Pemkab Kubu Raya Diminta Bertindak Tegas, Overload Truk Sawit Ancam Infrastruktur Jalan dan Keselamatan Warga !!!

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 03:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kubu Raya, Kalbar 

Ruas jalan penghubung Kecamatan Kuala Mandor B menuju Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan terancam mengalami kerusakan berat akibat aktivitas kendaraan dump truk pengangkut buah sawit dengan muatan diduga melebihi kapasitas jalan.(24/5).

Jalur yang menjadi akses vital masyarakat dan distribusi hasil ekonomi tersebut disebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan tonase maksimal enam ton. Ketentuan itu sebelumnya juga telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sebagai bentuk pengendalian beban kendaraan agar usia infrastruktur jalan tetap terjaga.
Namun fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Sejumlah dump truk pengangkut sawit diduga tetap melintas dengan beban jauh di atas kapasitas yang ditentukan. Aktivitas tersebut berlangsung hampir setiap hari dan disebut lebih dominan terjadi pada malam hingga dini hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, badan jalan mulai mengalami penurunan kualitas secara signifikan. Retakan pada permukaan aspal mulai terlihat di sejumlah titik, bahkan beberapa bagian jalan disebut mulai ambles akibat tekanan kendaraan bertonase tinggi yang terus berulang.

Masyarakat menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi tersebut. Warga menduga aktivitas angkutan sawit pada malam hari sengaja dilakukan untuk menghindari pengawasan petugas sehingga kendaraan bermuatan berlebih dapat bebas melintas.
Seorang warga pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya meminta pemerintah daerah segera turun tangan sebelum kerusakan semakin meluas.

“Jangan tunggu jalan ini hancur total baru ditindak. Pemerintah harus awasi malam hari dan beri sanksi tegas terhadap truk yang melanggar tonase,” ujarnya.

Tidak hanya soal kerusakan jalan, warga juga menyoroti potensi meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang mulai rusak ditambah minimnya penerangan pada malam hari. Situasi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.

Selain meminta penertiban kendaraan overload, masyarakat juga mendesak adanya audit terhadap aktivitas penimbangan sawit di sepanjang jalur Kuala Mandor B–Mega Timur. Warga menduga lemahnya pengawasan terhadap sistem penimbangan menjadi salah satu penyebab kendaraan bermuatan berlebih tetap dapat beroperasi.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir kerusakan jalan akan semakin parah dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian maupun kebutuhan pokok dikhawatirkan ikut terganggu akibat akses jalan yang rusak.

Di sisi lain, muncul sorotan terhadap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang dinilai belum maksimal melakukan pengawasan dan penindakan. Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran terhadap aktivitas kendaraan overload yang terus berlangsung dalam jangka waktu cukup lama.

Padahal, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan demi kepentingan masyarakat luas. Kerusakan jalan akibat kendaraan bermuatan berlebih bukan hanya menimbulkan kerugian negara dari sisi biaya perbaikan, tetapi juga dapat mengancam keselamatan pengguna jalan.

Secara regulasi, pengaturan mengenai penggunaan jalan dan kendaraan angkutan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam Pasal 19 disebutkan bahwa penyelenggara jalan wajib menjaga kondisi jalan agar tetap laik fungsi dan aman digunakan masyarakat. Selain itu, Pasal 307 UU Nomor 22 Tahun 2009 mengatur sanksi bagi kendaraan yang melanggar ketentuan muatan dan tata cara pengangkutan.

Sementara itu, tanggung jawab pemerintah daerah dalam penyelenggaraan jalan juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan sebagaimana telah diperbarui melalui UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan.

Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban melakukan pengawasan, pemeliharaan, serta perlindungan fungsi jalan agar infrastruktur publik tidak cepat mengalami kerusakan.
Masyarakat berharap Pemkab Kubu Raya bersama aparat terkait segera mengambil langkah konkret melalui patroli malam, penegakan aturan tonase kendaraan, hingga evaluasi izin aktivitas penimbangan sawit di kawasan tersebut.

Warga menilai langkah tegas harus segera dilakukan agar kerusakan jalan tidak semakin parah dan anggaran daerah tidak terus terbebani akibat perbaikan infrastruktur yang rusak karena kelalaian pengawasan.

Sumber : Tim Liputan
Red/Tim*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Nanga Pintas Diprotes Warga: Bangunan Belum Jadi, Kekecewaan Sudah Berdiri Kokoh, Pengawasan Tidur, BupatiNye Tengah Liburan !!!
Warga Pertanyakan Aktivitas PT CUT, Dugaan Penggarapan Lahan hingga Kawasan Hutan Lindung Mencuat: Ketika Tanah Rakyat Mendadak Punya Pemilik Baru
Jembatan Roboh, Janji Pejabat Masih Kokoh: Ketika Warga Desa Kubu Belajar Bahwa Infrastruktur Kadang Hanya Hadir Saat Kampanye
Jalan Hancur, Janji Mulus Tinggal Spanduk: Warga Desa Balai Agas Bertanya, Anggaran Pembangunan Hilang ke Lumpur atau ke Kantong Pejabat ???
Berita Viral Calon Kepala Desa Sukamulya Hj. Desi Kurniati Malik, SH
Satgas Saber Pungli dan Inspektorat diminta Periksa Dugaan Pungli Rp15,7 Juta, Panitia BPD Sukamulya
Tokoh dan Umat Islam Kalbar Desak DPRD Kawal Dugaan Aliran Sesat, Minta Kepastian Hukum atas Dugaan Penodaan Agama !!!
DPD ASWIN dan DPD GWI Kalbar Klarifikasi Isu Penyekapan Wartawan di SPBU 64.781.21, Tudingan Bos Preman Dinilai Tak Berdasar
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 03:22 WIB

Pemkab Kubu Raya Diminta Bertindak Tegas, Overload Truk Sawit Ancam Infrastruktur Jalan dan Keselamatan Warga !!!

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:24 WIB

Warga Pertanyakan Aktivitas PT CUT, Dugaan Penggarapan Lahan hingga Kawasan Hutan Lindung Mencuat: Ketika Tanah Rakyat Mendadak Punya Pemilik Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:00 WIB

Jembatan Roboh, Janji Pejabat Masih Kokoh: Ketika Warga Desa Kubu Belajar Bahwa Infrastruktur Kadang Hanya Hadir Saat Kampanye

Minggu, 17 Mei 2026 - 02:23 WIB

Jalan Hancur, Janji Mulus Tinggal Spanduk: Warga Desa Balai Agas Bertanya, Anggaran Pembangunan Hilang ke Lumpur atau ke Kantong Pejabat ???

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:32 WIB

Berita Viral Calon Kepala Desa Sukamulya Hj. Desi Kurniati Malik, SH

Berita Terbaru