Diduga Penyalahgunaan Solar Subsidi di SPBU Badau Kapuas Hulu, Ketua LSM Maung: APH Jangan Tutup Mata

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapuas Hulu, Kalbar
Dugaan praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali mencuat di wilayah perbatasan Kabupaten Kapuas Hulu.

Aktivitas mencurigakan terpantau di SPBU Badau, Kecamatan Badau, di mana sejumlah jeriken dan kendaraan diduga melakukan pengisian solar subsidi dalam jumlah besar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat puluhan jeriken berbagai ukuran tersusun di area pengisian BBM. Selain itu, sebuah kendaraan pick up tampak memuat banyak jeriken yang diduga berisi solar dan pertalite.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas tersebut memicu pertanyaan masyarakat karena pengisian BBM subsidi seharusnya dibatasi dan diprioritaskan untuk masyarakat yang benar-benar berhak.
Sejumlah warga menyebut praktik pengisian menggunakan jeriken dalam jumlah besar tersebut bukanlah hal baru.

Aktivitas tersebut diduga telah berlangsung cukup lama dan terkesan dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dari pihak terkait.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM Maung Kapuas Hulu, Dede Black, yang akrab disapa Dede, angkat bicara. Ia menilai praktik seperti ini tidak bisa terus dibiarkan karena berpotensi merugikan masyarakat serta negara.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Jika benar ada permainan dalam distribusi BBM subsidi, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas. Jangan sampai ada kesan aparat menutup mata,” tegas Dede.

Baca Juga:  Aktivitas Cut and Fill PT Wasco Dipertanyakan

Menurutnya, distribusi BBM subsidi harus diawasi secara ketat karena BBM tersebut merupakan hak masyarakat kecil seperti petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro.

“Kalau memang ada oknum yang bermain dalam distribusi BBM subsidi, harus ditindak tanpa pandang bulu. Jangan sampai ada pembiaran yang membuat praktik ini terus berulang,” tambahnya.

Dede juga meminta aparat penegak hukum (APH) serta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken dalam jumlah besar tersebut.

Sebagaimana diketahui, penyalahgunaan BBM subsidi dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, di mana pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dapat dikenakan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU maupun aparat terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan aktivitas pengisian BBM subsidi menggunakan jeriken dalam jumlah besar tersebut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengambil langkah tegas agar penyaluran BBM subsidi di wilayah Kapuas Hulu benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Penulis : MN/Tim-red

Editor : MN

Sumber Berita: Dede Black

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

IRONIS: Alat Berat Nganggur di Depan Pondok Bupati, Jalan Manding Rusak Parah
Pengamat Hukum: Insiden Katulistiwa Plaza Bukan Sekadar Penganiayaan, Ada Indikasi Terencana !!!
GUNCANGAN MAUNG KALBAR : Jangan Biarkan Modal Menindas, Minta Pak Prabowo Bela Rakyat Kalbar
Dalih HANYA TITIPAN Dipertanyakan: Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi
Suami Bawa Sepeda Motor Untuk Bawa Angkot, Malah Ditahan dan Dijadikan Terdakwa.
Lapor Pak Gubernur! PT Talenta Putra Utama Diduga Langgar UU No. 13/2003, Hak Buruh Ditahan
Oknum Dokter Kecantikan Diduga Ikut Serta Dalam Aksi “KOBOI” Oknum Jaksa EMN
Klarifikasi Manajemen SPBU 66.796.04 Sayan Diragukan, Tim Investigasi Tantang Buka Rekaman CCTV
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:48 WIB

IRONIS: Alat Berat Nganggur di Depan Pondok Bupati, Jalan Manding Rusak Parah

Sabtu, 18 April 2026 - 11:04 WIB

Pengamat Hukum: Insiden Katulistiwa Plaza Bukan Sekadar Penganiayaan, Ada Indikasi Terencana !!!

Rabu, 15 April 2026 - 12:23 WIB

GUNCANGAN MAUNG KALBAR : Jangan Biarkan Modal Menindas, Minta Pak Prabowo Bela Rakyat Kalbar

Selasa, 14 April 2026 - 05:12 WIB

Dalih HANYA TITIPAN Dipertanyakan: Toko Erajaya Bike Diduga Rutin Jual LPG Subsidi Rp28 Ribu Tanpa Plang Resmi

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Suami Bawa Sepeda Motor Untuk Bawa Angkot, Malah Ditahan dan Dijadikan Terdakwa.

Berita Terbaru