MEDAN,
Hukum seakan tak bertaji di bawah bayang-bayang peredaran gelap narkotika yang kian menggila di wilayah Medan Denai. Bukan lagi rahasia umum, kawasan Jalan Jermal 15 kini bertransformasi menjadi titik nadi peredaran sabu dan obat-obatan terlarang yang merusak generasi bangsa secara terang-terangan di depan mata masyarakat.
Laporan lapangan mengungkap sosok Rizki, yang diduga kuat berperan sebagai tangan kanan atau operator lapangan di wilayah tersebut. Namun, jejak peredaran ini tidak berhenti di situ. Nama Guntur Saputra alias GS disebut-sebut sebagai pemain besar sekaligus otak di balik sirkulasi barang haram yang membanjiri kawasan tersebut. Keberadaan mereka yang seolah “tak tersentuh” menciptakan mosi tidak percaya di tengah masyarakat terhadap keamanan wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi ini menjadi tamparan keras bagi penegakan hukum di Sumatera Utara. Publik kini mempertanyakan sejauh mana komitmen pemberantasan narkoba jika aktor-aktor yang identitasnya sudah menjadi rahasia umum masih bebas menjalankan bisnis kotornya.
Redaksi mendesak dengan sangat dan meminta atensi penuh kepada Polsek Medan Area, Polrestabes Medan, dan secara khusus kepada Polda Sumatera Utara dan BNN Provinsi Sumatra Utara.
Jangan biarkan hukum kalah oleh bandar! Kami meminta pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan tindakan nyata, menangkap GS dan jaringannya, serta membersihkan jalan Jermal 15 dari peredaran narkoba sebelum kemarahan publik memuncak akibat pembiaran yang berlarut-larut.
Bertindaklah sekarang atau biarkan kehancuran generasi menjadi rapor merah instansi yang terkait!
Penulis : Dicky (Pim-Red)
Sumber Berita: Tim Investigasi Gaperta
















