SANGGAU, KALIMANTAN BARAT | GAPERTA.com – Pelayanan publik yang berkualitas tidak semestinya terhalang oleh jarak geografis. Prinsip itulah yang diwujudkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong melalui program TASBARA (Transformasi Akses dan Sinergi Birokrasi Adaptif), dengan menghadirkan layanan pengurusan paspor langsung ke tengah masyarakat Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Melalui layanan Eazy Passport yang diselenggarakan di Aula Kantor Camat Noyan, Selasa (3/11/2026), masyarakat memperoleh kesempatan mengurus dokumen perjalanan tanpa harus mendatangi Kantor Imigrasi Entikong.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan negara kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah perbatasan yang menghadapi tantangan jarak dan akses transportasi.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelayanan Hadir di Tengah Masyarakat
Kegiatan yang melibatkan delapan pegawai Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong tersebut berhasil melayani 20 pemohon paspor.
Dari jumlah itu, sebanyak 16 orang mengajukan permohonan paspor baru, sedangkan empat orang lainnya mengurus penggantian paspor. Seluruh permohonan yang dilayani merupakan paspor dengan masa berlaku lima tahun.
Kehadiran petugas secara langsung di Kecamatan Noyan memberikan alternatif pelayanan bagi masyarakat yang selama ini harus mempertimbangkan waktu, jarak perjalanan, serta biaya transportasi ketika hendak mengurus dokumen keimigrasian.
Program TASBARA sekaligus memperlihatkan pentingnya inovasi birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada prosedur administratif, tetapi juga memperhatikan kondisi nyata masyarakat sebagai penerima layanan.
Imigrasi Entikong: Jarak Jangan Menjadi Penghalang Pelayanan
Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong, Muhammad Reza, menegaskan bahwa pelayanan jemput bola merupakan bentuk komitmen institusinya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.
Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan akses menuju kantor pelayanan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menghadirkan program tersebut.
“Melalui layanan TASBARA atau Eazy Passport ini, kami ingin memastikan bahwa pelayanan keimigrasian dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami memahami bahwa jarak dan akses menuju kantor imigrasi terkadang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian masyarakat,” ujar Reza.
Ia menjelaskan, pendekatan pelayanan langsung ke wilayah kecamatan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan dokumen perjalanan resmi.
Bagi Imigrasi Entikong, pelayanan yang efektif bukan semata-mata diukur dari jumlah permohonan yang diproses, tetapi juga dari kemampuan institusi menjangkau masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Sinergi Pemerintah Kecamatan dan Imigrasi
Keberhasilan penyelenggaraan TASBARA di Kecamatan Noyan tidak terlepas dari dukungan pemerintah kecamatan yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan.
Kolaborasi antara instansi vertikal dan pemerintah daerah tersebut menjadi contoh bagaimana koordinasi antarlembaga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau.
Muhammad Reza menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Noyan atas kerja sama yang diberikan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Noyan. Imigrasi Entikong akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah kecamatan sehingga seluruh rangkaian pelayanan dapat diselesaikan dengan baik.
Inovasi Pelayanan Perbatasan Perlu Terus Diperkuat
Wilayah perbatasan memiliki kebutuhan pelayanan publik yang tidak selalu sama dengan kawasan perkotaan. Kondisi geografis, akses transportasi, serta jarak menuju pusat pelayanan menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam penyelenggaraan administrasi pemerintahan.
Karena itu, kehadiran program TASBARA menjadi langkah positif dalam memperluas jangkauan pelayanan keimigrasian.
Program ini juga menunjukkan bahwa transformasi birokrasi tidak harus selalu dimulai dengan pembangunan fasilitas baru. Optimalisasi sumber daya, koordinasi antarlembaga, serta kesediaan petugas mendatangi masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi pelayanan yang lebih responsif.
Meski demikian, keberlanjutan kegiatan serupa tetap penting agar kemudahan pelayanan tidak berhenti pada satu kesempatan, melainkan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Mendekatkan Negara kepada Masyarakat
Pelaksanaan Eazy Passport di Kecamatan Noyan yang telah melayani 20 pemohon menjadi gambaran bahwa inovasi pelayanan dapat diterapkan melalui pendekatan yang sederhana, terarah, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ke depan, keberhasilan program semacam ini diharapkan dapat mendorong perluasan pelayanan ke wilayah lain yang menghadapi tantangan akses serupa.
Sebab, kualitas pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh kemegahan kantor dan kecanggihan sistem, tetapi juga oleh kemampuan aparatur negara memastikan masyarakat memperoleh pelayanan secara adil, mudah, dan profesional.
Melalui TASBARA, Imigrasi Entikong membawa pesan penting: pelayanan negara harus semakin dekat dengan rakyat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah perbatasan.
(Ari S | GAPERTA.com)


















