LABUHANBATU – Gedung Serbaguna HKBP Rantauprapat dipenuhi suasana kebersamaan pada Sabtu malam (8/8/2026). Bukan sekadar pertunjukan musik, konser “Bernyanyi untuk Kemanusiaan” yang digelar Forum Komunikasi Batak Marsada (FK Batama) Labuhanbatu membawa pesan sosial: memperkuat persaudaraan, kepedulian dan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Konser tersebut menghadirkan pembawa acara Eben Sinaga, B-Three Star dan Trio Nazugul. Alunan musik Batak, lagu rohani dan lagu pop daerah menjadi bagian dari malam kebersamaan yang mempertemukan pengurus organisasi, tokoh masyarakat dan para undangan.
B-Three Star, grup vokal trio asal Medan yang sebelumnya dikenal dengan nama Nadia Sister, tampil dengan tiga personel, yakni Rut K. Rumapea, Lasdor Sitinjak dan Ruth Roulina Christine Sipahutar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka membawakan sejumlah lagu rohani dan lagu pop daerah, termasuk karya-karya Batak yang telah dikenal luas di tengah masyarakat.
Namun, pesan utama kegiatan bukan berhenti pada hiburan.
FK Batama menjadikan panggung tersebut sebagai ruang untuk menyampaikan semangat kemanusiaan. Musik ditempatkan sebagai jembatan yang dapat mempertemukan masyarakat, menumbuhkan empati dan memperkuat solidaritas tanpa melihat perbedaan latar belakang.
FK Batama Klaim Konsisten Bergerak di Bidang Sosial
Forum Komunikasi Batak Marsada (FK Batama) selama ini bergerak sebagai organisasi kemasyarakatan yang membawa semangat persaudaraan dan kepedulian sosial.
Di Labuhanbatu, FK Batama menyebut telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, di antaranya memberikan santunan kepada warga yang mengalami musibah kebakaran, membantu masyarakat kurang mampu, serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Ketua Panitia, Ir. M. Samosir, menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi.
“Selamat datang para undangan di acara Bernyanyi untuk Kemanusiaan. Semoga dengan acara ini para undangan terhibur dan terjalin silaturahmi sesama warga suku Batak Toba,” ujarnya.
Ketua Umum: Organisasi Harus Memberi Manfaat
Ketua Umum FK Batama, Drs. Jabahot Simamora, M.M., menegaskan bahwa keberadaan organisasi harus mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengakui membangun organisasi tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan dan dinamika menjadi bagian dari perjalanan FK Batama hingga dapat menjalankan sejumlah kegiatan sosial.
“FK Batama merupakan organisasi sosial yang sangat bermanfaat bagi warga Labuhanbatu dan sudah teruji dengan berbagai kegiatan sosial. Dalam membangun organisasi FK Batama ini banyak suka dan dukanya,” kata Jabahot.
Ia berharap kegiatan “Bernyanyi untuk Kemanusiaan” tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momentum memperkokoh persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Semoga acara Bernyanyi untuk Kemanusiaan ini diberkati Tuhan Yang Maha Esa. Horas bagi kita semua,” ujarnya.
Serap Aspirasi Warga, FK Batama Siap Berkolaborasi
Jabahot menambahkan, FK Batama juga berupaya menjadi wadah untuk menyerap aspirasi para anggotanya dan mengembangkan berbagai kegiatan sosial yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menariknya, kontribusi tersebut tidak hanya ditujukan kepada warga Batak Toba. FK Batama menyatakan siap berkontribusi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang yang berada di Kabupaten Labuhanbatu.
Di sisi lain, FK Batama juga menyatakan kesiapan membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
Bidang pendidikan, kesenian, sosial budaya dan berbagai kegiatan kemasyarakatan disebut menjadi ruang yang dapat dikolaborasikan.
“Kami siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui program-program yang kami miliki, seperti dunia pendidikan, kesenian, sosial budaya dan lainnya,” tegas Jabahot.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis untuk ikut mendukung pembangunan daerah, sekaligus menjadi penghubung aspirasi masyarakat dengan pemerintah.
Dari Panggung Musik untuk Persaudaraan
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus FK Batama Labuhanbatu, perwakilan Polres Labuhanbatu Selatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan sejumlah undangan lainnya.
Malam itu, panggung musik tidak hanya menjadi tempat bernyanyi. Pesan yang ingin dibangun FK Batama jauh lebih luas: bahwa persaudaraan harus dirawat, kepedulian harus diwujudkan, dan organisasi kemasyarakatan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui “Bernyanyi untuk Kemanusiaan”, FK Batama mencoba membuktikan bahwa seni, budaya dan kegiatan sosial dapat berjalan beriringan untuk membangun kebersamaan di Kabupaten Labuhanbatu.
“Albert Hutagaol”


















