Dugaan PT. CUT Garap Hutan Lindung, Kini Picu Pertanyaan Publik: Sengketa Lahan Belum Tuntas, Kini Muncul Dugaan Perambahan Kawasan Lindung, Aparat Dan Bupatinye Jadi Penonton !!!

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026 - 05:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanggau, Kalbar
Polemik yang melibatkan perusahaan perkebunan PT.Citra Usaha Tani ( CUT ) kembali menjadi perhatian masyarakat. Setelah sebelumnya menuai keluhan warga terkait persoalan lahan yang dinilai belum memperoleh penyelesaian yang jelas,

kini muncul dugaan baru mengenai aktivitas pembukaan lahan yang diduga mengarah ke kawasan hutan lindung di wilayah Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Berdasarkan dokumentasi lapangan yang beredar di tengah masyarakat, tampak sejumlah area perbukitan mengalami pembukaan lahan. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari warga mengenai status kawasan yang digarap, legalitas aktivitas perusahaan, hingga pengawasan dari pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat menilai, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka persoalan yang dihadapi bukan lagi sekadar konflik agraria biasa, melainkan juga menyangkut keberlangsungan lingkungan hidup dan fungsi kawasan penyangga ekosistem.

Di tengah derasnya narasi pembangunan dan investasi, warga pun mulai bertanya-tanya: apakah pepohonan kini harus lebih dulu tumbang agar sebuah persoalan dianggap penting untuk diperiksa?

Sejumlah warga mengaku khawatir aktivitas pembukaan lahan tersebut berpotensi mengganggu fungsi kawasan hutan sebagai daerah resapan air, penyangga lingkungan, hingga habitat flora dan fauna.

“Persoalan lahan masyarakat saja sampai sekarang belum jelas penyelesaiannya. Sekarang muncul lagi dugaan penggarapan kawasan hutan lindung. Kami berharap pemerintah turun langsung melakukan pemeriksaan agar semuanya terang,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Dugaan Pelanggaran Kehutanan Jadi Sorotan
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan lindung merupakan kawasan yang memiliki fungsi pokok melindungi sistem penyangga kehidupan, termasuk menjaga tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, serta mempertahankan kesuburan tanah.

Sementara itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan mengatur bahwa penggunaan kawasan hutan tanpa izin yang sah dapat dikategorikan sebagai penggunaan kawasan hutan secara tidak sah.

Karena itu, apabila lokasi yang diduga dibuka tersebut benar berada di kawasan hutan lindung dan tidak memiliki izin sesuai ketentuan, maka aktivitas tersebut berpotensi bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun demikian, hingga saat ini status pasti kawasan yang dimaksud masih memerlukan verifikasi resmi dari instansi berwenang. Oleh sebab itu, informasi yang beredar masih bersifat dugaan dan perlu pendalaman lebih lanjut melalui pemeriksaan lapangan.

Warga Desak Pemerintah dan Aparat Turun Tangan
Masyarakat meminta pemerintah daerah, Dinas Kehutanan, Balai Gakkum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan status kawasan dan legalitas aktivitas yang berlangsung.

Warga berharap proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan tidak berhenti pada rapat atau dokumen administratif semata.
Sebab di mata masyarakat, hutan bukan sekadar hamparan pohon di atas peta. Ia adalah sumber kehidupan, tempat air mengalir, dan benteng terakhir ketika musim kemarau datang lebih panjang dari biasanya.

Ironisnya, di tengah banyaknya aturan tentang perlindungan lingkungan, masyarakat justru merasa kerusakan alam kerap lebih cepat terlihat dibanding hadirnya kepastian hukum.

Seolah-olah papan larangan menjaga hutan hanya berdiri tegak di pinggir jalan, sementara pengawasan kadang tertinggal jauh di belakang alat berat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT CUT terkait dugaan aktivitas pembukaan lahan yang disebut mengarah ke kawasan hutan lindung tersebut.

Karena itu, demi menjaga prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah, media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait.

Sumber: Keterangan warga Desa Semerangkai, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPBU 64.788.16 Sungai Laur Kembali Beroperasi, Ada Dugaan Permainan Pengusaha SPBU, Pemerintah dan Pertamina: Masyarakat Pertanyakan Hasil Pengawasan dan Penegakan Hukum?
Najib: Buruknya Citra Pelayanan Konsumen PLN Sanggau: Janji Survei Dua Dusun di Sebuduh Tak Kunjung Direalisasikan, Abaikan Kebutuhan Dasar Warga
Najib: Maraknya Peredaran Rokok Ilegal Jenis Helium di Kota Pontianak, Dugaan Seperti Sudah di Skenario, Dimana Kinerja Bea Cukai, Pemkot, Aparat Penegak Hukum !!!
Suatu Kisah di Sejiram, Kapuas Hulu Dengan Mediasi Panas, Emas Dingin: Ketika Galian Lebih Cepat Daripada Hukum
Dugaan Prostitusi Anak Di Hotel Merpati Pontianak, Pengawasan Management Dipertanyakan: Pemkot Jangan Tidur, Aparat Usut Dugaan Pembiaran !!!
Najib: Diduga Tak Tepat Sasaran, Harga LPG Subsidi dan Solar Eceran Melambung Tinggi di Kapuas Hulu, Pengawasan Lemah, PemkabNye Tidur Nyenyak !!!
Najib: Maraknya Dugaan Aktivitas PETI Di KAPUAS HULU dan KETAPANG, Soroti Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan, Dianggap Pengusaha Memberikan Sesajen Kepada Oknum Aparat dan Pemerintah
Lapor Pak Komandan: Seorang Penadah Buah Sawit Inisial (A) Lagi Pesta Sabu di Desa Air Merah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:54 WIB

SPBU 64.788.16 Sungai Laur Kembali Beroperasi, Ada Dugaan Permainan Pengusaha SPBU, Pemerintah dan Pertamina: Masyarakat Pertanyakan Hasil Pengawasan dan Penegakan Hukum?

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:21 WIB

Najib: Buruknya Citra Pelayanan Konsumen PLN Sanggau: Janji Survei Dua Dusun di Sebuduh Tak Kunjung Direalisasikan, Abaikan Kebutuhan Dasar Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:02 WIB

Najib: Maraknya Peredaran Rokok Ilegal Jenis Helium di Kota Pontianak, Dugaan Seperti Sudah di Skenario, Dimana Kinerja Bea Cukai, Pemkot, Aparat Penegak Hukum !!!

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:28 WIB

Suatu Kisah di Sejiram, Kapuas Hulu Dengan Mediasi Panas, Emas Dingin: Ketika Galian Lebih Cepat Daripada Hukum

Kamis, 4 Juni 2026 - 04:23 WIB

Dugaan Prostitusi Anak Di Hotel Merpati Pontianak, Pengawasan Management Dipertanyakan: Pemkot Jangan Tidur, Aparat Usut Dugaan Pembiaran !!!

Berita Terbaru

Hukum

Gegara Sabu, Pria Ini Nginap Di Penjara

Kamis, 11 Jun 2026 - 10:28 WIB