulitan ekonomi baru mendapatkan perhatian setelah kisah kehidupannya diketahui masyarakat atau muncul dalam pemberitaan media.
Kunjungan Camat Rantau Selatan dan Lurah Bakaran Batu menjadi langkah awal yang positif. Namun diperlukan tindak lanjut agar persoalan Siti tidak berhenti setelah dirinya keluar dari rumah sakit.
Pertanyaannya:
Apakah Siti akan mendapatkan pendampingan sosial?
Apakah kebutuhan pelayanan kesehatannya telah dijamin?
Bagaimana kelangsungan pendidikan dan kebutuhan hidup cucunya apabila Siti belum mampu kembali bekerja?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban dan tindakan konkret dari instansi terkait.
Media Bukan Menghakimi, tetapi Mengetuk Pintu Pemerintah
Gaperta.com menegaskan pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyudutkan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu ataupun menyimpulkan bahwa instansi tertentu telah mengabaikan Siti Khadijah.
Sebaliknya, pemberitaan ini merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial sekaligus mengetuk kepedulian pemerintah agar kondisi seorang warga yang sedang mengalami kesulitan dapat ditangani secara menyeluruh. Kepedulian masyarakat telah muncul. Pemerintah kecamatan dan kelurahan juga telah mengambil langkah awal.
Kini publik menanti bagaimana Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan perangkat terkait Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menindaklanjuti kondisi Siti Khadijah dan cucunya melalui program yang memang tersedia sesuai ketentuan. Karena bagi keluarga seperti Siti, bantuan tidak cukup hanya datang ketika dirinya sedang terbaring sakit. Yang dibutuhkan adalah kepastian perlindungan sosial, akses pelayanan kesehatan, serta keberlangsungan kehidupan dan pendidikan cucunya setelah ia kembali dari rumah sakit.
Gaperta.com membuka ruang klarifikasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Labuhanbatu, Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu serta pihak terkait lainnya mengenai langkah yang telah maupun akan dilakukan terhadap kondisi Siti Khadijah.
Gaperta.com akan terus mengikuti perkembangan penanganan Siti Khadijah dan cucunya.
(Albert Hutagaol)



















Komentar