Edi Rusdi Kamtono Dinilai Perlu Banyak Belajar dari Sutarmidji, Kurangi Ego Sektoral

- Redaksi

Senin, 21 September 2026 - 06:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PONTIANAK, KALBAR —
Ketua Umum Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Burhanuddin Abdullah, menilai Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono perlu membuka ruang lebih luas terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari mantan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Pernyataan tersebut disampaikan Burhanuddin saat ditemui awak media di Pontianak, Senin, 21 September 2026. Menurutnya, Sutarmidji memiliki pengalaman pemerintahan yang panjang, mulai dari Wakil Wali Kota Pontianak, Wali Kota Pontianak hingga Gubernur Kalimantan Barat.

“Kalau berbicara pengalaman, tentu Bung Sutarmidji memiliki perjalanan pemerintahan yang cukup panjang. Karena itu, tidak ada salahnya Pak Edi belajar dan meminta masukan maupun saran dalam membangun Kota Pontianak,” ujar Burhanuddin.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan pengalaman seorang mantan kepala daerah dapat menjadi salah satu referensi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan pemerintahan. Namun, menurutnya, perbedaan pandangan sebaiknya tidak berkembang menjadi persoalan personal.

Burhanuddin juga menyoroti polemik penggunaan istilah “meramput” dalam pernyataan Edi yang berkaitan dengan tanggapan terhadap Sutarmidji. Ia menilai penggunaan istilah tersebut dapat menimbulkan kesan kurang baik dalam komunikasi antarpemimpin daerah.

“Kalau ada perbedaan pendapat, sebaiknya dibalas dengan argumentasi dan solusi. Jangan sampai kata-kata justru membuat persoalan semakin melebar. Yang diperlukan masyarakat adalah solusi, bukan polemik,” katanya.

Menurut Burhanuddin, perdebatan mengenai sumber air baku Pontianak perlu ditempatkan dalam kerangka mencari jalan keluar. Terlebih, persoalan air baku saat ini memang tengah menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak akibat kemarau dan intrusi air laut.

Berdasarkan informasi resmi Pemkot Pontianak, kondisi sumber air baku mengalami peningkatan kadar garam sehingga pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk mencari sumber air alternatif dan meningkatkan kapasitas pengolahan.

Pada 19 September 2026, Pemkot Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa juga menerima sekitar lima juta liter air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, untuk diproses dan didistribusikan kepada masyarakat.

Sementara itu, polemik antara Edi dan Sutarmidji berkaitan dengan usulan peningkatan kapasitas Waduk Penepat. Dalam pemberitaan sebelumnya, Sutarmidji mengusulkan peningkatan kapasitas waduk hingga 10 kali lipat. Edi menanggapi bahwa usulan tersebut perlu dikaji dari sisi teknis, kebutuhan air, sumber air, serta kemampuan infrastruktur.

Burhanuddin menilai perbedaan pandangan tersebut semestinya dapat menjadi ruang dialog antara para pemangku kepentingan.

“Bung Midji memberikan saran dan masukan. Pemerintah tentu punya kewenangan untuk menilai dan mengkaji apakah sebuah usulan dapat diterapkan. Yang penting jangan menutup diri terhadap masukan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak mengutamakan kepentingan masyarakat dan mengurangi ego sektoral.

“Jadilah pemimpin yang bijak dalam menghargai saran dan masukan orang lain. Kalau ada gagasan, mari diuji dengan data dan kajian. Solusinya harus dikedepankan, bukan memperpanjang polemik,” pungkas Burhanuddin.

Sumber: Burhanudin Abdulah, ( LAKI)

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Sertijab 154 Kades se-Kabupaten Bekasi, Ketua APPPIPP Soroti Transparansi Aset Desa Wajib Buka Data TKD dan BUMDes
ASISTEN AFDELING 3 KEBUN AEK NABARA UTARA UTAMAKAN KENYAMANAN KERJA, KARYAWAN APRESIASI KEPEMIMPINAN
Atap Sekolah Bocor, Orang Tua Murid PAUD Anugerah Jitan di Kapuas Hulu Turun Tangan: Gotong Royong Jadi Jawaban di Tengah Keterbatasan
Arogan! Kadis DLH Kabupaten Bekasi Diduga Usir Wartawan Saat Dikonfirmasi Kasus Korupsi
Solidaritas Pemuda Pancasila untuk Gimbal Hutapea, PAC Bilah Hulu Kawal Penanganan Kasus Penikaman
Dari Sehelai Kain, Pesan Merawat Warisan Bangsa: Lapas Siborongborong Maknai Hari Batik Nasional 2026
Pj Kades di Sukatani Resmi Dilantik, Camat Agus Dahlan: Jaga Integritas dan Pelayanan Jangan Terganggu
Pemdes N-8 Kebun Salurkan BLT kepada 15 KPM, Tiga Bulan Dibayarkan Sekaligus
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Jelang Sertijab 154 Kades se-Kabupaten Bekasi, Ketua APPPIPP Soroti Transparansi Aset Desa Wajib Buka Data TKD dan BUMDes

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:10 WIB

ASISTEN AFDELING 3 KEBUN AEK NABARA UTARA UTAMAKAN KENYAMANAN KERJA, KARYAWAN APRESIASI KEPEMIMPINAN

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 02:19 WIB

Atap Sekolah Bocor, Orang Tua Murid PAUD Anugerah Jitan di Kapuas Hulu Turun Tangan: Gotong Royong Jadi Jawaban di Tengah Keterbatasan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Arogan! Kadis DLH Kabupaten Bekasi Diduga Usir Wartawan Saat Dikonfirmasi Kasus Korupsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Solidaritas Pemuda Pancasila untuk Gimbal Hutapea, PAC Bilah Hulu Kawal Penanganan Kasus Penikaman

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Hukum

Lapak Sabu Lingkungan Perdamaian Digerebek Polisi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:42 WIB