PADANG LAWAS UTARA | GAPERTA.COM – Keteladanan aparatur negara bukan hanya diukur dari kemampuan menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga dari kedisiplinan dalam menaati aturan yang berlaku. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Kapolres Padang Lawas Utara, AKBP Dhery Fajariandono, S.I.K., M.H., saat memimpin Apel Gabungan Zona I di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Padang Lawas Utara itu menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah, sekaligus menanamkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
Apel tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara, Dr. Patuan Rahmad Syukur P. Hasibuan, S.STP., M.M., Kasat Lantas Polres Padang Lawas Utara IPTU Kusno Siagian, S.H., para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pejabat struktural eselon II dan III, personel Satuan Lalu Lintas, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara.
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
ASN Harus Menjadi Contoh, Bukan Sekadar Memberikan Imbauan
Dalam amanatnya, AKBP Dhery Fajariandono mengingatkan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menunjukkan perilaku disiplin, baik ketika menjalankan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan salah satu bentuk nyata keteladanan aparatur pemerintah di tengah masyarakat.
“ASN harus mampu menjadi figur dan teladan di tengah-tengah masyarakat, termasuk dalam hal kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas,” ujar AKBP Dhery Fajariandono.
Kapolres menekankan pentingnya penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor, kelengkapan surat-surat kendaraan, serta pemasangan kaca spion sesuai ketentuan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan raya tidak cukup hanya disampaikan melalui imbauan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan dan kebiasaan sehari-hari.
Ketika aparatur negara mampu menunjukkan kepatuhan terhadap aturan, masyarakat diharapkan semakin terdorong untuk membangun kesadaran serupa.
Kapolres Tegaskan Anggota Polri Juga Wajib Taat Aturan
Hal penting lainnya yang menjadi perhatian dalam amanat Kapolres adalah konsistensi penegakan disiplin di lingkungan kepolisian sendiri.
AKBP Dhery Fajariandono menegaskan bahwa anggota Polri tidak memiliki keistimewaan untuk mengabaikan ketentuan berlalu lintas.
Ia menyampaikan bahwa personel kepolisian yang melakukan pelanggaran, termasuk tidak menggunakan helm saat berkendara, telah dikenai tindakan sesuai ketentuan, baik ketika mengenakan seragam dinas maupun berpakaian sipil.
Penegasan tersebut memperlihatkan pentingnya membangun budaya disiplin dari lingkungan internal institusi sebelum mengajak masyarakat menerapkan aturan yang sama.
Sebab, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum juga dipengaruhi oleh sejauh mana aparat mampu memberikan contoh melalui perilakunya sendiri.
Aturan lalu lintas pada prinsipnya berlaku bagi setiap pengguna jalan, tanpa membedakan jabatan, profesi, ataupun kedudukan seseorang.
Sinergi Kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk Kemajuan Paluta
Selain menyoroti keselamatan berlalu lintas, Kapolres turut mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Padang Lawas Utara.
Memasuki usia 18 tahun, Kabupaten Padang Lawas Utara dinilai membutuhkan kontribusi dan kerja sama seluruh elemen agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
Lingkungan yang aman, pelayanan publik yang baik, serta aparatur yang disiplin merupakan unsur pendukung bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, semangat kebersamaan yang dibangun melalui apel gabungan diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan sehari-hari.
“Alah Bisa karena Biasa”, Disiplin Harus Menjadi Budaya
Menutup amanatnya, AKBP Dhery Fajariandono mengangkat filosofi “Alah bisa karena biasa”, sebuah ungkapan yang menegaskan bahwa kebiasaan yang dilakukan secara konsisten akan membentuk kemampuan dan karakter seseorang.
Filosofi tersebut dikaitkan dengan pentingnya membangun kesadaran tertib berlalu lintas melalui pembiasaan.
Menggunakan helm, memastikan kendaraan memenuhi persyaratan, melengkapi dokumen, serta menghormati hak sesama pengguna jalan harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Disiplin yang tumbuh dari kesadaran pribadi diharapkan mampu menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan dibandingkan kepatuhan yang hanya muncul karena takut terhadap pemeriksaan petugas.
Keselamatan berlalu lintas bukan semata persoalan menghindari sanksi, melainkan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan keselamatan orang lain.
Apel Gabungan Zona I tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polres Padang Lawas Utara kembali menekankan pentingnya keteladanan aparatur negara, sinergi lintas instansi, serta pembentukan budaya disiplin sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang semakin sadar hukum.
(As)


















