Minim Pengawasan, Proyek Rumah Sekolah Rakyat di Pontianak Utara Dinilai Abaikan K3 dan Keselamatan Warga

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Kalbar
Proyek pembangunan Rumah Sekolah Rakyat yang dikerjakan oleh PT. WIKA Grup di Jalan Flora, Kecamatan Pontianak Utara, menuai sorotan tajam dari warga. Aktivitas proyek yang berlangsung berdampingan langsung dengan pemukiman dinilai tidak diimbangi dengan pengawasan pemerintah dan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Warga mengeluhkan lalu lintas truk proyek bermuatan besar yang keluar-masuk lokasi tanpa pengaturan jelas. Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kebisingan, tetapi juga menciptakan potensi kecelakaan serius, terutama bagi anak-anak yang kerap bermain di sekitar jalan pemukiman.

“Setiap hari truk besar lewat. Tidak ada petugas pengatur lalu lintas, tidak ada rambu peringatan. Anak-anak kami jelas terancam,” ungkap seorang warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait fungsi pengawasan Pemerintah Kota Pontianak, khususnya terhadap proyek berskala besar yang beroperasi di kawasan padat penduduk. Warga menilai, hingga saat ini tidak terlihat langkah konkret pemerintah dalam memastikan keselamatan masyarakat sekitar proyek.

Padahal, setiap proyek konstruksi diwajibkan menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), termasuk pengamanan jalur keluar-masuk kendaraan berat, pemasangan rambu peringatan, pembatasan jam operasional, serta keberadaan petugas keselamatan di lapangan.

Baca Juga:  Exploring Bandung's Natural Wonders: From Volcanic Landscapes to Majestic Waterfall

Ironisnya, berdasarkan pantauan tim media di lokasi, aktivitas truk proyek berlangsung tanpa pengawalan, sehingga jalan lingkungan berubah seolah menjadi jalur logistik proyek.

Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek PT WIKA Grup, namun hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Pemerintah Kota Pontianak juga tidak membuahkan hasil, meski telah dilakukan melalui jalur komunikasi resmi.

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan, namun menuntut tanggung jawab negara dalam melindungi keselamatan masyarakat.

“Kami hanya minta keselamatan diperhatikan. Jangan sampai ada korban dulu baru pemerintah bertindak,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan Pemerintah Kota Pontianak belum memberikan klarifikasi. Media menilai kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan komunikasi publik dalam proyek yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Sebagai bentuk komitmen terhadap Kode Etik Jurnalistik, media ini membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.

Penulis : MN

Editor : MN

Sumber Berita: Team Investigasi Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Natal Penuh Makna: Keluarga Besar Yayasan Cikahuripan Rayakan Kebersamaan dan Penyertaan Tuhan Tahun 2025
Proyek SPAM Rp10,4 Miliar di Lembah Bawang Disorot Tajam: Warga Godang Damar Mengeluh Tak Nikmati Air Bersih, Dinas PUPR/Pemkab Bengkayang Kemana ??? PP
Pengamat: Kebijakan Publik Harus Inklusif dan Berkeadilan, Penempatan Paksa Pedagang di Lahan Pihak Lain Berpotensi Langgar Hukum dan Rusak Iklim Investasi
Dinas PUPR Sambas Menyanggah: Tim Investigasi Media Temukan Banyak Lubang dan Retakan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Muncul Dugaan Kongkalikong Pelaksana, Dinas, dan Media Mitra
Kontraktor PT. EUP Bantah Laporan Pos Babinpotmar Sungai Kunyit Terkait Tenggelamnya Kapal Nelayan: Insiden Laut Masih Jadi Polemik dan Saling Lempar Tanggung Jawab
Budi Sulistiono Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Perbakin Kota Pontianak Periode 2025–2029
P2MI Kalbar Dorong Sinergi Media dan Masyarakat Demi Keamanan Natal dan Tahun Baru !!!
2 Menteri Turun Langsung Groundbreaking 103 Hunian Tetap bagi Korban Bencana Hidrometeorologi Tapanuli Utara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 03:30 WIB

Natal Penuh Makna: Keluarga Besar Yayasan Cikahuripan Rayakan Kebersamaan dan Penyertaan Tuhan Tahun 2025

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:19 WIB

Proyek SPAM Rp10,4 Miliar di Lembah Bawang Disorot Tajam: Warga Godang Damar Mengeluh Tak Nikmati Air Bersih, Dinas PUPR/Pemkab Bengkayang Kemana ??? PP

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:36 WIB

Minim Pengawasan, Proyek Rumah Sekolah Rakyat di Pontianak Utara Dinilai Abaikan K3 dan Keselamatan Warga

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:35 WIB

Pengamat: Kebijakan Publik Harus Inklusif dan Berkeadilan, Penempatan Paksa Pedagang di Lahan Pihak Lain Berpotensi Langgar Hukum dan Rusak Iklim Investasi

Selasa, 23 Desember 2025 - 05:53 WIB

Dinas PUPR Sambas Menyanggah: Tim Investigasi Media Temukan Banyak Lubang dan Retakan, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Muncul Dugaan Kongkalikong Pelaksana, Dinas, dan Media Mitra

Berita Terbaru