SAMPE Geruduk Kantor Walikota Medan Minta Copot Kepling 12 (Titipan) Dewan di Kelurahan Binjai Medan Denai

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Berbagai aliansi masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Aliansi masyarakat Masyarakat Peduli Kota Medan (SEMA) menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Kota Medan dan Kantor Walikota Medan.

Aksi ini menyoroti berbagai kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Adapun tuntutan Aksi antara lain :
1. Copot dan Evaluasi Kepling lingkungan 12, Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai yang kurang aspirasi dan di duga kuat tidak transparan terkait penerimaan bansos ke warga lingkungan 12
2. Usut Tuntas dan transparansi terkait penerimaan bantuan sosial/PKH Bansos, BLT disabilitas, Lansia dsb
3. Kepala lingkungan 12 diduga kuat memanipulasi data warga penerima bantuan sosial.
4. Adanya kejanggalan dalam penerimaan bantuan sosial dilingkungan 12 (awalnya tidak dapat bantuan, setelah ada gebrakan baru dikasi bantuan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami Melakukan Aksi Dermo meminta Walikota Medan Minta Copot Kepling 12 Yang Berkuasa Selama 17 Tahun di Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai Di Duga Manipulasi Data Bansos,” ungkap Johan Merdeka Kordinator Aksi, Rabu (28/1/2025).

Massa Aksi Diterima oleh Kadis Sosial Kota Medan, Camat Medan Denai, Lurah Binjai.

Toni Sidabalok Camat berjanji akan menindak lanjuti keluhan warga.

“Kita akan tindak lanjuti keluhan warga dan periksa kepling 12 dan kalau terbukti bersalah akan kita copot saat ini juga,” pungkasnya.

Penulis : Nezza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp1,7 Triliun di Bawah Tanah Pontianak: Proyek Raksasa Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran!!!
Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir: Drama Percintaan Pemprov Dengan Kejati Kalbar, Jangan Sampai Uang Rakyat Ikut “Parkir”
Jangan Jadikan Perda Kambing Hitam Karhutla, Kalo UU-nye Masih Berlaku, Mau Cabut Perda Sampai Habis Pun Apa Gunanye, Kate Wak Midji
Sekda Nias Selatan Bantah Ratusan Dumas Terabaikan: LHP Diterbitkan, Sebagian Berproses hingga Pengadilan
Klarifikasi PT Mitra Aneka Sarana Omon-Omon Doang: Status Mitra Pertamina Bukan Alasan untuk Menutup Ruang Transparansi!!!
500 Warga Padati Nuba Adat Sungai Silat, Tradisi Leluhur Seberuang Ensilat Jadi Perekat Keberagama
Pontianak Diguncang Peredaran Barang Ilegal, Aktivitas Gudang Aritonang dan Kinerja Aparat dan Pengawasan Dipertanyakan?
Diduga Jadi Korban Manipulasi Data Bansos, Widie: Jika Terbukti Kasus Ini di Bawa ke Ranah Hukum!
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rp1,7 Triliun di Bawah Tanah Pontianak: Proyek Raksasa Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran!!!

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir: Drama Percintaan Pemprov Dengan Kejati Kalbar, Jangan Sampai Uang Rakyat Ikut “Parkir”

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Jangan Jadikan Perda Kambing Hitam Karhutla, Kalo UU-nye Masih Berlaku, Mau Cabut Perda Sampai Habis Pun Apa Gunanye, Kate Wak Midji

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Sekda Nias Selatan Bantah Ratusan Dumas Terabaikan: LHP Diterbitkan, Sebagian Berproses hingga Pengadilan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Klarifikasi PT Mitra Aneka Sarana Omon-Omon Doang: Status Mitra Pertamina Bukan Alasan untuk Menutup Ruang Transparansi!!!

Berita Terbaru