SIBORONGBORONG | Gaperta.com — Setiap proses pembelajaran akan sampai pada satu titik perpisahan. Namun bagi para taruna yang telah menjalani masa magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Siborongborong, berakhirnya masa praktik bukan berarti perjalanan selesai. Justru dari sinilah pengalaman lapangan menjadi bekal awal untuk memahami tanggung jawab besar dalam dunia pemasyarakatan.
Lapas Kelas IIB Siborongborong menggelar kegiatan perpisahan bersama para taruna magang setelah menyelesaikan rangkaian praktik dan pembelajaran di lingkungan lapas.
Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh keakraban. Jajaran petugas Lapas bersama para taruna tampak berkumpul dan berbagi kesan selama proses magang berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama menjalani praktik, para taruna tidak hanya melihat pemasyarakatan dari sisi teori. Mereka berkesempatan bersentuhan langsung dengan dinamika kerja di lapangan, mulai dari kedisiplinan petugas, administrasi, pelayanan, pengamanan hingga proses pembinaan terhadap warga binaan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter calon insan pemasyarakatan. Sebab pekerjaan di lingkungan lapas tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga integritas, ketegasan, tanggung jawab, serta kemampuan memperlakukan warga binaan secara manusiawi sesuai ketentuan yang berlaku.
Di balik tembok lembaga pemasyarakatan terdapat tanggung jawab yang tidak ringan. Petugas bukan semata menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan agar warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat dengan kehidupan yang lebih baik.
Karena itulah masa magang menjadi ruang belajar yang berbeda dari ruang kelas. Para taruna dapat melihat langsung bahwa setiap keputusan petugas membawa konsekuensi, baik terhadap keamanan lembaga maupun keberhasilan proses pembinaan.
Perpisahan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Lapas Siborongborong untuk menitipkan pesan kepada para taruna agar pengalaman selama berada di lapas tidak berhenti sebagai kewajiban akademik semata.
Nilai kedisiplinan, profesionalitas, integritas, serta rasa tanggung jawab yang diperoleh selama praktik diharapkan terus dibawa ketika para taruna nantinya memasuki dunia tugas yang sesungguhnya.
Kebersamaan antara petugas dan taruna yang terbangun selama masa magang juga menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dari interaksi sehari-hari tersebut, para taruna memperoleh gambaran bahwa profesionalisme dalam pemasyarakatan dibangun melalui kerja tim, komunikasi, serta kepatuhan terhadap prosedur.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan jajaran Lapas Kelas IIB Siborongborong bersama para taruna berdiri bersama sebagai penanda berakhirnya masa praktik. Meski sederhana, momentum tersebut menyimpan pesan bahwa setiap generasi pemasyarakatan lahir melalui proses belajar dan pengalaman yang panjang.
Bagi para taruna, meninggalkan Lapas Siborongborong berarti membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman magang. Ada pembelajaran tentang tanggung jawab, pelayanan dan integritas yang kelak akan diuji ketika mereka benar-benar berada di tengah pelaksanaan tugas.
Sementara bagi Lapas Siborongborong, menerima taruna magang merupakan bagian dari kontribusi dalam mempersiapkan generasi penerus pemasyarakatan yang profesional, responsif dan berintegritas.
Perpisahan akhirnya bukan menjadi tanda berhenti. Ia menjadi batas antara masa belajar dan perjalanan berikutnya—sebuah langkah awal bagi para taruna untuk tumbuh menjadi kader pemasyarakatan yang siap mengabdi kepada negara dan masyarakat.
(Albert Hutagaol)
Untuk judul, Sobatku, saya juga suka dua


















