Aceh Tenggara,
Duka mendalam akibat Banjir Bandang Aceh Tenggara tidak menyurutkan semangat. Dalam momen kelam ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara bersama jajaran TNI dan POLRI hadir sebagai garda terdepan, menegaskan komitmen kuat untuk tidak meninggalkan satu pun warganya.
Bantuan cepat dan perencanaan pemulihan jangka panjang telah menjadi bukti nyata sinergi tulus dalam meringankan beban masyarakat, khususnya di Kecamatan Ketambe, Desa Penanggalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam upaya percepatan pemulihan korban bencana, TNI dan POLRI telah menyatakan komitmen penuh untuk bahu-membahu mendampingi masyarakat yang sedang berduka.
Sebagai langkah tanggap darurat, Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, secara langsung menyerahkan bantuan uang tunai. Bantuan tersebut senilai Rp 2.000.000 per orang dan telah disalurkan kepada keluarga/ahli waris dari total 11 korban meninggal akibat musibah banjir bandang.
Masyarakat yang terdampak di Desa Penanggalan menyampaikan rasa syukur dan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan tunai ini, sebagai penyambung hidup sementara selama masa pemulihan.
Lebih dari sekadar bantuan darurat, Bupati H.M. Salim Fakhry juga memaparkan rencana pembenahan pascabanjir yang fokus pada pemulihan jangka panjang:
– Penyediaan Hunian Sementara (Huntara) sebagai solusi cepat.
– Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi seluruh korban yang terdampak bencana.
Bupati meminta seluruh masyarakat untuk bersabar menanti proses pembangunan hunian ini berjalan lancar.
Informasi ini menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, bersama dukungan penuh dari TNI dan POLRI, telah bergerak cepat dan terstruktur, mulai dari penanganan darurat hingga merancang pemulihan permanen.
Bupati H.M. Salim Fakhry mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap semangat dan saling bahu-membahu dalam membangun kembali tanah rencong ini. Aceh Tenggara akan bangkit lebih kuat, Bersama!
Penulis : Suherni Ladawani Chaniago
Editor : Teresya Sihombing
















