Ratusan Lubang Di Jalan Pelabuhan Raya Jadi Ancaman, PT Pelindo Regional 1 Dianggap Tidak Becus,Nyawa warga Bisa Jadi Taruhannya

- Redaksi

Senin, 22 Desember 2025 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELAWAN – Belawan dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Provinsi Sumatera Utara sekaligus pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia. Namun ironis, kondisi infrastruktur utama menuju Pelabuhan Belawan justru sangat memprihatinkan.

Sepanjang Jalan Pelabuhan Raya, mulai dari Simpang Kampung Salam hingga Simpang Bagan Deli, jalan tampak rusak parah, berlubang, babak belur, dan dipenuhi ratusan lubang besar. Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat sekitar dan para pengguna jalan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, telah banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan, khususnya sepeda motor, terperosok ke lubang jalan. Bahkan, beberapa korban dilaporkan meninggal dunia maupun mengalami luka berat setelah terjatuh dan tertabrak kendaraan lain, termasuk truk bertonase besar yang lalu lalang menuju pelabuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirisnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret perbaikan. Persoalan jalan rusak ini seolah menjadi ajang saling lempar tanggung jawab antara PT Pelindo Regional 1 Belawan dan Pemerintah Kota Medan.

Padahal, masyarakat Belawan telah berulang kali melakukan aksi unjuk rasa, mendesak Pemko Medan dan PT Pelindo Regional 1 agar segera memperbaiki Jalan Pelabuhan Raya. Namun hingga Selasa (23/12/2025), tuntutan tersebut belum juga terealisasi dan hanya berujung pada janji-janji tanpa kepastian.

Sekitar 70 persen aktivitas di Jalan Pelabuhan Raya diketahui digunakan untuk kepentingan operasional Pelabuhan Belawan, mulai dari keluar-masuk kendaraan logistik hingga truk bermuatan berat. Kondisi ini memunculkan sorotan tajam terhadap minimnya kontribusi PT Pelindo Regional 1 Belawan dalam perawatan dan perbaikan jalan.

Tokoh masyarakat Belawan sekaligus pemuka agama, Ustaz Muhammad Nabawi, menyampaikan keprihatinannya saat meninjau langsung kondisi jalan yang rusak.
“Jalan ini adalah akses utama ke Pelabuhan Belawan, pelabuhan nomor tiga terbesar di Indonesia dan salah satu penyumbang devisa ekonomi terbesar Sumatera Utara. Sudah selayaknya PT Pelindo Regional 1 memberi perhatian serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, aktivitas kendaraan berat yang diduga melebihi kapasitas muatan menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan. Selain itu, buruknya sistem drainase yang tersumbat turut memperparah kondisi jalan, terutama saat hujan deras dan air pasang laut yang menggenangi badan jalan.

Tak hanya itu, fasilitas pendukung lainnya juga dikeluhkan warga. Lampu penerangan jalan di sepanjang Jalan Pelabuhan Raya banyak yang mati, menyebabkan kondisi gelap gulita pada malam hari dan rawan tindak kejahatan.
“Biaya perawatan infrastruktur seperti lampu jalan seharusnya ada. Namun kenyataannya banyak lampu mati. Patut diduga ada ketidaksesuaian antara laporan dan kondisi di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustaz Muhammad Nabawi meminta PT Pelindo pusat, Aparat Penegak Hukum, Kejaksaan, hingga KPK untuk melakukan audit menyeluruh terhadap PT Pelindo Regional 1 Belawan, termasuk pengelolaan infrastruktur, kondisi alat crane yang rusak di kawasan terminal, serta dugaan pungutan liar terhadap pihak ekspedisi.

Ia berharap pemerintah pusat, Pemko Medan, dan PT Pelindo Regional 1 Belawan segera duduk bersama dan mengambil langkah nyata memperbaiki Jalan Pelabuhan Raya.
“Jangan sampai jalan rusak ini terus memakan korban jiwa. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Penulis : Bambang Hermanto

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pontianak Diguncang Peredaran Barang Ilegal, Aktivitas Gudang Aritonang dan Kinerja Aparat dan Pengawasan Dipertanyakan?
Diduga Jadi Korban Manipulasi Data Bansos, Widie: Jika Terbukti Kasus Ini di Bawa ke Ranah Hukum!
Truk Pengangkut Sembako Kecelakaan Akibat Hilang Kendali di Sungai Mali Desa Seberu
BABAK FINAL: KPK vs GENK SINGKAWANG, Siapa yang Akan Berkedip Dulu?
Yayasan Dharma Aswad Salam Matangkan Pendidikan Politeknik di Silat Hilir
Kapolda Banten Hadiri Upacara Ground Breaking Pembangunan Gedung Kantor DPD RI di Provinsi Banten
Polsek Marbau Polres Labuhanbatu Berhasil Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu Didusun V Desa Tubiran Labura
Polsek NA IX-X Laksanakan Grebek Sarang Narkoba di Pulo Jantan, Polisi Musnahkan Barang Bukti yang Diduga Digunakan untuk Penyalahgunaan Narkoba
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Pontianak Diguncang Peredaran Barang Ilegal, Aktivitas Gudang Aritonang dan Kinerja Aparat dan Pengawasan Dipertanyakan?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Diduga Jadi Korban Manipulasi Data Bansos, Widie: Jika Terbukti Kasus Ini di Bawa ke Ranah Hukum!

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Truk Pengangkut Sembako Kecelakaan Akibat Hilang Kendali di Sungai Mali Desa Seberu

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:13 WIB

BABAK FINAL: KPK vs GENK SINGKAWANG, Siapa yang Akan Berkedip Dulu?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Yayasan Dharma Aswad Salam Matangkan Pendidikan Politeknik di Silat Hilir

Berita Terbaru