PONTIANAK — Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Kalimantan Barat memberikan pelayanan informasi kepada publik terkait hasil monitoring kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Barat.
Berdasarkan data monitoring periode enam jam pada 21 Agustus 2026 hingga pukul 14.00 WIB, terpantau sebanyak 804 titik hotspot di wilayah Kalimantan Barat.
Dari jumlah tersebut, tidak terdapat hotspot tingkat Low. Sementara itu, 798 titik masuk kategori Medium dan 6 titik berada pada kategori High.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk hotspot tingkat Medium, sebarannya yakni:
1. Kabupaten Ketapang: 533 titik
2. Kabupaten Kubu Raya: 110 titik
3. Kabupaten Kayong Utara: 63 titik
4. Kabupaten Melawi: 29 titik
5. Kabupaten Sambas: 16 titik
6. Kabupaten Sintang: 13 titik
7. Kabupaten Sanggau: 9 titik
8. Kabupaten Kapuas Hulu: 7 titik
9. Kabupaten Mempawah: 7 titik
10. Kabupaten Landak: 6 titik
Sedangkan hotspot tingkat High terpantau sebanyak 6 titik, dengan rincian:
1. Kabupaten Ketapang: 4 titik
2. Kabupaten Kubu Raya: 1 titik
3. Kabupaten Kayong Utara: 1 titik
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, baik pada kategori Medium maupun High. Kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam pemantauan dan upaya pencegahan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Bidang TIK Polda Kalbar menyampaikan data tersebut sebagai bentuk pelayanan informasi kepada masyarakat, sekaligus mendukung kewaspadaan bersama terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya Karhutla.
Salam Sehat, Salam Presisi, NOW.

















