JAKARTA,
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melontarkan peringatan keras yang mengguncang kesadaran publik: bahaya terbesar bagi kedaulatan bangsa bukan datang dari cakrawala asing, melainkan dari “musuh dalam selimut” yang beroperasi di tengah-tengah kita.
Pernyataan ini menjadi alarm serius bagi seluruh elemen masyarakat, menegaskan bahwa kelompok-kelompok yang tidak menghendaki Indonesia bangkit sebagai negara kuat dan mandiri tengah bekerja keras dari balik layar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin secara gamblang menjelaskan bahwa ancaman kedaulatan saat ini bersifat multidimensi.
Upaya pelemahan persatuan dan penghancuran kepercayaan diri nasional, menurutnya, adalah taktik utama kelompok ini.
“Kebangkitan Indonesia harus dibentengi oleh kewaspadaan terhadap segala bentuk infiltrasi, baik ideologi, ekonomi, maupun politik,” tegas Sjafrie, menyentuh isu-isu sensitif yang berpotensi memecah belah.
Ia menyoroti bahwa narasi negatif yang sistematis, provokasi tanpa henti, dan upaya adu domba merupakan bagian integral dari strategi penghambat kemajuan bangsa.
Oleh karena itu, Menhan Sjafrie mengimbau masyarakat untuk bersikap kritis, cerdas digital, dan tidak mudah terperangkap oleh informasi yang bertujuan merusak kohesi sosial dan nasional.
Dalam visi pertahanan negara, Sjafrie menekankan bahwa ketahanan nasional tidak bisa disederhanakan hanya pada kekuatan militer semata.
Ia berpendapat bahwa persatuan rakyat yang solid, stabilitas politik yang terjaga, dan kemandirian ekonomi adalah fondasi tak tergoyahkan.
“Indonesia memiliki potensi raksasa untuk menjadi negara maju. Kuncinya hanya satu: menjaga soliditas internal kita,” pungkasnya.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menutup pernyataannya dengan seruan yang menggema: ini adalah momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk merapatkan barisan, memupuk saling percaya, dan berdiri tegak mendukung setiap agenda pembangunan nasional.
Kebangkitan yang hakiki, yang akan menutup rapat celah bagi para pemecah belah, hanya akan terwujud ketika sinergi antara rakyat dan pemerintah menjadi sebuah keniscayaan.
Sumber: Sindonews
Penulis : Dicky
Editor : Requeza
Sumber Berita: Sindonews
















