AMPK – TPPO Telah Tiba Di Dinas P3AP2KB Provinsi Riau Berjuang Mendapat Keadilan

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Rahmadsyah aktifis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Korban TPPO bersama Nezza Safitri Nasution orangtua korban TPPO dan NA (17) tiba di Dinas P3AP2KB Provinsi Riau untuk memperjuangkan keradilan, Kamis (29/11/2026).

Sebelumnya di beritakan, Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025) berawal informasi dari Alius L. SH dan disertainya sebuah rekaman video pernyataan diduga korban (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian Serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.

Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iya, berawal informasi ini dari sdr.Alius L. SH menjelaskan kepada Athia Wartawan :
Mohon bantuannya kawan-kawan awak media, Saya baru saja mendapat kiriman video dari Nabila Aisyah (17) warga Medan yang kini korban dugaan disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang2 dan disuruh untuk menggunakan baju Sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang2 milik Ririn tersebut yang berada di wilayah lipat kain kecamatan kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau., ujar alius sambil memberi nomor WA Nabila Aisyah diduga korban tersebut.

Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).

Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan Saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025

Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;

Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang2 ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.

Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik”kerja di usaha cafe remang2 seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn ini di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025

Sementara itu pada minggu malam kejadian (6/7/2025), melalui sumber lain.. muncul lah pertanyaan disampaikan melalui WhatsApp pribadi Athia wartawan dan di sebuah WhatsApp grup nasional, dijelaskan dan disertai bukti hasil screenshot : Khamry Gufron Kanit Reskrim Polsek Kampar Kiri dengan anggota sudah turun langsung ke TKP malam ini dan tidak ada kejadian atau korban seperti itu di wilayah kampar., tegasnya dari pernyataan tersebut.

Berdasarkan pernyataan tersebut, Athia wartawan lebih mencari tahu kebenaran informasi dari berbagai sumber pada pagi hari nya (Senin) dan setelah meyakinkan bahwa benar ada peristiwa dan korban di maksud hingga berbagai sumber menduga sesuatu yang ditutupi, maka Athia wartawan Menyampaikan kembali, tapi mengapa seperti itu pernyataan Kanit yang disampaikan tersebut ??

Sampai ini masih bungkam oknum Kanit Reskrim Polsek Kampar Kiri perihal konfirmasi hasil penyelidikan dan perkembangan.

Padahal kejadian tersebut suatu dugaan kejahatan fatal. Apa masih dilindungi pihak pengusaha tempat maksiat tsb dan pelaku lainnya terhadap diduga korban ke dua gadis bawah umur ini ??.

Dengan peristiwa yang di alami kedua wanita bawah umur menjadi korban penyekapan, akan di jadikan penghibur lelaki hidung belang. Korban dan Team Media berharap, APH Uwilayah beserta Bapak Kapolres Kampar mohon dapat untuk Medindak lanjuti Peristiwa ini..dengan sesuai informas pakta di lapangan maka berita ini di publikkan.

Penulis : Nezza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp1,7 Triliun di Bawah Tanah Pontianak: Proyek Raksasa Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran!!!
Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir: Drama Percintaan Pemprov Dengan Kejati Kalbar, Jangan Sampai Uang Rakyat Ikut “Parkir”
Jangan Jadikan Perda Kambing Hitam Karhutla, Kalo UU-nye Masih Berlaku, Mau Cabut Perda Sampai Habis Pun Apa Gunanye, Kate Wak Midji
Sekda Nias Selatan Bantah Ratusan Dumas Terabaikan: LHP Diterbitkan, Sebagian Berproses hingga Pengadilan
Klarifikasi PT Mitra Aneka Sarana Omon-Omon Doang: Status Mitra Pertamina Bukan Alasan untuk Menutup Ruang Transparansi!!!
500 Warga Padati Nuba Adat Sungai Silat, Tradisi Leluhur Seberuang Ensilat Jadi Perekat Keberagama
Pontianak Diguncang Peredaran Barang Ilegal, Aktivitas Gudang Aritonang dan Kinerja Aparat dan Pengawasan Dipertanyakan?
Diduga Jadi Korban Manipulasi Data Bansos, Widie: Jika Terbukti Kasus Ini di Bawa ke Ranah Hukum!
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rp1,7 Triliun di Bawah Tanah Pontianak: Proyek Raksasa Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran!!!

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir: Drama Percintaan Pemprov Dengan Kejati Kalbar, Jangan Sampai Uang Rakyat Ikut “Parkir”

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Jangan Jadikan Perda Kambing Hitam Karhutla, Kalo UU-nye Masih Berlaku, Mau Cabut Perda Sampai Habis Pun Apa Gunanye, Kate Wak Midji

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Sekda Nias Selatan Bantah Ratusan Dumas Terabaikan: LHP Diterbitkan, Sebagian Berproses hingga Pengadilan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Klarifikasi PT Mitra Aneka Sarana Omon-Omon Doang: Status Mitra Pertamina Bukan Alasan untuk Menutup Ruang Transparansi!!!

Berita Terbaru