Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Nanga Pintas Diprotes Warga: Bangunan Belum Jadi, Kekecewaan Sudah Berdiri Kokoh, Pengawasan Tidur, BupatiNye Tengah Liburan !!!

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melawi, Kalbar
Pembangunan gedung Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, mendadak menjadi sorotan warga pada Kamis, 21 Mei 2026.

Bukan karena desainnya yang megah atau progres pembangunan yang luar biasa cepat, melainkan karena munculnya protes warga terkait dugaan minimnya transparansi pekerjaan.

Warga menilai pelaksanaan proyek tersebut berjalan seperti teka-teki: bangunan terlihat, tetapi gambar kerja justru menghilang entah ke mana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga Desa Nanga Pintas yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku kecewa terhadap proses pembangunan tersebut. Ia menilai pelaksana proyek terkesan tertutup dan tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan sosial.

“Kami ini masyarakat desa, bukan penonton pembangunan. Tapi kalau gambar kerja saja tidak dipasang, bagaimana masyarakat bisa tahu apakah pekerjaan itu sesuai spek atau tidak?” ujarnya kepada awak media.

Menurut warga, persoalan tidak berhenti pada minimnya transparansi. Ia juga menyoroti sistem penimbunan tanah di area bangunan yang disebut tidak menggunakan penahan tanah atau barau, sehingga dikhawatirkan dapat berdampak terhadap kekuatan dan ketahanan bangunan di kemudian hari.

Warga bahkan menyebut kondisi tersebut terkesan seperti pekerjaan yang lebih mengejar cepat selesai dibanding memastikan kualitas.

“Kalau dibiarkan begitu saja, bangunan mungkin berdiri, tapi pertanyaannya bertahan berapa lama? Jangan sampai nanti masyarakat penerima manfaat yang akhirnya ikut menanggung akibatnya,” lanjutnya.

Bangunan Koperasi atau Ujian Kesabaran Warga?

Ironi pembangunan di daerah kadang memang unik. Papan proyek sering berdiri tegak, tetapi informasi pekerjaan justru rebah sebelum sempat dibaca masyarakat.

Transparansi yang seharusnya menjadi pondasi, terkadang malah lebih sulit ditemukan daripada material bangunan itu sendiri.

Padahal, proyek yang menggunakan anggaran publik semestinya terbuka untuk diawasi bersama.

Sebab uang negara bukan uang sulap yang datang sendiri lalu berubah menjadi bangunan tanpa pertanggungjawaban.
Warga berharap sebelum seluruh persoalan di lapangan diselesaikan secara jelas, aktivitas pembangunan sementara dihentikan agar tidak menimbulkan polemik yang lebih besar di kemudian hari.

Sorotan Upah Pekerja:

“Keringat Tahun 2026, Upah Masih Era Lama”
Selain soal teknis pembangunan, warga juga menyoroti dugaan rendahnya upah tenaga kerja harian dalam proyek tersebut.

Menurut keterangan narasumber, pekerja disebut hanya menerima upah sekitar Rp100 ribu per hari.

Nilai itu dinilai jauh dari standar upah harian yang lazim di Kabupaten Melawi saat ini, yang menurut warga telah berkisar sekitar Rp150 ribu per hari.

“Harga kebutuhan sekarang terus naik. Kalau pekerja hanya dibayar Rp100 ribu per hari, rasanya tidak seimbang lagi dengan kondisi ekonomi saat ini,” ungkap sumber tersebut.

Pernyataan itu pun memantik sindiran halus dari masyarakat. Di tengah jargon pemberdayaan ekonomi desa dan penguatan koperasi rakyat, pekerja justru diduga masih diminta bertahan dengan upah yang bahkan kalah cepat naik dibanding harga cabai di pasar.

Harapan Warga:

Transparansi dan Pengawasan
Masyarakat Desa Nanga Pintas berharap pihak pelaksana proyek, pemerintah desa, serta instansi terkait dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai:

Spesifikasi teknis pembangunan;
Gambar dan rencana kerja proyek;
Standar kualitas pekerjaan;
Sistem pengawasan proyek;
Hingga kejelasan terkait standar upah tenaga kerja.

Warga menilai keterbukaan informasi penting agar pembangunan yang digadang-gadang untuk kepentingan masyarakat tidak justru meninggalkan kekecewaan di tengah masyarakat itu sendiri.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun pihak terkait lainnya.

Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai amanat Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Sumber: Warga Desa Nanga Pintas, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Pertanyakan Aktivitas PT CUT, Dugaan Penggarapan Lahan hingga Kawasan Hutan Lindung Mencuat: Ketika Tanah Rakyat Mendadak Punya Pemilik Baru
Jembatan Roboh, Janji Pejabat Masih Kokoh: Ketika Warga Desa Kubu Belajar Bahwa Infrastruktur Kadang Hanya Hadir Saat Kampanye
Jalan Hancur, Janji Mulus Tinggal Spanduk: Warga Desa Balai Agas Bertanya, Anggaran Pembangunan Hilang ke Lumpur atau ke Kantong Pejabat ???
Berita Viral Calon Kepala Desa Sukamulya Hj. Desi Kurniati Malik, SH
Satgas Saber Pungli dan Inspektorat diminta Periksa Dugaan Pungli Rp15,7 Juta, Panitia BPD Sukamulya
Tokoh dan Umat Islam Kalbar Desak DPRD Kawal Dugaan Aliran Sesat, Minta Kepastian Hukum atas Dugaan Penodaan Agama !!!
DPD ASWIN dan DPD GWI Kalbar Klarifikasi Isu Penyekapan Wartawan di SPBU 64.781.21, Tudingan Bos Preman Dinilai Tak Berdasar
Mulailah Dari Hal Sederhana: Ketua DPW FRIC Kalbar Rabi Gelar Bakti Sosial Donor Darah di RSUD Melawi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:47 WIB

Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Nanga Pintas Diprotes Warga: Bangunan Belum Jadi, Kekecewaan Sudah Berdiri Kokoh, Pengawasan Tidur, BupatiNye Tengah Liburan !!!

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:24 WIB

Warga Pertanyakan Aktivitas PT CUT, Dugaan Penggarapan Lahan hingga Kawasan Hutan Lindung Mencuat: Ketika Tanah Rakyat Mendadak Punya Pemilik Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:00 WIB

Jembatan Roboh, Janji Pejabat Masih Kokoh: Ketika Warga Desa Kubu Belajar Bahwa Infrastruktur Kadang Hanya Hadir Saat Kampanye

Minggu, 17 Mei 2026 - 02:23 WIB

Jalan Hancur, Janji Mulus Tinggal Spanduk: Warga Desa Balai Agas Bertanya, Anggaran Pembangunan Hilang ke Lumpur atau ke Kantong Pejabat ???

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:32 WIB

Berita Viral Calon Kepala Desa Sukamulya Hj. Desi Kurniati Malik, SH

Berita Terbaru