Viral…, Pendamping Desa Sandera Mobil BUMDes S-5

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUHANBATU
Masyarakat Desa S-5 Aek Nabara merasa gerah atas tindakan yang dilakukan oleh Ali Basrah Munthe, pendamping desa yang ditugaskan di Desa S-5 Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara.

Kegerahan masyarakat Desa S-5 Aek Nabara ini terjadi karena mobil milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) S-5 Aek Nabara jenis Mitsubishi Pick UP warna hitam BK 9159 YF tidak mau dipulangkan oleh pendamping desa Ali Basrah Munthe.

Menurut sumber terpercaya yang tidak mau namanya dituliskan menyampaikan kepada wartawan pada Selasa (13/1/2026) bahwa mobil BUMDes tersebut ada pada pendamping desa Ali Basrah Munthe karena beliau meminta mobil beserta suratnya supaya diantarkan ke rumahnya karena mau diperiksa inspektorat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena adanya perintah dari pendamping desa mobil tersebut harus diantar karena hendak diperiksa, pengawas BUMDes Suharmoko membawa dokumen mobil terdiri dari Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) beserta mobilnya.

Kondisi mobil pada saat itu rusak, oli karter mesin bocor maka mobil tersebut ditarik dengan mobil lain ke Sigambal, jelas sumber.

Setelah selesai pemeriksaan sampai saat ini lebih kurang 2 tahun surat – surat kendaraan dan kendaraannya tidak dipulangkan oleh pendamping desa Ali Basrah Munthe, saat diminta oleh pengurus BUMDes Ali Basrah Munthe menyebutkan kalau dia sudah perbaiki mobil tersebut dan BUMDes harus memulangkan uangnya sebesar Rp.20.000.000,-.

Hal ini sangat mengejutkan masyarakat, karena kerusakan mobil hanya terjadi kebocoran oli mesin di bagian karter karena kandas dan terkena batu, apa sampai Rp.20.000.000 biaya perbaikannya ? kami menduga semua ini permainan pendamping desa yang ingin mencari keuntungan besar dari kerusakan mobil ini dan sampai sekarang kami tidak tahu lagi dimana keberadaan mobil tersebut, jelasnya.

Tim wartawan menemui pendamping Desa S-5 Aek Nabara Ali Basrah Munthe menyampaikan bahwa benar Mobil BUMDes Desa S-5 Aek Nabara beserta surat – surat mobilnya ditahannya karena Ketua BUMDes belum membayar biaya perbaikan mobil Rp.14.000.000 lagi.

Ali juga menjelaskan bahwa mobil tersebut diantar oleh Suharmoko dalam keadaan tidak hidup, pendamping desa ini mengaku memasukan mobil ke salah satu bengkel mobil di Sigambal dengan biaya Rp.14.000.000.

Mobil sudah siap diperbaiki pihak BUMDes tidak juga membayar, lanjut Ali saya terpaksa meminjam uang karena ditagih terus sama orang bengkel, hampir 2 tahun tidak juga dibayar uang tersebut berbunga sehingga biayanya mencapai Rp.20.000.000, jelas Ali Basrah Munthe.

Pendamping Desa S-5 ini juga mengaku kalau Bendahara BUMDes Yustriana sempat membayar Rp 6.000.000 pada tanggal 6 Oktober 2025 dan sisa belum dibayar Rp.14.000.000, kalau pihak BUMDes mengembalikan uang saya Rp.14.000.000, maka mobil beserta surat – suratnya saya kembalikan, ucap Ali Basrah Munthe.

Saat wartawan menanyakan keberadaan mobil dan surat – suratnya, Ali menyampaikan mobil dan surat disimpan di rumahnya.

Ketua BUMDes Amanah Sehati Yudistira Wijaya saat konfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan kalau mobil BUMDes jenis Mitsubishi Pick Up ada pada pendamping Desa Ali Basrah Munthe yang pada saat itu surah diantarkan oleh Suharmoko karena ada informasi dari Pendamping Desa Ali Basrah kalau mobil itu akan diperiksa oleh inspektorat Kabupaten Labuhanbatu.

