Aroma Kelalaian di SMPN 1 Pinoh Selatan: Proyek Rp2,4 Miliar Terancam Mangkrak, Kepsek Disorot!

- Redaksi

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MELAWI-KALBAR,

Harapan siswa SMP Negeri 1 Pinoh Selatan untuk memiliki fasilitas sekolah yang layak terancam pupus di penghujung tahun.

Di tengah upaya pemerintah pusat menggenjot kualitas pendidikan, proyek revitalisasi di sekolah ini justru menjadi rapor merah akibat progres pekerjaan yang jalan di tempat dan terancam gagal rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek strategis yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN Tahun Anggaran 2025 senilai Rp2.402.000.000 ini kini berada di ujung tanduk.

Gaperta.com-Dok

Berdasarkan papan informasi resmi, pekerjaan yang dimulai sejak 20 Agustus 2025 dengan masa kerja 120 hari kalender tersebut seharusnya resmi diserahterimakan hari ini, Rabu (17/12). Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang jauh dari kata tuntas.

Pantauan di lokasi mengungkapkan pemandangan yang memprihatinkan; material konstruksi masih berserakan, bagian bangunan utama belum tersentuh tahap penyelesaian (finishing), dan aktivitas pekerja tampak sangat minim. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya ketidaksiapan manajemen proyek dan lemahnya kendali mutu di lapangan.

Bukan hanya masalah teknis, sorotan tajam juga mengarah pada fungsi pengawasan internal.

Kepala SMP Negeri 1 Pinoh Selatan, yang memiliki peran sentral dalam Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), diduga kuat jarang berada di tempat tugasnya.

Berdasarkan kesaksian sejumlah warga dan sumber di lingkungan sekolah, sang kepala sekolah dituding hanya muncul satu kali dalam seminggu, bahkan terkadang dua minggu sekali.

“Bagaimana kualitas bangunan bisa terjaga jika pengawas tertingginya saja hampir tidak pernah terlihat? Ini uang negara miliaran rupiah, bukan proyek kecil-kecilan,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Absennya pimpinan sekolah di lokasi proyek memunculkan spekulasi miring terkait komitmen serta tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

Dana DAK yang bersumber dari rakyat seharusnya dikelola dengan integritas tinggi demi kepentingan siswa, bukan dibiarkan terbengkalai tanpa pengawasan yang melekat.

Publik kini mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi, Inspektorat, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit investigatif atas proyek ini.

Keterlambatan ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merampas hak para siswa untuk mendapatkan fasilitas belajar yang memadai tepat waktu.

Transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan yang menyebabkan proyek ini mangkrak, maka sanksi hukum dan pencopotan jabatan harus dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

Penulis : Dicky (Pim-Red)

Editor : Teresya S

Sumber Berita: Tim Investigasi

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sebanyak 3,87 Kg Sabu Senilai Rp4 Miliar Disita di Bus ALS, Kurir Terancam Hukuman Mati
Diduga Sabu 3,87 Kg Tujuan Lampung Digagalkan di Labuhanbatu, Polisi Ungkap Dugaan Jalur Malaysia
Lizera Coffee dan DPC PJS Labuhanbatu Kolaborasi Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan ke Pengguna Jalan
Ahmad Putra Lubis Resmi Nahkodai DPC GRIB Jaya Labuhanbatu, Masa Bakti 2026–2031
Petugas Kesehatan Desa Seberu Membagikan Masker Kepada Pengendara dan Masyarakat
Petugas Kesehatan Desa Seberu Membagikan Masker Kepada Pengendara dan Masyarakat
Plt Ketua Askab PSSI Labuhanbatu Resmi Buka Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona 2 Sumut
Kasus Perselingkuhan Dr. KSN Jadi Perhatian Publik, Manajemen RSUD Ade M. Djoen Sintang Pilih Tempuh Jalur Kepegawaian
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 12:44 WIB

Sebanyak 3,87 Kg Sabu Senilai Rp4 Miliar Disita di Bus ALS, Kurir Terancam Hukuman Mati

Senin, 7 September 2026 - 10:30 WIB

Diduga Sabu 3,87 Kg Tujuan Lampung Digagalkan di Labuhanbatu, Polisi Ungkap Dugaan Jalur Malaysia

Jumat, 4 September 2026 - 07:59 WIB

Lizera Coffee dan DPC PJS Labuhanbatu Kolaborasi Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makanan ke Pengguna Jalan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Ahmad Putra Lubis Resmi Nahkodai DPC GRIB Jaya Labuhanbatu, Masa Bakti 2026–2031

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:03 WIB

Petugas Kesehatan Desa Seberu Membagikan Masker Kepada Pengendara dan Masyarakat

Berita Terbaru

Regional

Desa N-3 Melaksanakan Kegiatan Selasa Bersih

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:03 WIB