LABUHANBATU
Peringatan Hari Desa Nasional yang diperingati setiap 15 Januari menjadi momentum penting untuk kembali merenungkan peran strategis desa dalam pembangunan bangsa. Desa tidak hanya dipahami sebagai wilayah administratif, tetapi juga fondasi utama peradaban dan kekuatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Indonesia tercatat memiliki lebih dari 74 ribu desa yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Di desa-desa inilah tumbuh dan berkembang nilai gotong royong, kearifan lokal, serta kebudayaan yang menjadi jati diri bangsa. Mayoritas masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya di desa, mengelola sumber daya alam, dan membangun masa depan keluarga.
Kepala Desa N6, Kecamatan Bilah Hulu, Yunus Ginting, dalam amanatnya pada upacara Hari Desa Nasional menegaskan pentingnya pembangunan desa yang merata dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemerintah melalui Dana Desa telah memberikan perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan pelayanan publik. Namun, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada dana dan program pemerintah, melainkan juga partisipasi aktif seluruh warga desa,” ujarnya, Kamis (15/01/26).
Ia menekankan bahwa desa maju adalah desa yang mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal, mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang produktif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Yunus Ginting juga mengajak seluruh aparatur desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan dedikasi, transparansi, dan akuntabilitas.
Kepada masyarakat desa, ia mengajak untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun desa.
Di era digital saat ini, desa juga dituntut untuk tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi. Digitalisasi dinilai penting untuk memasarkan produk lokal, memperluas akses informasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
“Desa yang terhubung dengan teknologi adalah desa yang siap bersaing dan berkembang di masa depan,” tambahnya.
Peringatan Hari Desa Nasional diharapkan dapat menjadi penyemangat baru bagi seluruh elemen masyarakat desa untuk terus bekerja keras mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.
Upacara peringatan Hari Desa Nasional tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa N6, Yunus Ginting, sebagai pimpinan upacara, dengan Inspektur Upacara Serma SM Pakpahan.
“Maju Desaku, Maju Indonesiaku,” tutupnya.
Penulis : Andre















