Lintas Ormas Melayu (LOM) Soroti Kelangkaan BBM Subsidi di Kalbar: Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkret Jelang Idul Fitri 1447 H

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:23 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Kalbar
Lintas Ormas Melayu Kalimantan Barat (LOM) secara tegas menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan Barat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kondisi ini ditandai dengan antrean panjang kendaraan di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memicu gejolak sosial.

Ketua LOM, Mulyadi,(Pak Temo) dalam keterangannya menyampaikan bahwa fenomena kelangkaan BBM subsidi tidak hanya menjadi persoalan distribusi semata, melainkan telah berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Situasi ini sangat menyengsarakan masyarakat. Antrean berjam-jam di SPBU bukan hanya menguras waktu dan tenaga, tetapi juga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat, apalagi menjelang Idul Fitri yang mobilitasnya meningkat signifikan,” ujar Mulyadi.

Ormas LOM yang merupakan gabungan berbagai organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Barat, di antaranya unsur pemuda, lembaga Organisasi masyarakat, serta organisasi berbasis kedaerahan, menyatakan keprihatinannya atas belum optimalnya langkah penanganan dari pihak terkait.
Sejumlah tokoh yang tergabung dalam ormas lom antara lain Hadi Firmansyah dari LPM Kalbar, Yayan dari Bala Komando, Odeng selaku Panglima Ormas SPM, Ishak sebagai Ketua LPM Kota Pontianak, Ruslan dari IKBMK, serta Afriansyah, S,PD M,PD selaku Ketua Komando Inti Laskar Lapangan (KIIL). Mereka sepakat bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.

Dalam pandangannya, ormas lom menilai bahwa ada indikasi lemahnya pengawasan distribusi serta tidak meratanya pasokan BBM subsidi di sejumlah titik.

Oleh karena itu, mereka mendesak pemerintah melalui instansi terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT Pertamina (Persero), untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi BBM di Kalimantan Barat.

“Pemerintah harus hadir dan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran, tidak disalahgunakan, dan benar-benar dapat diakses oleh masyarakat yang berhak. Jangan sampai momentum hari besar keagamaan justru menambah beban masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ormas lom juga meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap potensi penimbunan maupun praktik penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tidak bertanggung jawab. Penindakan tegas dinilai penting guna memberikan efek jera serta menjaga kepercayaan publik.

Lebih lanjut, Ormas LOM mendorong adanya transparansi informasi dari pihak terkait mengenai ketersediaan stok BBM serta pola distribusinya, sehingga masyarakat tidak terjebak dalam ketidakpastian yang berpotensi memicu keresahan.

Menutup pernyataannya, Mulyadi (Pak Mok) menegaskan bahwa ormas lom akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi konkret dari pemerintah. Ia berharap langkah cepat dan tepat dapat segera diambil demi menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Ini bukan hanya soal BBM, tetapi soal keberpihakan terhadap rakyat. Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik,” pungkasnya.

Penulis : MN/Tim-Red

Editor : MN

Sumber Berita: Team Liputan M. Supandi

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Pemuda Pancasila untuk Gimbal Hutapea, PAC Bilah Hulu Kawal Penanganan Kasus Penikaman
Dari Sehelai Kain, Pesan Merawat Warisan Bangsa: Lapas Siborongborong Maknai Hari Batik Nasional 2026
Pj Kades di Sukatani Resmi Dilantik, Camat Agus Dahlan: Jaga Integritas dan Pelayanan Jangan Terganggu
Pemdes N-8 Kebun Salurkan BLT kepada 15 KPM, Tiga Bulan Dibayarkan Sekaligus
Kemarau dan Kabut Asap, Momentum Menjaga Air dan Merawat Alam
Edi Rusdi Kamtono Dinilai Perlu Banyak Belajar dari Sutarmidji, Kurangi Ego Sektoral
Menang Telak Pilkades, Hj. Desi Kurniati Malik Tegaskan Bukan Cari Popularitas dan Kekayaan
KLARIFIKASI DAN RALAT PEMBERITAAN TERKAIT PEMBERITAAN KAPOLSEK MEMPAWAH HULU IPTU FREDY DIDUGA MAFIA MIGAS UNTUK PETI DAN PUNGLI
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:07 WIB

Solidaritas Pemuda Pancasila untuk Gimbal Hutapea, PAC Bilah Hulu Kawal Penanganan Kasus Penikaman

Jumat, 2 Oktober 2026 - 02:58 WIB

Dari Sehelai Kain, Pesan Merawat Warisan Bangsa: Lapas Siborongborong Maknai Hari Batik Nasional 2026

Selasa, 29 September 2026 - 05:25 WIB

Pj Kades di Sukatani Resmi Dilantik, Camat Agus Dahlan: Jaga Integritas dan Pelayanan Jangan Terganggu

Jumat, 25 September 2026 - 22:15 WIB

Pemdes N-8 Kebun Salurkan BLT kepada 15 KPM, Tiga Bulan Dibayarkan Sekaligus

Kamis, 24 September 2026 - 13:53 WIB

Kemarau dan Kabut Asap, Momentum Menjaga Air dan Merawat Alam

Berita Terbaru

Kesehatan

Ikl

Senin, 5 Okt 2026 - 09:08 WIB