Pertanyaan Publik: Ada Apa Wilayah Hukum Polres Batang Hari, “Kasus Sitanggang”

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 05:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG HARI, – Kabut asap dari sumur minyak ilegal di Senami mungkin telah menipis sejak tragedi maut 14 Februari 2025 lalu. Namun, bara amarah masyarakat justru kian menyala. Di tengah duka keluarga korban yang belum kering, sebuah nama kembali mencuat dengan pongah: Sitanggang. Bukannya meringkuk di balik jeruji besi, aktor yang diduga kuat berada di balik petaka Senami ini dikabarkan justru memperluas “imperium hitamnya” ke wilayah KM 33 dan KM 51.

Sikap diam Kapolda Jambi dan Kapolres Batang Hari kini memicu gelombang mosi tidak percaya yang masif. Publik menilai, bungkamnya institusi berbaju cokelat ini bukan sekadar masalah teknis penyidikan, melainkan indikasi adanya “TEMBOK BERLIN”. Yang membentengi sang pelaku.

Hukum di Jambi sedang dipertaruhkan:
Jika Sitanggang tetap melenggang bebas setelah nyawa melayang di Senami, maka jangan salahkan rakyat jika berasumsi bahwa hukum kita telah digadaikan kepada mafia, ujar seorang aktivis lingkungan dengan nada geram.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan aktivitas di KM 33 dan KM 51 bukan lagi sekadar rahasia umum. Alat berat dan hilir mudik angkutan minyak ilegal menjadi pemandangan sehari-hari, seolah-olah wilayah tersebut adalah zona bebas hukum. Pembiaran ini dinilai sebagai tindakan memelihara “Publik Bertanya?”.

​Tanpa tindakan preventif yang nyata, tragedi kebakaran hebat yang menelan korban jiwa setahun lalu hanyalah prolog dari bencana yang lebih besar.

Masyarakat kini menuntut tiga hal ke Aparat Penegak Hukum:
{1}. ​Seret Sitanggang ke Meja Hijau: Buka kembali berkas Senami 2025 tanpa pandang bulu.

{2}. Bumi Hangus KM 33 & 51: Operasi skala besar untuk menghentikan ekspansi ilegal sebelum api kembali berkobar.

{3}. Audit Transparansi: Jelaskan kepada publik mengapa proses hukum mandek selama lebih dari setahun.

Kini, bola panas berada di tangan Kapolda Jambi. Apakah kepolisian akan memilih berdiri tegak sebagai pelindung rakyat, atau membiarkan marwah institusinya runtuh demi melindungi segelintir pemain minyak?

​Selama borgol belum melingkar di tangan para aktor intelektual, selama itu pula keresahan di Batang Hari akan terus membara. Rakyat tidak butuh sekadar klarifikasi di atas kertas, mereka butuh barisan personel yang turun ke lapangan dan menunjukkan bahwa Negara tidak boleh kalah oleh mafia.

Penulis : Albert

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Batanghari/Jambi

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ikl
Lapas Rantauprapat Luncurkan Program INTEGRITAS Bentuk Reintegritas Warga Binaan
Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah
Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi
Dari Bangunan Kosong di Torgamba, Polisi Amankan Seorang Pria dan Tiga Klip Diduga Berisi Sabu
Ratusan Karyawan PTPN IV Regional 1 Geruduk Polres Labuhanbatu, Desak Penanganan Kasus Curas Dituntaskan
Warga Desa Seberu Dapat Layanan Pemeriksaan Mata dan Vitamin Gratis
LBH Harimau Raya Soroti Tuduhan Rp11 Miliar Kas RW 011 Kapuk Muara: Jangan Jadikan Opini Sebagai Vonis
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Ikl

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Lapas Rantauprapat Luncurkan Program INTEGRITAS Bentuk Reintegritas Warga Binaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Didahului Pertengkaran dengan Adik Korban, Pria di Bilah Hulu Diduga Diserang Menggunakan Egrek hingga Terluka Parah

Selasa, 29 September 2026 - 11:59 WIB

Suyanto Tanjung Diduga Memalsukan Akta Jual Beli (AJB), Kepada Media Mengku Hanya Kwitansi

Senin, 28 September 2026 - 14:19 WIB

Dari Bangunan Kosong di Torgamba, Polisi Amankan Seorang Pria dan Tiga Klip Diduga Berisi Sabu

Berita Terbaru

Kesehatan

Ikl

Senin, 5 Okt 2026 - 09:08 WIB