LABUHANBATU SELATAN | Gaperta.com — Sebuah jembatan mungkin hanya tampak sebagai penghubung dua sisi jalan. Namun bagi masyarakat Dusun Sei Daun, Desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, keberadaannya memiliki arti jauh lebih besar: menjadi bagian dari akses kehidupan sehari-hari, termasuk perjalanan anak-anak menuju sekolah.
Harapan itu kini semakin nyata setelah Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Sei Daun selesai direvitalisasi dan diresmikan, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peresmian tersebut menjadi penanda bahwa jembatan kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya para pelajar yang setiap hari membutuhkan akses menuju SD Negeri 14 Sei Daun, SMP Negeri 2 Sei Meranti dan SMA Negeri 3 Torgamba.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dihadiri Camat Torgamba Boy Gusman Aidil Salam, S.E., Kapolsek Torgamba AKP S. Gurusinga, S.H., perwakilan Manajemen Kebun Sei Daun melalui Mandor Teknik Yudi, Kepala Desa Sei Meranti Rahmat Ibrahim, Kepala Dusun Sei Daun Yanti Harahap, tokoh masyarakat Junaedi, serta personel Polsek Torgamba.
Dalam rangkaian kegiatan, Kapolsek Torgamba menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut mendukung revitalisasi jembatan tersebut. Kehadiran sarana penghubung itu diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memberikan rasa lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang melintas.
Camat Torgamba juga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya revitalisasi. Kehadiran unsur pemerintahan kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, manajemen perkebunan serta masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjawab kebutuhan infrastruktur masyarakat di wilayah pedesaan.
Hal senada disampaikan perwakilan Manajemen Kebun Sei Daun serta tokoh masyarakat setempat. Bagi warga, selesainya revitalisasi jembatan merupakan sesuatu yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan sehari-hari.
Di kawasan yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit itu, jalan dan jembatan bukan sekadar bangunan fisik. Keduanya menjadi jalur yang menghubungkan rumah warga dengan sekolah, tempat bekerja serta berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Karena itu, manfaat Jembatan Merah Putih Presisi paling mudah terlihat dari aktivitas para pelajar. Anak-anak yang menempuh pendidikan di tiga sekolah sekitar kawasan tersebut kini memiliki sarana penghubung yang dapat digunakan untuk menunjang perjalanan mereka.
Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR., melalui laporan kegiatan jajarannya, menyampaikan bahwa jembatan yang telah direvitalisasi tersebut sudah dapat dilalui masyarakat.
Lebih dari sekadar peresmian sebuah sarana fisik, keberadaan jembatan itu membawa pesan tentang pentingnya kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Infrastruktur sederhana yang dibangun dan dirawat dengan baik dapat memberi dampak nyata bagi kehidupan warga—terlebih ketika menyangkut akses pendidikan generasi muda.
Kini, beton yang menghubungkan kedua sisi jalan di Dusun Sei Daun itu telah berdiri dan dapat dilalui. Di atasnya bukan hanya kendaraan dan warga yang akan melintas, tetapi juga langkah anak-anak menuju sekolah serta harapan masyarakat untuk memperoleh akses yang lebih baik.
(Albert Hutagaol)


















