Jakarta,
Setelah insiden kericuhan yang meninggalkan kerugian besar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjamin bahwa Pemerintah Provinsi tidak akan tinggal diam terhadap nasib pedagang kecil yang menjadi korban di Kalibata.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya merespons desakan dan harapan para pedagang yang terdampak kerusuhan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam pernyataannya, Pramono menggarisbawahi pentingnya pembahasan bersama untuk mencari jalan keluar bagi para korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memiliki komitmen untuk mengatasi masalah ini. Pemprov akan segera melaksanakan pertemuan dengan pihak-pihak terkait guna merumuskan langkah-langkah penanganan bagi para pedagang yang mengalami kerugian material,” tutur Pramono saat diwawancarai di Epiwalk, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada hari Minggu (14/12).
Lebih lanjut, Pramono menjelaskan bahwa kebijakan Pemprov DKI selanjutnya akan didasarkan pada perkembangan resmi dari aparat penegak hukum. Hingga saat ini, Pemprov masih menanti hasil penyelidikan dan keputusan resmi dari kepolisian.
“Untuk masalah Kalibata, kami masih menunggu rilis resmi dari Polri. Proses hukum yang sedang berlangsung merupakan pondasi utama kami dalam menetapkan kebijakan dan tindak lanjut,” tegasnya.
Pramono turut menegaskan bahwa lokasi terjadinya kerusuhan tersebut secara legal adalah aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, sebelumnya telah menyampaikan taksiran awal kerugian materiil akibat peristiwa Kamis (11/12) malam itu.
Kerugian di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar rupiah.
“Perkiraan hitungan awal kami menunjukkan kerugian kurang lebih sekitar Rp 1,2 miliar, mencakup kerusakan warung, kendaraan roda dua dan roda empat, serta kaca rumah warga yang menjadi korban,” papar Budi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (13/12).
Namun, Budi mengingatkan bahwa angka tersebut belum definitif. Penyelidikan belum bisa sepenuhnya optimal karena kondisi psikologis warga yang masih tertekan. Kepolisian masih menunggu laporan resmi dari masyarakat.
“Kami terus mengimbau agar warga melapor. Setelah laporan polisi masuk, penyidik Polda Metro akan segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku pembakaran,” pungkas Budi.
Pernyataan tegas Gubernur Pramono ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para pedagang korban kerusuhan. Dengan koordinasi erat antara Pemprov dan Polri, solusi penanganan pasca-kericuhan diharapkan dapat segera direalisasikan secara adil dan transparan.
Penulis : Aditya Ahmad
Editor : Dicky
Sumber Berita: Gubernur DKI Jakarta















