Di Balik Lensa yang Basah: Getir Suara Terakhir dari Tanah Rencong Kalimat Pembuka

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang, Aceh

“Ketika kamera mulai merekam, yang tertangkap bukan sekadar puing dan lumpur, melainkan detak jantung sebuah bangsa yang sedang dipertaruhkan di ujung barat Indonesia.”

Mungkin ini adalah siaran terakhir saya (Irene Wardhanie) untuk CNN di titik ini. Di tengah gemuruh duka yang belum usai, ada beban yang jauh lebih berat dari sekadar peralatan siaran yang kami panggul. 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sepanjang hari ini, setiap warga yang kami temui menitipkan pesan yang sama: 

“Sampaikan kebenaran tentang Aceh.”

Tugas ini terasa begitu menyesakkan, sambil menagis. Beratnya menyampaikan fakta di lapangan sama sulitnya dengan perjuangan para relawan yang bertaruh nyawa menembus wilayah-wilayah terisolasi yang hingga kini masih terkunci dari bantuan. 

Di sini, kami tidak hanya merekam bencana, kami merekam harapan yang mulai terkikis oleh waktu.

Pertanyaan untuk Pemerintah Pusat

Mewakili suara dari tenda-tenda pengungsian dan wilayah yang belum terjamah, kami menitipkan pertanyaan ini untuk dijawab oleh Istana:

– Mengapa hingga detik ini pemerintah pusat belum membuka pintu bagi bantuan internasional, sementara sumber daya lokal mulai mencapai titik nadir dalam menghadapi skala kerusakan yang ada?

– Bagaimana langkah konkret dan cepat pemerintah untuk menjangkau titik-titik isolasi yang selama berhari-hari belum tersentuh bantuan logistik maupun evakuasi medis?

– Apakah birokrasi dan prosedur masih menjadi prioritas yang lebih tinggi dibandingkan nyawa warga Aceh yang sedang berpacu dengan waktu?

– Atau ada yang ingin ditutupi di bencana sumatra untuk menyelamatkan para koruptor di sumatra ?

“Aceh tidak butuh narasi yang mempercantik keadaan; Aceh butuh tindakan nyata sebelum layar kami benar-benar gelap dan suara mereka hilang ditelan sunyi.”

Baca Juga:  AMPK - TPPO Geruduk Kantor Walikota, Minta DP3APMP2KB Kota Medan Dampingi Korban Buat LP Ke Pekanbaru

Penulis : Dicky (Pim-Red)

Editor : Teresya S

Sumber Berita: Dilansir siaran live Irene Wardhanie CNN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Korem 121/Abw Gelar Upacara Bendera Mingguan sebagai Penguatan Jiwa Nasionalisme dan membentuk Disiplin
Polres Sintang Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Kapuas 2026
Dituding Markup, Kadisnav Pontianak Pastikan Proyek Pagar Rumah Dinas Transparan dan Akuntabel
Sekdes Padang Kelapo Terseret Isu PETI, Polisi Akui Masuk Radar Penyelidikan
Profil Alfin Nomleni: Sukses Meraih 3 Medali Emas Olahraga Lari
Wisata Baru “Kampung Narkoba” Aek Paing: Destinasi Paling Aman di Bawah Lindungan Bendera.
Lapor Pak, (G) Sebagai Korlap (Dar) Diduga Edarkan Shabu Aek Paing Bawah ll, Ditindak Tegas.. !!
Ketua Umum ABB Dedi Ainal Dan Ustadz Ilham Maulana Dukung Polres Pelabuhan Belawan Berantas Judi Ikan Di Pekan Labuhan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 14:07 WIB

‎Korem 121/Abw Gelar Upacara Bendera Mingguan sebagai Penguatan Jiwa Nasionalisme dan membentuk Disiplin

Senin, 2 Februari 2026 - 14:05 WIB

Polres Sintang Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Kapuas 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 14:00 WIB

Dituding Markup, Kadisnav Pontianak Pastikan Proyek Pagar Rumah Dinas Transparan dan Akuntabel

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:11 WIB

Sekdes Padang Kelapo Terseret Isu PETI, Polisi Akui Masuk Radar Penyelidikan

Minggu, 1 Februari 2026 - 05:13 WIB

Profil Alfin Nomleni: Sukses Meraih 3 Medali Emas Olahraga Lari

Berita Terbaru