22 Hari Tanpa Perlindungan Layak: Tenda BNPB Tidak Cukup – Segera Berikan Status Bencana Nasional untuk Aceh!

- Redaksi

Jumat, 19 Desember 2025 - 06:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh,

Bapak Presiden yang terhormat, Bapak Wakil Presiden, para Menteri dalam Kabinet Kerja, serta para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah yang kami muliakan.

Pejamkanlah mata sejenak dan dengarkan: itu bukan sekadar suara angin, melainkan jeritan bayi-bayi kami yang telah melewati 22 malam tanpa lelap dengan baik.

ADVERTISEMENT

.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan tenda penampungan yang telah diberikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Namun, jumlah yang diterima sangat tidak mencukupi – hanya sebagian kecil korban yang bisa berlindung di dalamnya.

Banyak di antara kami yang masih harus tinggal tanpa tempat perlindungan apapun, atau harus berbagi ruang yang sesak di dalam tenda dengan beberapa keluarga sekaligus.

Bagi mereka yang belum mendapatkan tenda, tidak ada atap darurat atau sekat kecil yang bisa menghalangi panas terik matahari yang membuat kulit terbakar, atau dinginnya tanah yang menusuk tulang di malam hari. 

Tanpa kelambu untuk melindungi dari gigitan nyamuk penyebab malaria dan demam berdarah, tanpa tempat berteduh yang layak untuk menghindari hujan yang membasahi baju dan barang-barang kami yang sedikitnya, dan tanpa listrik sedikit pun untuk menerangi kegelapan yang menyelimuti setiap sudut tempat kami bertahan hidup.

Di balik meja-meja kayu jati yang kokoh dan ruangan yang sejuk, mungkinkah Bapak-Bapak bisa merasakan bagaimana tubuh anak-anak kami bergelimpang langsung di atas tanah basah dan berlumpur, atau bagaimana mereka harus tidur berjejer dalam ruang tenda yang sesak hingga sulit bernapas?

Bagaimana mereka tertidur sambil menggigil karena kedinginan, atau menangis karena gatal akibat gigitan serangga yang tak terhitung jumlahnya?

Di saat Bapak-Bapak menikmati makanan hangat dan tempat tidur yang nyaman, bayi-bayi kami sedang bertarung dengan sesak napas karena panas yang melanda siang hari, dan tubuh mereka terus bergigil karena dingin yang tak ada ujungnya – sebagian besar tanpa perlindungan yang layak dari kondisi alam yang keras.

Kami mengajukan permintaan konkret:

1. Segera menyatakan kondisi di Aceh sebagai Bencana Nasional agar akses bantuan kemanusiaan bisa berjalan lebih cepat dan luas.

2. Mengirimkan bantuan dasar darurat yang mencukupi: tambahan tenda penampungan, kelambu anti nyamuk, bahan bakar untuk memasak, dan pasokan air bersih.

3. Mendatangkan tim medis dari Kementerian Kesehatan dan organisasi kemanusiaan untuk menangani kasus penyakit yang semakin meningkat.

4. Menyediakan bantuan makanan bergizi khusus untuk anak-anak dan ibu hamil yang paling rentan.

Kami tidak menuntut mukjizat, kami hanya memohon empati yang tulus dan tindakan yang cepat – ketuklah palu status ‘Bencana Nasional’ itu! Hanya dengan status itu, tangan-tangan tulus dari dalam dan luar negeri bisa segera menyentuh luka kami, sebelum lebih banyak nyawa kecil yang terhenti detaknya karena kekurangan perlindungan yang cukup.

Saudara-saudaraku di seluruh pelosok negeri, mari sejenak kita letakkan segala ego dan perbedaan.

Bayangkan jika bayi yang menangis dalam kedinginan itu adalah anakmu, adikmu, atau cucumu – sebagian harus berbagi ruang sesak di tenda, sebagian lagi tanpa tempat untuk berlindung sama sekali, tanpa apa-apa yang bisa melindungi mereka dari segala kekerasan alam.

Bayangkan betapa getirnya melihat mereka harus menghadapi hari dan malam tanpa perlindungan yang cukup.

Tanah Aceh yang subur – tanah yang telah memberikan banyak untuk negeri ini – kini sedang basah oleh air mata, bukan hanya air hujan.

Jangan biarkan mereka merasa sendirian di negeri yang katanya kaya raya dan penuh dengan sesama manusia yang peduli.

Mari kita buka hati, kita rasakan getirnya hidup tanpa perlindungan yang cukup selama 22 hari penuh dengan ketidakpastian. Suara kita adalah harapan terakhir mereka.

Mari bergerak sekarang juga, mari bersuara dengan lantang kepada pemerintah dan lembaga terkait, dan mari kita pulihkan Aceh bersama-sama – karena kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, dan setiap nyawa berharga layak mendapatkan perlindungan yang cukup.

Untuk informasi lebih lanjut dan dukungan yang dapat diberikan Hubungi Koordinator Bantuan Aceh dari Lhokseumawe:
Tgk. Nasruddin Punteut
Nomor Telepon: 085277376165

Atau kunjungi situs resmi penyelenggara bantuan kemanusiaan untuk proses pendaftaran dan pengiriman bantuan yang sesuai prosedur.

Penulis : Dicky (Pim-Red)

Editor : Teresya S

Sumber Berita: Bapak Tgk. Nasaruddin Punteut

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lapas Rantauprapat Hadiri Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Ika Bina
Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP
BKI Gelar Kejurnas Kempo Antar Kabupaten/Kota II Tahun 2026, Kolaborasi dengan FORPROV Banten II
Ketua SC Muskab KORMI Tegaskan Hasnah Putri Jaya Siregar Terpilih Sebagai Ketua
Kepala Desa Endang Tegaskan Pengelolaan Anggaran Berpedoman pada Musyawarah Desa, Mulai dari Pemeliharaan Lampu Jalan, Pelatihan Masyarakat hingga Program Pencegahan Narkoba
HUT KE-81 LABUHANBATU, MANAJER PTPN IV KANAU WATSON SERUKAN SINERGI MEMBANGUN DESA, MENATA KOTA!
KETELADANAN DARI DESA S-6: KADES TUKIMIN TURUN LANGSUNG DONOR DARAH, DUKUNG DETEKSI DINI TBC DAN AKSI KEMANUSIAAN
Lapak Sabu Lingkungan Perdamaian Digerebek Polisi
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Lapas Rantauprapat Hadiri Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Ika Bina

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:51 WIB

Kementerian ATR/BPN Targetkan Pendaftaran Tanah 4,8 Juta Hektare Melalui ILASPP

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:47 WIB

BKI Gelar Kejurnas Kempo Antar Kabupaten/Kota II Tahun 2026, Kolaborasi dengan FORPROV Banten II

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:01 WIB

Ketua SC Muskab KORMI Tegaskan Hasnah Putri Jaya Siregar Terpilih Sebagai Ketua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Kepala Desa Endang Tegaskan Pengelolaan Anggaran Berpedoman pada Musyawarah Desa, Mulai dari Pemeliharaan Lampu Jalan, Pelatihan Masyarakat hingga Program Pencegahan Narkoba

Berita Terbaru