Medan
Aktivis Muhammadiyah Sumatera Utara, Muhammad Rafli, mengimbau kepada seluruh mahasiswa, aktivis, serta aliansi mahasiswa di Sumatera Utara agar tidak mudah terpancing oleh oknum-oknum tertentu yang sengaja membangun opini menyesatkan dan berpotensi memecah belah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa upaya menggiring opini seolah-olah terdapat keterkaitan antara teror intelektual, isu pembakaran mobil Pajero Sport milik seorang advokat, serta penyudutan terhadap seorang tokoh anggota DPRD Deli Serdang, merupakan narasi yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak marwah seseorang.
Lebih lanjut, Rafli juga menyoroti adanya upaya mengaitkan isu tersebut dengan masjid dan sarana prasarana tempat ibadah umat Islam yang berada di kawasan Kompleks Veteran. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya karena dapat mengganggu keharmonisan dan kondusivitas umat beragama, khususnya di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketenangan dan persatuan umat. Jangan sampai perbedaan kepentingan dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat, apalagi dengan membawa-bawa simbol dan tempat ibadah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini masyarakat akan segera menyambut Bulan Suci Ramadhan, sehingga seluruh elemen diharapkan mampu menahan diri, menjaga suasana damai, serta mengedepankan nilai-nilai kebijaksanaan dan persaudaraan.
“Ramadhan sudah di depan mata. Mari kita jaga situasi tetap aman, damai, dan kondusif demi persatuan dan kerukunan bersama,” pungkas Muhammad Rafli.
Penulis : Nezza















