Tindak Tegas, Proses Hukum Penggelapan Motor Terhambat, Leasing FIF Rantau Prapat Tuntut Bayar Tunggakan Sebelum Beri Surat ke Polsek NA IX-X.

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABURA, – Upaya mencari keadilan yang dilakukan Alfiansyah Ramadhan, seorang nasabah pembiayaan FIF, kini menemui jalan buntu. Karena proses untuk membuat laporan, kepolisian memerlukan surat dari FIF, akibat sikap manajemen FIF cabang Rantau Prapat yang dinilai tidak kooperatif dalam membantu nasabah yang sedang tertimpa musibah pidana.

Kasus ini bermula pada Minggu, 8 Februari 2026, saat Alfiansyah Ramadhan tengah berkumpul bersama rekan rekan nya ( enam orang ) di sebuah warung miso di lingkungan 1 Kelurahan Aek Kota Batu. Salah satu rekannya berinisial DAS, tiba tiba mengambil kunci sepeda motor milik Alfiansyah yang tergeletak di atas meja dengan alasan ingin membeli nasi karena lapar. Percaya pada temannya, Alfiansyah bahkan menitipkan uang untuk dibelikan nasi juga, begitu juga dengan beberapa rekan lain turut titip uang untuk beli nasi dan makanan. Namun, hingga berita ini ditayangkan ( Selasa, 10/02/2026 ), DAS tak kunjung kembali dan keberadaan sepeda motor tersebut tidak diketahui.

Pihak keluarga Alfiansyah didampingi perangkat desa kampung pajak telah berupaya mendatangi rumah orang tua DAS. Namun, pihak keluarga terkesan menutup nutupi dengan memberikan alibi bahwa DAS sedang berada di Medan bersama ibunya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Atas kejadian tersebut, Alfiansyah bersama orang tuanya melaporkan dugaan penggelapan ( TINDAK PIDANA nya ) ini ke Polsek NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Namun, walaupun akan buat laporan “Tindak Pidana” ternyata pihak kepolisian memerlukan surat keterangan dari pihak leasing yang menyatakan bahwa BPKB kendaraan tersebut masih berada di FIF cabang Rantau Prapat sebagai syarat kelengkapan administrasi laporan.

Baca Juga:  SAMPE Geruduk Kantor Walikota Medan Minta Copot Kepling 12 (Titipan) Dewan di Kelurahan Binjai Medan Denai

Sikap mengecewakan justru datang dari pihak FIF cabang Rantau Prapat. Melalui seorang pegawai berinisial Jul ( di lantai dua ), pihak leasing menolak mengeluarkan surat keterangan yang dibutuhkan nasabahnya. Alih alih menunjukkan empati kepada nasabah yang sudah membayar angsuran sebanyak 27 kali, pihak FIF justru meminta nasabah melunasi tunggakan terlebih dahulu sebagai syarat keluarnya surat tersebut.

“Kami datang meminta bantuan surat keterangan untuk keperluan laporan polisi karena motor digelapkan orang. Tapi pihak FIF melalui pegawainya, Jul, mengatakan tidak bisa mengeluarkan surat kalau tunggakan belum dibayar. Kami merasa dipersulit, pada hal ini urusan hukum pidana, tapi ada pula sangkutan nya dengan hukum Perdata ?” Ujar pihak keluarga dengan nada kecewa.

Sikap kaku manajemen FIF cabang Rantau Prapat ini dinilai sangat merugikan konsumen. Sebagai lembaga pembiayaan besar, FIF seharusnya mendukung penegakan hukum terhadap unit yang hilang atau di gelapkan ( Pidana ), bukan justru menjadikannya alat sandera birokrasi ditengah musibah yang dialami nasabah.

Hingga saat ini, Laporan Polisi ( LP ) Alfiansyah Ramadhan di Polsek NA IX-X ( PIDANA ) masih terkendala kelengkapan berkas akibat ketiadaan surat keterangan dari FIF ( PERDATA ). Masyarakat berharap pihak manajemen pusat FIF dapat memberikan perhatian pada kasus ini agar citra perusahaan tidak tercoreng akibat pelayanan yang tidak humanis dan menghambat proses hukum. Dan tindakan tidak kooperatif pihak FIF dapat saja di laporkan ke OJK.

Penulis : Albert

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wartawan Kalbar Serahkan Kaos HPN 2026 di Banten, Sekjen PWI Pusat Apresiasi Dukungan Daerah
Pengurus SPBU-N dan OPD: Ada Rekom Untuk Nelayan dan Sped Sukadana Pontianak
Peduli Lingkungan Prajurit Posal Teluk Melano dan Forkopimcam Simpang Hilir Turun Langsung Bersihkan Sampah.
Beriman Panjaitan, SH.MH Mendampingi Tuimin “Mertua Tergugat ” Menantu Dalam Agenda Sidang Pemeriksaan Setempat
Lemah Hukum di Polres Batanghari, PETI Padang Kelapo Kembali Beroperasi, Diduga Ada Setoran Uang Keamanan Rp.500 Ribu per-Mesin….!!
Diduga Koperasi Desa “Merah Putih ” Desa Kampung Padang Melanggar Prinsip Keterbukaan Publik
Kapolsek Tempunak Pimpin Langsung Pembongkaran Arena Judi Sabung Ayam Di Desa Suka Jaya
Kronologi: 26 Tahun ex HGU PTPN 3 Poktan Leuweung Hideung Digugat PTPN IV Marbau Selatan.
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:43 WIB

Wartawan Kalbar Serahkan Kaos HPN 2026 di Banten, Sekjen PWI Pusat Apresiasi Dukungan Daerah

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:11 WIB

Tindak Tegas, Proses Hukum Penggelapan Motor Terhambat, Leasing FIF Rantau Prapat Tuntut Bayar Tunggakan Sebelum Beri Surat ke Polsek NA IX-X.

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:27 WIB

Pengurus SPBU-N dan OPD: Ada Rekom Untuk Nelayan dan Sped Sukadana Pontianak

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:21 WIB

Peduli Lingkungan Prajurit Posal Teluk Melano dan Forkopimcam Simpang Hilir Turun Langsung Bersihkan Sampah.

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:22 WIB

Beriman Panjaitan, SH.MH Mendampingi Tuimin “Mertua Tergugat ” Menantu Dalam Agenda Sidang Pemeriksaan Setempat

Berita Terbaru