Korban TPPO Minta Permohonan Pendampingan KSJ dan Gerbrak Berangkat Ke Pekanbaru

- Redaksi

Minggu, 28 Desember 2025 - 07:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, Sumut
Nezza Syafitri Nasution Orang tua korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) memohon pendampingan kepada Komunitas Sedekah Jum’at dan Gebraksu.

Nezza mengatakan diirinya berharap Koloborasi dari KSJ, Gerbraksu dan Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) untuk melakukan Pendampingan terhadap anaknya korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) mencakup layanan terpadu seperti konseling psikologis, rehabilitasi kesehatan dan sosial, advokasi hukum, pelaporan, dan reintegrasi sosial agar korban pulih dan kembali ke masyarakat.

Saharudin Keri’s KSJ mengatakan kesiapannya mendampingi Nezza Safitri Nasution ke Pekanbaru untuk kasus TPPO

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Insya Allah kita siap mendampingi Nezza Safitri Nasution, dimana anaknya menjadi korban TPPO di pekanbaru,” ungkapnya, Minggu (28/12/2025)

Sebelumnya Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025),anak kandungnya korban TPPO (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian Serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.

Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).

Nabila Aisyah (17) mengaku disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang2 dan disuruh untuk menggunakan baju Sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang2 milik Ririn tersebut yang berada di wilayah lipat kain kecamatan kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau.

Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).

Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan Saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025

Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;

Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang-remang ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.

Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik”kerja di usaha cafe remang-remang seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn ini di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025.

(Nezza Safitri)

Penulis : Nezza Safitri

Editor : MN

Sumber Berita: Korban TPPO, Nezza Safitri

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah
Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi
Dari Bangunan Kosong di Torgamba, Polisi Amankan Seorang Pria dan Tiga Klip Diduga Berisi Sabu
Ratusan Karyawan PTPN IV Regional 1 Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Penanganan Kasus Curas Dituntaskan
LBH Harimau Raya Soroti Tuduhan Rp11 Miliar Kas RW 011 Kapuk Muara: Jangan Jadikan Opini Sebagai Vonis
DUGAAN PENGGELAPAN UANG KAS OLEH KETUA KOPERASI PRODUSEN JAYA LESTARI DI DESA TANJUNG HARAPAN DISOROT, WARGA SIAP LAPOR KE POLDA KALBAR
Penegakan Perda PNIM Dipertanyakan, Rapat Satpol PP Labusel Tak Tuntas dan Klarifikasi Masih Dinanti
GSN di Pangarungan Labusel, Polisi Temukan Alat Isap dan Plastik Klip; SL Masih Dalam Penyelidikan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah

Selasa, 29 September 2026 - 11:59 WIB

Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi

Senin, 28 September 2026 - 14:19 WIB

Dari Bangunan Kosong di Torgamba, Polisi Amankan Seorang Pria dan Tiga Klip Diduga Berisi Sabu

Kamis, 24 September 2026 - 14:58 WIB

Ratusan Karyawan PTPN IV Regional 1 Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Penanganan Kasus Curas Dituntaskan

Selasa, 22 September 2026 - 03:52 WIB

LBH Harimau Raya Soroti Tuduhan Rp11 Miliar Kas RW 011 Kapuk Muara: Jangan Jadikan Opini Sebagai Vonis

Berita Terbaru

Kesehatan

Ikl

Senin, 5 Okt 2026 - 09:08 WIB