Ratusan Karyawan PTPN IV Regional 1 Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Penanganan Kasus Curas Dituntaskan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 14:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU | Gaperta.com — Ratusan karyawan PTPN IV Regional 1 yang tergabung dalam Serikat Pekerja Perkebunan (SPBun) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin, Rantauprapat, Kamis (24/9/2026).

Massa datang dengan berjalan kaki atau long march dari Kantor SPBun Basis Rantauprapat. Dengan membawa aspirasi para pekerja perkebunan, mereka mendesak kepolisian segera menuntaskan sejumlah laporan terkait dugaan pencurian dengan kekerasan yang disebut telah menyebabkan pekerja menjadi korban.

Aksi tersebut bukan sekadar menyuarakan kerugian perusahaan akibat kehilangan hasil perkebunan. Para pekerja menegaskan bahwa persoalan tersebut juga telah menyentuh keselamatan orang-orang yang bekerja dan melakukan pengamanan di lingkungan kebun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Sekretaris SPBun tingkat pusat, Zainan Pasaribu, mengatakan sejumlah karyawan telah menjadi korban dalam rangkaian peristiwa yang diduga berkaitan dengan pencurian hasil perkebunan.

Menurut Zainan, sedikitnya 10 karyawan disebut telah menjadi korban. Lima di antaranya, kata dia, telah membuat laporan polisi ke Polres Labuhanbatu sejak 2 Mei 2025.

SPBun mempertanyakan perkembangan penanganan laporan tersebut dan meminta kepolisian memberikan kepastian hukum kepada para korban.

Dalam aksi itu, massa juga menyoroti dugaan keterlibatan seorang pria berinisial AM alias AG dalam sejumlah peristiwa yang mereka persoalkan.

Nama tersebut merupakan pihak yang disebut oleh SPBun dalam penyampaian aspirasi mereka. Status hukum serta keterkaitannya dengan masing-masing laporan tetap mengacu pada hasil penyelidikan dan penyidikan pihak kepolisian.

Pekerja Disebut Mengalami Luka Serius

SPBun menyebut sejumlah pekerja bukan hanya mengalami kerugian material, tetapi juga menjadi korban dugaan kekerasan saat menghadapi aksi pencurian hasil perkebunan.

Salah seorang pekerja, menurut keterangan dalam aksi tersebut, mengalami luka akibat serangan hingga disebut membutuhkan waktu sekitar dua bulan sebelum dapat kembali bekerja.

Selain itu, terdapat pula kendaraan milik pekerja yang disebut mengalami kerusakan setelah diduga dibakar dalam salah satu peristiwa.

Kondisi tersebut menjadi alasan para pekerja mendesak agar setiap laporan yang telah disampaikan kepada kepolisian segera memperoleh kepastian penanganan.

Ketua SPBun PTPN IV Regional 1 Basis Kebun Rantauprapat, Donal Sipahutar, menyampaikan data yang sedikit berbeda. Menurut Donal, sekitar 12 pekerja tercatat menjadi korban dalam sejumlah kejadian yang mereka soroti.

Dari jumlah tersebut, kata dia, lima korban telah membuat laporan polisi ke Polres Labuhanbatu dalam rentang waktu 2 Mei 2025 hingga 16 September 2026.

Perbedaan jumlah korban yang disampaikan dua pengurus SPBun tersebut masih merupakan keterangan masing-masing narasumber dan memerlukan verifikasi lebih lanjut berdasarkan laporan resmi yang tercatat di kepolisian.

Desak Kepastian Hukum dan Perlindungan Pekerja

Melalui aksi tersebut, SPBun meminta Polres Labuhanbatu melakukan penanganan secara profesional, transparan dan memberikan kepastian terhadap laporan-laporan yang telah disampaikan para pekerja.

Bagi massa aksi, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aset perkebunan, tetapi juga menyangkut rasa aman para karyawan ketika menjalankan tugas di lapangan.

Mereka berharap setiap dugaan tindak pidana ditangani sesuai ketentuan hukum sehingga tidak muncul kembali peristiwa yang dapat membahayakan keselamatan pekerja maupun masyarakat.

Aksi ratusan pekerja di depan Mapolres Labuhanbatu tersebut sekaligus menjadi seruan agar persoalan keamanan di kawasan perkebunan tidak dibiarkan berlarut-larut.

Gaperta.com masih membuka ruang konfirmasi kepada Polres Labuhanbatu mengenai perkembangan lima laporan polisi yang disebut SPBun, termasuk status penanganan perkara dan pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

Hak jawab dan klarifikasi juga terbuka bagi pihak yang disebut dalam penyampaian aspirasi massa untuk memberikan keterangan secara proporsional.

(AP)

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LBH Harimau Raya Soroti Tuduhan Rp11 Miliar Kas RW 011 Kapuk Muara: Jangan Jadikan Opini Sebagai Vonis
DUGAAN PENGGELAPAN UANG KAS OLEH KETUA KOPERASI PRODUSEN JAYA LESTARI DI DESA TANJUNG HARAPAN DISOROT, WARGA SIAP LAPOR KE POLDA KALBAR
Penegakan Perda PNIM Dipertanyakan, Rapat Satpol PP Labusel Tak Tuntas dan Klarifikasi Masih Dinanti
GSN di Pangarungan Labusel, Polisi Temukan Alat Isap dan Plastik Klip; SL Masih Dalam Penyelidikan
Sutarmidji Bersaksi Di PN Pontianak: Audit BPK, Rp9,7 Miliar, Hingga Gedung 21 Miliar – Angka Boleh Berbicara, Tapi Fakta Harus Menjawab
Disaksikan Forkopimda, Polres Labuhanbatu Musnahkan 34 Kg Sabu dan 20.000 Butir Ekstasi
Bukan Sekadar Kecelakaan, Truk Bermuatan Drum di Batang Natal Picu Sorotan Dugaan BBM Ilegal
Dugaan Perselingkuhan ASN KSN Masih Berproses, BKPSDM Sintang: “Tunggu Keputusan Pimpinan”
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 14:58 WIB

Ratusan Karyawan PTPN IV Regional 1 Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Penanganan Kasus Curas Dituntaskan

Sabtu, 19 September 2026 - 05:51 WIB

DUGAAN PENGGELAPAN UANG KAS OLEH KETUA KOPERASI PRODUSEN JAYA LESTARI DI DESA TANJUNG HARAPAN DISOROT, WARGA SIAP LAPOR KE POLDA KALBAR

Jumat, 18 September 2026 - 14:32 WIB

Penegakan Perda PNIM Dipertanyakan, Rapat Satpol PP Labusel Tak Tuntas dan Klarifikasi Masih Dinanti

Jumat, 18 September 2026 - 12:45 WIB

GSN di Pangarungan Labusel, Polisi Temukan Alat Isap dan Plastik Klip; SL Masih Dalam Penyelidikan

Kamis, 17 September 2026 - 12:05 WIB

Sutarmidji Bersaksi Di PN Pontianak: Audit BPK, Rp9,7 Miliar, Hingga Gedung 21 Miliar – Angka Boleh Berbicara, Tapi Fakta Harus Menjawab

Berita Terbaru

Regional

Kemarau dan Kabut Asap, Momentum Menjaga Air dan Merawat Alam

Kamis, 24 Sep 2026 - 13:53 WIB