“Genggam Sains, Bukan Mukjizat”

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nanggro Aceh Darussallam,

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau bencana banjir di Aceh, “Maaf, Presiden tidak punya tongkat Nabi Musa,” terdengar rendah hati, seolah mengakui keterbatasan manusia di hadapan kuasa alam. 

Namun, di balik kerendahan hati tersebut, tersemat bahaya retoris yang jauh lebih besar: sebuah tameng halus yang berpotensi menutupi kegagalan struktural negara dalam mengelola alam dan mitigasi bencana. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Era mukjizat sudah lewat, kini saatnya negara bertanggung jawab pada akal dan data.

Di masa Nabi Musa, tongkat adalah representasi mukjizat Tuhan. Namun, di abad ke-21, Tuhan telah mewariskan akal dan sains. 

Jika seorang Presiden hari ini tidak memiliki tongkat ajaib, ia justru wajib menggenggam “tongkat sains” yakni peta bencana, data curah hujan akurat, citra satelit deforestasi, dan hasil kajian dampak lingkungan.

Indonesia bukan negeri yang buta. Kita tahu persis bahwa pembukaan lahan sawit secara masif memperparah siklus banjir. 

Kita tahu bahwa memotong anggaran mitigasi bencana adalah sebuah perjudian nyawa yang tak termaafkan. 

Bencana alam datang bukan karena Presiden kurang sakti, melainkan karena “tongkat sains” yang seharusnya menjadi panduan kebijakan, sering kali terkunci rapat di dalam laci birokrasi, dikalahkan oleh kepentingan ekonomi sesaat.

Presiden memang bukan seorang Nabi, yang ditugaskan membelah laut atau menurunkan hujan. Mandatnya jauh lebih praktis dan mendasar: memastikan hutan tidak dibabat habis dan memastikan anggaran penyelamatan jiwa tidak dipangkas. 

Mengabaikan kebenaran berbasis data dan sains sama fatalnya dengan meniru Fir’aun atau Qarun yang binasa karena menolak kebenaran nyata di depan mata.

Editorial ini ditulis bukan dari rasa marah, melainkan dari kekecewaan yang mendalam, Kebenaran hari ini bernama Data. 

Ketika di lapangan, warga justru harus lebih sigap dan terorganisir membantu sesama warga tanpa menunggu komando negara, maka jangan pernah heran, apalagi bertanya, jika kelak negara ini tak lagi dipandang dan dihiraukan oleh rakyatnya sendiri. 

Tongkat sains adalah harga mati bagi kredibilitas negara.

Penulis : Dicky S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel gaperta.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Plt Ketua Askab PSSI Labuhanbatu Resmi Buka Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona 2 Sumut
Kasus Perselingkuhan Dr. KSN Jadi Perhatian Publik, Manajemen RSUD Ade M. Djoen Sintang Pilih Tempuh Jalur Kepegawaian
Rp1,7 Triliun di Bawah Tanah Pontianak: Proyek Raksasa Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran!!!
Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir: Drama Percintaan Pemprov Dengan Kejati Kalbar, Jangan Sampai Uang Rakyat Ikut “Parkir”
Klarifikasi PT Mitra Aneka Sarana Omon-Omon Doang: Status Mitra Pertamina Bukan Alasan untuk Menutup Ruang Transparansi!!!
500 Warga Padati Nuba Adat Sungai Silat, Tradisi Leluhur Seberuang Ensilat Jadi Perekat Keberagama
Bangga dari Dusun Jelemuk, Stevany Reynata Dipercaya Jadi Paskibra HUT RI ke-81
Pontianak Diguncang Peredaran Barang Ilegal, Aktivitas Gudang Aritonang dan Kinerja Aparat dan Pengawasan Dipertanyakan?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Plt Ketua Askab PSSI Labuhanbatu Resmi Buka Piala Soeratin U-13 dan U-15 Zona 2 Sumut

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:52 WIB

Kasus Perselingkuhan Dr. KSN Jadi Perhatian Publik, Manajemen RSUD Ade M. Djoen Sintang Pilih Tempuh Jalur Kepegawaian

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Rp1,7 Triliun di Bawah Tanah Pontianak: Proyek Raksasa Jangan Sampai Hanya Besar di Anggaran!!!

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Hibah Rp19,1 Miliar untuk Gedung Parkir: Drama Percintaan Pemprov Dengan Kejati Kalbar, Jangan Sampai Uang Rakyat Ikut “Parkir”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Klarifikasi PT Mitra Aneka Sarana Omon-Omon Doang: Status Mitra Pertamina Bukan Alasan untuk Menutup Ruang Transparansi!!!

Berita Terbaru