Masyarakat Jangan Dibodohi: Kualitas Air Baku Sungai Kapuas Menjadi Tantangan, Pelayanan Air Bersih Tetap Transparan dan Akuntabel !!!

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pontianak, Kalimantan Barat
Meningkatnya kadar garam (salinitas) pada air baku Sungai Kapuas akibat musim kemarau menjadi perhatian serius Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Fenomena intrusi air laut yang dipicu menurunnya debit Sungai Kapuas dinilai berpotensi memengaruhi kualitas air baku sehingga menjadi tantangan dalam proses pengolahan dan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menjelaskan bahwa peningkatan salinitas merupakan fenomena alam yang lazim terjadi ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.

Menurutnya, saat debit Sungai Kapuas menurun, intrusi air laut dapat bergerak lebih jauh ke arah hulu sehingga menyebabkan kadar garam pada sumber air baku meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fenomena meningkatnya salinitas merupakan kondisi alam yang lazim terjadi saat musim kemarau berkepanjangan. Ketika debit Sungai Kapuas menurun, intrusi air laut dapat bergerak lebih jauh ke arah hulu sehingga kadar garam pada sumber air baku meningkat. Kondisi ini menjadi tantangan dalam proses pengolahan air bersih,” ujar Abdullah.

Ia menegaskan bahwa Perumda Tirta Khatulistiwa telah melakukan berbagai langkah mitigasi, di antaranya memperketat pemantauan kualitas air baku, meningkatkan frekuensi pengujian laboratorium, menyesuaikan dosis bahan kimia pengolahan, serta mengatur kapasitas produksi sesuai kondisi kualitas air baku yang tersedia.

Menurut Abdullah, berbagai upaya tersebut dilakukan agar kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan tetap berada pada kondisi terbaik yang dapat dicapai selama periode salinitas tinggi.

Selain itu, Perumda juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau. Air yang tersedia tetap dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi, mencuci, membersihkan rumah, serta kebutuhan sanitasi lainnya.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terus berkoordinasi dengan Perumda Tirta Khatulistiwa beserta instansi terkait dalam mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap pelayanan air bersih.

Ia mengatakan bahwa pemantauan terhadap kondisi Sungai Kapuas sebagai sumber air baku utama dilakukan secara berkala agar langkah-langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila kondisi berubah.

“Pemerintah Kota Pontianak mendukung penuh seluruh upaya teknis yang dilakukan Perumda Tirta Khatulistiwa agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun Perumda, serta menggunakan air secara hemat dan bijaksana selama kondisi salinitas masih tinggi,” kata Edi Rusdi Kamtono.

Pemerintah Kota Pontianak juga mengajak masyarakat untuk mengurangi pemborosan penggunaan air serta menyiapkan cadangan air minum yang layak konsumsi apabila diperlukan selama kondisi musim kemarau berlangsung.

Perumda Tirta Khatulistiwa menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Pontianak, BMKG, serta instansi terkait dalam memantau perkembangan musim kemarau dan kondisi salinitas Sungai Kapuas, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat bersifat cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menanggapi pernyataan Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa maupun Wali Kota Pontianak, Muhammad Najib, Divisi Humas Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPK RI) Kalimantan Barat, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kondisi alam yang menjadi tantangan dalam penyediaan air bersih. Namun demikian, menurutnya, pelayanan publik tetap harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan terhadap hak-hak konsumen.

Muhammad Najib mengatakan bahwa masyarakat sebagai pelanggan berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi kualitas air, langkah-langkah mitigasi yang dilakukan, serta estimasi penanganan apabila terjadi gangguan pelayanan.

> “Kami mengapresiasi langkah mitigasi yang telah disampaikan oleh Direktur Utama Perumda Tirta Khatulistiwa maupun dukungan Pemerintah Kota Pontianak. Namun, di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen memiliki hak untuk memperoleh informasi yang lengkap, jujur, dan mudah dipahami mengenai kondisi kualitas air yang diterima. Transparansi informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik,” ujar Muhammad Najib.

Ia menambahkan bahwa komunikasi publik yang terbuka akan membantu masyarakat memahami kondisi yang sedang terjadi sekaligus mengurangi munculnya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, Najib mendorong agar evaluasi terhadap sistem penyediaan air baku terus dilakukan sebagai bagian dari upaya jangka panjang menghadapi perubahan iklim dan musim kemarau yang diperkirakan semakin sering terjadi.

Menurut Najib, sinergi antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Khatulistiwa, instansi teknis, akademisi, serta masyarakat diperlukan untuk mencari solusi berkelanjutan dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi warga Kota Pontianak.

Najib juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat sesuai kebutuhan, mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun Perumda Tirta Khatulistiwa, serta menyampaikan pengaduan melalui saluran resmi apabila menemukan kendala pelayanan. Sikap partisipatif masyarakat dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor air bersih.

Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kebakaran Hanguskan Mess di Area Parkir Truk Tangki Jalan Khatulistiwa Pontianak, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Pelayanan Air Bersih PDAM Kota Pontianak Disorot, Diharapkan Pemkot Kota Tekankan PDAM Segera Melakukan  Perbaikan Menyeluruh dan Tingkatkan Pelayanan
Melalui penyaluran BLT Desa, Pemerintah Desa N-3 Aek Nabara menunjukkan komitmen menghadirkan bantuan sosial yang efektif dan tepat guna bagi masyarakat.
Keselamatan Dipertanyakan, Proyek Jembatan Tuak Disorot Warga, Pengawasan dan Tanggung Jawab Pelaksana Diminta Dievaluasi !!!
Camat Bilah Hulu: “Kades S2 Memang Bandel Nanti Saya Tegur…!!”
Puluhan Tahun, Diduga Keruk Hasil Bumi Tanpa HGU, DPD LSM LIBAS Labuhanbatu Raya Gelar Aksi Damai, Desak Penyegelan dan Sita Perkebunan PICCUAN
Dana Desa Dipertanyakan, Kantor Desa S2 Aek Nabara Tanpa Papan Informasi dan Fasilitas Memprihatinkan
Mengaku Antar Pacar, Teman Gelapkan Motor Honda Beat Deluxe Milik Pelajar:  Polsek Sukatani Ringkus Pelaku !!!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:41 WIB

Masyarakat Jangan Dibodohi: Kualitas Air Baku Sungai Kapuas Menjadi Tantangan, Pelayanan Air Bersih Tetap Transparan dan Akuntabel !!!

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:09 WIB

Kebakaran Hanguskan Mess di Area Parkir Truk Tangki Jalan Khatulistiwa Pontianak, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:43 WIB

Pelayanan Air Bersih PDAM Kota Pontianak Disorot, Diharapkan Pemkot Kota Tekankan PDAM Segera Melakukan  Perbaikan Menyeluruh dan Tingkatkan Pelayanan

Jumat, 3 Juli 2026 - 06:21 WIB

Melalui penyaluran BLT Desa, Pemerintah Desa N-3 Aek Nabara menunjukkan komitmen menghadirkan bantuan sosial yang efektif dan tepat guna bagi masyarakat.

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:09 WIB

Keselamatan Dipertanyakan, Proyek Jembatan Tuak Disorot Warga, Pengawasan dan Tanggung Jawab Pelaksana Diminta Dievaluasi !!!

Berita Terbaru