Potret Duka Dunia Pers: Dari Warung Kopi ke Ruang Perawatan, Ketika Operasi Pekat Kepolisian Menyisakan Tanda Tanya di Semitau, Kapuas Hulu ???

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuas Hulu, Kalbar
Di negeri yang menjunjung slogan presisi, mengayomi, dan humanis, sebuah operasi penyakit masyarakat di wilayah Semitau justru meninggalkan kisah yang oleh sebagian warga disebut lebih mirip drama luka daripada penertiban hukum.

Bukan hanya kartu ceme yang diamankan dari sebuah warung kopi di Desa Lemedak, tetapi juga kepercayaan publik yang tampaknya ikut dibawa pergi malam itu.

Kamis malam (6/5), aparat gabungan melakukan razia di sebuah warung kopi yang diduga menjadi lokasi permainan judi kartu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima orang diamankan. Namun sorotan kemudian bergeser dari meja permainan ke ranjang rumah sakit, tempat seorang pria bernama Manto menjalani perawatan dengan luka di wajah, jahitan di bibir, dan dugaan patah tulang bahu kiri.

Manto, yang diketahui merupakan wartawan media online Corong Kasus, mengaku berada di lokasi bukan untuk berjudi, melainkan menagih utang kepada rekannya.

Dalam pengakuannya, ia datang ke warung dan bertemu sejumlah kenalan sesama pekerja kebun sawit. Suasana santai yang semula hanya ditemani kartu domino mendadak berubah tegang saat aparat datang melakukan penggerebekan.

Menurut keterangan korban, saat suasana ricuh ia berusaha menghindar dan bersembunyi di kamar mandi. Namun, dari ruang sempit itulah cerita bergeser dari operasi pekat menjadi dugaan tindakan kekerasan.

Dari warung kopi yang biasanya tempat menyeduh obrolan, malam itu justru lahir pertanyaan pahit: apakah setiap razia harus berakhir dengan luka fisik?

Secara satiris, warga menyebut operasi tersebut tampaknya tidak sekadar memberantas penyakit masyarakat, tetapi juga tanpa sengaja “mengobati” seseorang hingga harus masuk ruang perawatan.

Bibir atas korban dijahit sekitar 15 jahitan, wajah dan kepala lebam, sementara bahu kirinya disebut mengalami cedera serius. Kartu domino mungkin selesai dimainkan, tetapi rasa sakit justru baru dimulai.

Kasus ini menjadi sorotan bukan hanya karena dugaan kekerasan, tetapi juga karena korban disebut berprofesi sebagai jurnalis.Di tengah dunia pers yang semestinya dilindungi dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, insiden ini menghadirkan potret duka: seorang wartawan yang datang menagih utang, pulang membawa luka dan berakhir menjadi berita di tubuhnya sendiri.

Pihak keluarga mengaku telah mencoba melapor ke kantor polisi setempat atas dugaan penganiayaan.

Namun, menurut pengakuan mereka, proses administrasi laporan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Di mata warga, situasi ini menghadirkan ironi: ketika rakyat diminta percaya pada hukum, tetapi laporan justru terasa seperti antrean panjang menuju pintu yang belum tentu dibuka.

Kepolisian Negara Republik Indonesia secara internal memiliki aturan mengenai penggunaan kekuatan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap penindakan. Karena itu, publik menilai jika benar ada tindakan di luar prosedur, maka klarifikasi terbuka sangat diperlukan agar peristiwa ini tidak sekadar menjadi bisik-bisik di warung, lalu menguap tanpa jawaban.

Dalam kaca mata jurnalistik, peristiwa ini masih merupakan dugaan dan memerlukan verifikasi dari seluruh pihak, termasuk kepolisian.

Namun dalam kaca mata warga, pertanyaan yang menggantung jauh lebih sederhana: mengapa operasi terhadap permainan kartu bisa berakhir dengan seorang wartawan masuk rumah sakit?

Kini keluarga korban menyatakan akan menempuh jalur hukum. Sementara masyarakat menunggu penjelasan resmi, sembari menyaksikan satu ironi yang sulit dibantah: di Semitau, malam itu, kartu ceme memang dihentikan, tetapi tanda tanya justru terus dimainkan.

Penulis : MN/Tim-Red

Editor : MN

Sumber Berita: Korban, Manto Anggota Wartwan Media Online Corong Kasus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Penampungan CPO Ilegal dan Pengelolaan Limbah B3 di Pontianak Utara Kebal Hukum: Pengawasan Pemkot Pontianak Lemah !!!
Selamat Kepada Bapak Jmbak Sembiring sebagai Pimpinan Bandar Sabu Sabu Di Labuhanbatu
Tempat Refleksi Diduga Berkedok Prostitusi Marak Di Kota Pontianak: Pengawasan Pemkot Pontianak dan Fungsi Satpol PP Pontianak Kemana ???
Propam Polda Jambi, Tak Berdaya Dalam Menangani Angkutan Batu Bara
Lidah Kolektor Diduga Lebih Tajam dari Surat Peringatan: Dugaan Penghinaan Konsumen PT Nusantara Sakti Melawi Tuai Kecaman, Regulasi OJK Disorot!
Polemik Kasus Emas Di Bandara Singkawang Jadi Sorotan: Transparansi Penanganan, Pembuktian Legalitas Polres Singkawang Di Pertanyakan Serta Pengawasan Pemkot Singkawang Kemana ???
Nasib Hukum Korupsi Jalan Mempawah Masih Menggantung, Publik Desak KPK Jangan Sampai Kasus Ini HILANG BERKAS: Ini Korupsi, Uang Negara Harus Dipertanggungjawabkan !!!
Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Berhasil Amankan Terduga Pengedar Sabu di Rantau Utara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:30 WIB

Diduga Penampungan CPO Ilegal dan Pengelolaan Limbah B3 di Pontianak Utara Kebal Hukum: Pengawasan Pemkot Pontianak Lemah !!!

Senin, 13 Juli 2026 - 04:34 WIB

Selamat Kepada Bapak Jmbak Sembiring sebagai Pimpinan Bandar Sabu Sabu Di Labuhanbatu

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:34 WIB

Propam Polda Jambi, Tak Berdaya Dalam Menangani Angkutan Batu Bara

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:09 WIB

Lidah Kolektor Diduga Lebih Tajam dari Surat Peringatan: Dugaan Penghinaan Konsumen PT Nusantara Sakti Melawi Tuai Kecaman, Regulasi OJK Disorot!

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:29 WIB

Polemik Kasus Emas Di Bandara Singkawang Jadi Sorotan: Transparansi Penanganan, Pembuktian Legalitas Polres Singkawang Di Pertanyakan Serta Pengawasan Pemkot Singkawang Kemana ???

Berita Terbaru

Berita

Hari Ini Piala Bergilir PWI Labuhanbatu Resmi Dibuka

Sabtu, 11 Jul 2026 - 15:32 WIB