Tradisi Nuba Adat di Sungai Silat Jadi Simbol Perekat Sosial Lintas Suku dan Agama

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SILAT HILIR | Pelaksanaan Tradisi Nuba Adat di Sungai Silat, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, bukan sekadar kegiatan menangkap ikan secara bersama-sama. Tradisi turun-temurun masyarakat etnis Seberuang Ensilat tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus perekat sosial lintas suku dan agama yang masih kuat di tengah kehidupan masyarakat.

‎Ketua Panitia Nuba Adat, Yohanes Gerai, menuturkan bahwa Nuba Adat merupakan tradisi etnik Seberuang Ensilat yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Tradisi tersebut tidak hanya mengandung nilai budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial bagi masyarakat.

‎Menurut Yohanes Gerai, dalam situasi kemarau ekstrem, para leluhur meyakini pelaksanaan tradisi Menuba Adat dapat menjadi ikhtiar untuk mengusir segala sampar atau penyakit sekaligus mengundang turunnya hujan.

‎“Kami menggunakan tuba tradisional berupa akar-akaran, bukan zat kimia,” tegas Yohanes Gerai, Senin (17/8/2026) malam saat ditemui dalam persiapan ritual.

‎Ia menjelaskan, penggunaan bahan tradisional tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Nuba Adat. Selain mempertahankan warisan leluhur, masyarakat juga berupaya menjaga agar tradisi tersebut tetap dilakukan sesuai dengan nilai dan tata cara yang diwariskan oleh generasi sebelumnya.

‎Menariknya, meskipun informasi mengenai pelaksanaan Nuba Adat telah disampaikan kepada masyarakat sekitar dua minggu sebelumnya, jumlah warga yang hadir pada hari pelaksanaan justru bertambah secara spontan diperkirakan mencapai 500 orang.

‎Warga dari berbagai tempat berdatangan secara berbondong-bondong ke lokasi. Mereka tidak hanya berasal dari satu kelompok masyarakat, tetapi turut hadir dari berbagai latar belakang suku dan agama.

‎Kehadiran masyarakat secara spontan tersebut menunjukkan tingginya antusiasme sekaligus rasa memiliki terhadap tradisi Nuba Adat. Kegiatan yang awalnya merupakan bagian dari tradisi masyarakat etnis Seberuang Ensilat itu berkembang menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan membangun kebersamaan.

‎Tradisi Nuba Adat juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk saling berinteraksi, bergotong royong, serta menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman.

‎Bagi masyarakat etnis Seberuang Ensilat, Nuba Adat bukan hanya tentang menangkap ikan atau ritual tradisional. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi warisan budaya yang menyatukan masyarakat dan mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan, gotong royong, serta menghormati keberagaman.

‎Dengan terus dilestarikan secara bersama-sama, Nuba Adat diharapkan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat etnis Seberuang Silat sekaligus menjadi simbol kerukunan lintas suku dan agama di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

‎Penulis : Maurianus Ajan

Editor: MN

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Dusun Sungai Mali dan Ketua Adat Desa Seberu Beserta Staf kelembagaannya Hadir Di Acara Pernikahan Aldi dan Aurel di Km 11
Rabi, Tokoh Pemuda Dayak Melawi: Media Adat Online Penting Edukasi Adat Budaya Kepada Dunia
Natal Penuh Makna: Keluarga Besar Yayasan Cikahuripan Rayakan Kebersamaan dan Penyertaan Tuhan Tahun 2025
Proyek SPAM Rp10,4 Miliar di Lembah Bawang Disorot Tajam: Warga Godang Damar Mengeluh Tak Nikmati Air Bersih, Dinas PUPR/Pemkab Bengkayang Kemana ??? PP
Minim Pengawasan, Proyek Rumah Sekolah Rakyat di Pontianak Utara Dinilai Abaikan K3 dan Keselamatan Warga
Pengamat: Kebijakan Publik Harus Inklusif dan Berkeadilan, Penempatan Paksa Pedagang di Lahan Pihak Lain Berpotensi Langgar Hukum dan Rusak Iklim Investasi
Dinas PUPR Sambas Menyanggah: Tim Investigasi Media Temukan Banyak Lubang dan Retakan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Muncul Dugaan Kongkalikong Pelaksana, Dinas, dan Media Mitra
Kontraktor PT. EUP Bantah Laporan Pos Babinpotmar Sungai Kunyit Terkait Tenggelamnya Kapal Nelayan: Insiden Laut Masih Jadi Polemik dan Saling Lempar Tanggung Jawab
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 05:41 WIB

Tradisi Nuba Adat di Sungai Silat Jadi Simbol Perekat Sosial Lintas Suku dan Agama

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Kepala Dusun Sungai Mali dan Ketua Adat Desa Seberu Beserta Staf kelembagaannya Hadir Di Acara Pernikahan Aldi dan Aurel di Km 11

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:04 WIB

Rabi, Tokoh Pemuda Dayak Melawi: Media Adat Online Penting Edukasi Adat Budaya Kepada Dunia

Selasa, 30 Desember 2025 - 03:30 WIB

Natal Penuh Makna: Keluarga Besar Yayasan Cikahuripan Rayakan Kebersamaan dan Penyertaan Tuhan Tahun 2025

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:19 WIB

Proyek SPAM Rp10,4 Miliar di Lembah Bawang Disorot Tajam: Warga Godang Damar Mengeluh Tak Nikmati Air Bersih, Dinas PUPR/Pemkab Bengkayang Kemana ??? PP

Berita Terbaru