URGENT APPEAL: Aceh Faces Humanitarian Catastrophe; International Intervention and UN Assistance Required Immediately

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LANGSA, ACEH

Serambi Mekkah berada di titik nadir. Dua minggu pasca-banjir bandang, Provinsi Aceh kini menghadapi Krisis Kemanusiaan Level Merah. Dengan 70% wilayah lumpuh tanpa listrik dan akses jalan yang hancur total, ribuan nyawa kini terancam oleh kelaparan akut dan penyakit.

Laporan lapangan menunjukkan bahwa wilayah pegunungan seperti Kutacane, Takengon, hingga pesisir Tamiang dan Pidie benar-benar terisolasi. Relawan harus menempuh perjalanan kaki selama 48 jam untuk mencapai titik bencana. Kondisi ini telah memicu krisis pangan di mana masyarakat tidak lagi meminta makanan, melainkan kain kafan—sebuah sinyal keputusasaan terdalam bagi martabat manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami menyampaikan urgensi ini kepada United Nations (UN), khususnya OCHA (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) dan WFP (World Food Programme), bahwa situasi di Aceh saat ini memerlukan:

– Air Bridge & Logistics: Mengingat jalur darat terputus total (bahkan untuk jarak 5 km), bantuan udara diperlukan untuk mengirimkan pasokan pangan dan obat-obatan.

– Emergency Power & Telecommunication: Pemulihan 70% jaringan listrik yang padam sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa di pusat kesehatan darurat.

– Search and Rescue (SAR) Expertise: Diperkirakan ratusan jiwa masih tertimbun lumpur dan belum ditemukan. Pemerintah Aceh mengalami kesulitan dalam pendataan akibat hilangnya infrastruktur komunikasi.

“Kami sangat berterima kasih atas gerak cepat Presiden RI Prabowo Subianto dan Pemerintah Indonesia. 

Namun, skala kehancuran ini begitu masif sehingga dukungan tambahan dari mitra internasional sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur dasar dan evakuasi medis,” ujar Andy, tim media lapangan di Langsa.

Dunia tidak boleh berpaling. Di balik kegelapan malam Aceh, ribuan orang tidur di atas puing-puing rumah mereka yang hancur, kedinginan, dan menanti bantuan yang mungkin tidak pernah sampai jika kita tidak bertindak sekarang. Kehilangan nyawa akibat kelaparan di abad ini adalah kegagalan kemanusiaan global.

Baca Juga:  Danrem 121/Abw terima hasil operasi penggagalan penyelundupan Narkotika jenis Ganja sebanyak 12,290 kilogram

Penulis : Dicky S

Editor : Teresya S

Sumber Berita: Andy (tim media lapangan di Langsa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Labuhanbatu Respon Cepat Bantu Warga Pulang Ke Riau
Lapas Rantauprapat dan Percasi Gelar Turnamen Catur Meriahkan HBP Ke-62
Terduga Penyalahgunaan Narkoba Diringkus Polsek Marbau, Ini Beritanya
BPN Labuhanbatu Melaksanakan Penyuluhan Program PTSL Tahun 2026 di Desa Meranti
“Advokat Bung Raja dan Advokat Anita Raj Punjabi Hadir Pada Grand Opening Warkop Agam Nyak Well”
Suami Bawa Sepeda Motor Untuk Bawa Angkot, Malah Ditahan dan Dijadikan Terdakwa.
Sambut HBP ke-62 Lapas Rantauprapat Gelar Razia Gabungan
Lapor Pak Gubernur! PT Talenta Putra Utama Diduga Langgar UU No. 13/2003, Hak Buruh Ditahan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:21 WIB

Polres Labuhanbatu Respon Cepat Bantu Warga Pulang Ke Riau

Rabu, 22 April 2026 - 13:07 WIB

Lapas Rantauprapat dan Percasi Gelar Turnamen Catur Meriahkan HBP Ke-62

Jumat, 17 April 2026 - 16:35 WIB

Terduga Penyalahgunaan Narkoba Diringkus Polsek Marbau, Ini Beritanya

Jumat, 17 April 2026 - 03:43 WIB

“Advokat Bung Raja dan Advokat Anita Raj Punjabi Hadir Pada Grand Opening Warkop Agam Nyak Well”

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Suami Bawa Sepeda Motor Untuk Bawa Angkot, Malah Ditahan dan Dijadikan Terdakwa.

Berita Terbaru