PALEMBANG | Gaperta.com – Melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif keluarga, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat.
Kesadaran tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan upacara bendera di SD Negeri 78 Palembang, yang berlokasi di Jalan KH Azhari, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (2/11/2026), sekitar pukul 07.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Sabil, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara sekaligus memberikan pengarahan kepada para siswa mengenai pentingnya menjauhi narkoba dan penyalahgunaan lem aibon yang dapat membahayakan kesehatan serta mengancam masa depan anak-anak.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini turut diikuti para tenaga pendidik, termasuk guru kelas I, V, dan VI, bersama para siswa yang mengikuti rangkaian upacara di lingkungan sekolah.
Sekolah Menjadi Benteng Awal Pencegahan Narkoba
Pendidikan tentang bahaya narkoba perlu diberikan sejak dini dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak.

Pada usia sekolah dasar, anak-anak berada dalam masa pertumbuhan, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta mulai mengenal berbagai pengaruh dari lingkungan pergaulan.
Karena itu, pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan zat adiktif menjadi salah satu langkah penting untuk membentuk kemampuan anak dalam membedakan perilaku yang aman dan tindakan yang dapat merugikan dirinya.
Dalam arahannya, Sabil mengingatkan para siswa agar tidak mencoba narkoba maupun menyalahgunakan lem aibon untuk dihirup.
Penyalahgunaan zat tersebut dapat mengganggu fungsi otak, merusak kesehatan fisik dan mental, serta berdampak buruk terhadap kemampuan belajar dan perkembangan anak.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa menjaga diri dari zat berbahaya merupakan bagian penting dari upaya meraih cita-cita dan membangun masa depan yang lebih baik.
Bahaya Aibon Tidak Boleh Dianggap Sepele
Selain narkotika, penyalahgunaan lem yang mengandung bahan kimia mudah menguap juga menjadi persoalan yang perlu mendapatkan perhatian.
Meskipun lem merupakan produk yang memiliki kegunaan sehari-hari, menghirup uapnya secara sengaja untuk memperoleh efek memabukkan sangat berbahaya.
Paparan zat kimia tersebut dapat menyebabkan pusing, gangguan kesadaran, kerusakan organ, bahkan berisiko menimbulkan kematian mendadak.
Oleh sebab itu, pendidikan pencegahan tidak cukup hanya dengan menyampaikan larangan. Anak-anak juga perlu diberikan pemahaman tentang alasan mengapa tindakan tersebut berbahaya, bagaimana menolak ajakan yang tidak baik, serta kepada siapa mereka harus meminta pertolongan.

Peran guru dan orang tua menjadi sangat penting dalam membangun komunikasi yang terbuka agar anak tidak takut bercerita ketika menghadapi tekanan atau pengaruh negatif dari lingkungan.
Menanamkan Disiplin, Karakter, dan Keberanian Menolak Pengaruh Buruk
Kegiatan upacara bendera juga menjadi sarana pendidikan karakter yang memiliki nilai strategis bagi pembentukan kepribadian peserta didik.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya dilatih untuk disiplin, menghormati simbol negara, dan mencintai tanah air, tetapi juga diarahkan agar memiliki tanggung jawab terhadap kesehatan serta keselamatan dirinya.
Pesan antinarkoba yang disampaikan dalam lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak-anak ketika menghadapi berbagai tantangan pergaulan.
Keberanian mengatakan tidak terhadap narkoba dan penyalahgunaan zat berbahaya merupakan sikap yang perlu dibangun melalui pendidikan berkelanjutan, keteladanan, serta pendampingan yang penuh kepedulian.
Menyelamatkan Masa Depan Anak Merupakan Tanggung Jawab Bersama
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba akan lebih efektif apabila sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah berjalan bersama.
Sekolah dapat menjadi ruang pembelajaran dan pembentukan karakter, sementara keluarga memiliki peran utama dalam memberikan kasih sayang, pengawasan, serta pendidikan moral.
Masyarakat juga diharapkan ikut menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui pengarahan yang disampaikan dalam upacara di SD Negeri 78 Palembang, nilai-nilai pencegahan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pesan sesaat, melainkan menjadi kebiasaan positif yang terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, anak-anak hari ini merupakan generasi yang kelak menentukan arah perjalanan bangsa.
Mencegah mereka terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba bukan sekadar menyelamatkan satu kehidupan, melainkan menjaga harapan keluarga, masyarakat, dan masa depan Indonesia.
(Lusi)

