Untuk penyelesaian mobil itu dengan pak Ali sudah saya serahkan kepada Suharmiko, sampai saat ini tidak dapat diselesaikan karena Suharmoko ditangkap Polisi dan sampai saat ini masih ditahan, jelas Yudistira Wijaya.

Yudistira juga menyampaikan “saat ini persoalan itu belum dapat diselesaikan karena BUMDes pun sudah saya serah terimakan ke Suharmoko, biar Suharmoko yang menyelesaikan” ucapnya.

Saat wartawan menanyakan tentang uang yang ratusan juta yang dipergunakan pribadi oleh Ketua BUMDes, Mantan Kepala Desa dan perangkat BUMDes, kapan dipulangkan..??

Ketua BUMDes Yudistira menyebutkan tidak tahu mengenai uang tersebut.

Saat wartawan menyinggung hasil temuan inspektorat Kabupaten Labuhanbatu, Yudistira menyampaikan belum ada menerima surat atas temuan inspektorat tersebut.

Ketua BUMDes sampai saat ini tidak dapat ditemui awak media ini karena saat ini bekerja di PT.Palmco perusahaan PTPN di Jakarta.

Masyarakat Desa S-5 Aek Nabara berharap agar Pendamping Desa segera mengembalikan mobil milik BUMDes dan begitu juga uang hasil temuan inspektorat yang digunakan pribadi oleh Ketua BUMDes, Mantan Kepala Desa dan Pengurus BUMDes agar segera dikembalikan ke kas BUMDes, apabila dalam waktu dekat ini tidak dikembalikan maka kami masyarakat Desa S-5 akan membuat laporan ke Polres Labuhanbatu, tegas beberapa warga yang tidak mau namanya dituliskan.

Penulis : Andre P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keselamatan Dipertanyakan, Proyek Jembatan Tuak Disorot Warga, Pengawasan dan Tanggung Jawab Pelaksana Diminta Dievaluasi !!!
Camat Bilah Hulu: “Kades S2 Memang Bandel Nanti Saya Tegur…!!”
Puluhan Tahun, Diduga Keruk Hasil Bumi Tanpa HGU, DPD LSM LIBAS Labuhanbatu Raya Gelar Aksi Damai, Desak Penyegelan dan Sita Perkebunan PICCUAN
Dana Desa Dipertanyakan, Kantor Desa S2 Aek Nabara Tanpa Papan Informasi dan Fasilitas Memprihatinkan
Mengaku Antar Pacar, Teman Gelapkan Motor Honda Beat Deluxe Milik Pelajar:  Polsek Sukatani Ringkus Pelaku !!!
Satresnarkoba Polres Labuhanbatu Bongkar Peredaran Gelap Narkoba Di Lapas Kelas III Labuhanbilik
Jelang Pilkades 20 September 2026, Deklarasi Relawan Perubahan Jilid II Dukung Hj. Desi Kurniati Malik
Penampung Air Bersih di Desa Marugun Diduga Kurang Terawat, Masyarakat Soroti Kinerja Pengelolaan dan Pelayanan Air Bersih, Bupatinya Kemana ???
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:09 WIB

Keselamatan Dipertanyakan, Proyek Jembatan Tuak Disorot Warga, Pengawasan dan Tanggung Jawab Pelaksana Diminta Dievaluasi !!!

Jumat, 26 Juni 2026 - 04:43 WIB

Camat Bilah Hulu: “Kades S2 Memang Bandel Nanti Saya Tegur…!!”

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:29 WIB

Puluhan Tahun, Diduga Keruk Hasil Bumi Tanpa HGU, DPD LSM LIBAS Labuhanbatu Raya Gelar Aksi Damai, Desak Penyegelan dan Sita Perkebunan PICCUAN

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:25 WIB

Dana Desa Dipertanyakan, Kantor Desa S2 Aek Nabara Tanpa Papan Informasi dan Fasilitas Memprihatinkan

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:30 WIB

Mengaku Antar Pacar, Teman Gelapkan Motor Honda Beat Deluxe Milik Pelajar:  Polsek Sukatani Ringkus Pelaku !!!

Berita Terbaru