Ketua Umum ABB Dedi Ainal Dan Ustadz Ilham Maulana Dukung Polres Pelabuhan Belawan Berantas Judi Ikan Di Pekan Labuhan

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN LABUHAN – Judi Tembak Ikan Resahkan Warga, Tokoh Agama Minta Kapolres Belawan Bertindak Tegas!!

Keresahan warga terkait maraknya praktik perjudian tembak ikan di Lingkungan 24 Bom Lama, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, kian memuncak. Tokoh agama setempat, Ustadz Ilham Maulana, angkat bicara dan mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas.

Ustadz Ilham secara khusus meminta Kapolres Pelabuhan Belawan yang baru, AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR, agar menindak tegas para pelaku judi tembak ikan yang dinilai semakin hari semakin meresahkan masyarakat, mengganggu ketentraman lingkungan, serta merusak generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, lemahnya pengawasan dan penegakan hukum oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan menjadi sorotan masyarakat, meski informasi terkait keberadaan praktik judi tersebut telah lama beredar.

“Kami melihat seolah tidak ada tindakan tegas, padahal masyarakat sudah sangat resah,” ujar Ustadz Ilham Maulana.

Hal senada disampaikan Dedi Ainal, Ketua ABB. Ia menilai seakan terjadi pembiaran terhadap praktik perjudian di tengah masyarakat, khususnya judi tembak ikan yang beroperasi di Lingkungan 24 Bom Lama Pekan Labuhan.

Dedi bahkan menyebut bahwa praktik judi tembak ikan di wilayah tersebut diduga dikendalikan oleh seorang bandar besar yang dikenal dengan nama Pipit, yang disebut-sebut menguasai jaringan judi tembak ikan di wilayah Medan Utara.

“Aparat sebenarnya sudah pernah datang ke lokasi untuk memberikan imbauan penutupan, tapi tidak diindahkan. Setelah aparat pergi, judi tembak ikan kembali beroperasi,” ungkapnya.

Ia mempertanyakan langkah aparat yang hanya sebatas memberikan imbauan, tanpa menyita atau mengamankan mesin judi tembak ikan tersebut.

“Seharusnya meja judi itu disita dan dibawa ke kantor, bukan hanya dinasihati. Ini jelas melanggar hukum dan sangat meresahkan, apalagi kita sudah memasuki hari-hari menjelang bulan suci Ramadan,” tegas Dedi.

Di sisi lain, muncul pula praduga di tengah masyarakat mengenai kuatnya pengaruh bandar judi tersebut, yang diduga memiliki kedekatan dengan oknum aparat, sehingga praktik judi tembak ikan terkesan “kebal hukum”. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku heran karena aktivitas ilegal itu seolah tak tersentuh penindakan serius.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat terkait keberadaan lokasi judi tembak ikan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas informasi yang diberikan dan menyatakan akan segera menindaklanjutinya.

Maraknya tindak kejahatan seperti premanisme, penyalahgunaan narkoba, begal, tawuran, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta perjudian tembak ikan dinilai saling berkaitan dan menjadi pemicu meningkatnya kriminalitas di wilayah pemukiman padat penduduk.

Tokoh-tokoh agama di Medan Utara pun kembali mendesak pihak kepolisian dan aparat terkait untuk bertindak tegas memberantas penyakit masyarakat (pekat), khususnya praktik perjudian yang beroperasi dekat dengan rumah ibadah, sekolah, dan lingkungan warga.

“Kami minta dibuat pos keamanan dan patroli rutin pada jam-jam rawan, terutama di daerah yang selama ini dikenal rawan. Judi ini sudah sangat mengganggu dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi semua kalangan,” pungkas Ustadz Ilham Maulana.

Penulis : Tim Bambang Hermanto

Editor : Redaksi

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Kecelakaan, Truk Bermuatan Drum di Batang Natal Picu Sorotan Dugaan BBM Ilegal
Dugaan Perselingkuhan ASN KSN Masih Berproses, BKPSDM Sintang: “Tunggu Keputusan Pimpinan”
Warga Pertanyakan Rekrutmen Pekerja MBG, Uang Rp1,5 Juta Disebut Sempat Diserahkan dan Dikembalikan
Sebanyak 3,87 Kg Sabu Senilai Rp4 Miliar Disita di Bus ALS, Kurir Terancam Hukuman Mati
Diduga Sabu 3,87 Kg Tujuan Lampung Digagalkan di Labuhanbatu, Polisi Ungkap Dugaan Jalur Malaysia
SPBU 66.787.002 Semitau Disorot, Warga Keluhkan Dugaan Pertalite di Atas Harga hingga Takaran, Serta Kanggangi Aturan BPH Migas !!!
Lizera Coffee dan DPC PJS Labuhanbatu Kolaborasi Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan ke Pengguna Jalan
Diduga Langgar UU, Oknum TNI Aktif Ketahuan Nyambi Jadi Security di Bekasi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:42 WIB

Bukan Sekadar Kecelakaan, Truk Bermuatan Drum di Batang Natal Picu Sorotan Dugaan BBM Ilegal

Kamis, 10 September 2026 - 06:40 WIB

Dugaan Perselingkuhan ASN KSN Masih Berproses, BKPSDM Sintang: “Tunggu Keputusan Pimpinan”

Rabu, 9 September 2026 - 07:54 WIB

Warga Pertanyakan Rekrutmen Pekerja MBG, Uang Rp1,5 Juta Disebut Sempat Diserahkan dan Dikembalikan

Senin, 7 September 2026 - 12:44 WIB

Sebanyak 3,87 Kg Sabu Senilai Rp4 Miliar Disita di Bus ALS, Kurir Terancam Hukuman Mati

Senin, 7 September 2026 - 10:30 WIB

Diduga Sabu 3,87 Kg Tujuan Lampung Digagalkan di Labuhanbatu, Polisi Ungkap Dugaan Jalur Malaysia

Berita Terbaru

Regional

Desa N-3 Melaksanakan Kegiatan Selasa Bersih

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:03 WIB