Labuhanbatu, – Kepada aparat penegak hukum polres Labuhanbatu segera cek dan ricek di SPBU 14 227 350 telah terjadi praktik penimbunan BBM solar, Sabtu (24/01/2026).
Awak media menerima informasi melalui aplikasi whatsapp, informasi diterima berupa video.
Informasi diterima bahwa salah satu pelaku penimbunan BBM solar mengatakan, kami sudah melengkapi surat dari Migas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada penegak hukum polres Labuhanbatu segera ditindak tegas kepada SPBU 14 227 350 telah melakukan pembiaran/kerjasama penimbunan BBM solar kepada Mafia BBM.
Masyarakat setempat di negeri lama sudah meras resah, bukan hanya BBM solar ditimbun ikut juga subsidi BBM pertalite, kenapa saya kesal bang, disaat jam 10.00wib ke atas minyak pertalite sudah tidak ada di SPBU 14 227 350, apakah Mafia BBM ini sudah ada setoran kepada aparat penegak hukum, kenapa saya katakan seperti itu, karena saya lihat mereka sangat leluasa melakukan praktik penimbunan BBM, ujar informan dengan nada kesal.
Pimpinan media menyampaikan, untuk kapolres Labuhanbatu yang ditugaskan di Labuhanbatu, apakah sanggup melakukan tindakan tegas ke SPBU 14 227 350 atau ikut pembiaran…??
Dikarenakan undang-undang Pidana penimbunan BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas), terutama Pasal 55, yang bisa menjerat pelaku dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar, terutama jika BBM tersebut bersubsidi dan disalahgunakan, atau jika dilakukan tanpa izin usaha penyimpanan (IUP) atau pengangkutan (IUP) yang dapat dipidana lebih rendah, seperti 3-4 tahun penjara dan denda puluhan miliar.
Dasar Hukum dan Sanksi:
Penyalahgunaan BBM Bersubsidi (Pasal 55 UU Migas):
Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dipidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.
Ini mencakup praktik penimbunan yang bertujuan mengalihkan BBM subsidi ke pihak tidak berhak atau untuk tujuan komersial ilegal.
Penyimpanan Ilegal (Tanpa IUP):
Memiliki IUP paling lama 3 tahun penjara dan denda hingga Rp30 miliar.
Pengangkutan Ilegal (Tanpa IUP):
Memiliki IUP paling lama 4 tahun penjara dan denda hingga Rp40 miliar.
Pemalsuan BBM (Pasal 54 UU Migas):
Meniru atau memalsukan BBM dapat dipidana penjara hingga 6 tahun dan denda Rp60 miliar.
Informan menambahkan, bahwa mandor SPBU 14 227 350 inisial (RM) diduga ikut serta dalam praktik penimbunan BBM, pungkasnya.
Penulis : Togu Hutagaol
Editor : Redaksi















