MEDAN BELAWAN | Gaperta.com – Keselamatan berlalu lintas bukan sekadar persoalan mematuhi rambu-rambu jalan. Lebih dari itu, keselamatan merupakan cerminan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian seseorang terhadap nyawa dirinya sendiri maupun orang lain.
Semangat inilah yang terus ditanamkan Polres Pelabuhan Belawan kepada generasi muda melalui program Police Goes to School, sebagai bagian dari rangkaian Operasi Patuh Toba 2026.
Kali ini, jajaran kepolisian hadir di lingkungan Yayasan Santo Paulus Martubung, Jalan Pancing I Nomor 97, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Senin (2/11/2026).
ADVERTISEMENT
.SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB tersebut dikemas melalui upacara bendera, dengan Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para pelajar.
Kehadiran polisi di lingkungan sekolah bukan semata menjalankan agenda sosialisasi, melainkan menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara aparat penegak hukum dengan dunia pendidikan.
Membentuk Karakter Sebelum Terlambat
Di hadapan para pelajar, jajaran kepolisian menyampaikan sejumlah pesan penting mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan karakter sejak usia sekolah.
Para siswa diajak memahami bahwa kedisiplinan tidak hanya berlaku ketika mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan keluarga, pergaulan, serta perilaku sehari-hari.
Kepatuhan terhadap aturan sekolah, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta kemampuan memilih lingkungan pergaulan yang sehat menjadi bagian dari pesan pembinaan tersebut.
Polisi juga mengingatkan para pelajar agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika, kenakalan remaja, maupun aktivitas negatif yang dapat merusak masa depan.
Pesan tersebut menjadi penting mengingat masa remaja merupakan periode pembentukan kepribadian, ketika pengaruh lingkungan dan pergaulan dapat memengaruhi pilihan serta perilaku seseorang.
Tertib Berlalu Lintas Harus Menjadi Budaya, Bukan Karena Takut Ditilang
Selain pembinaan karakter, edukasi keselamatan berlalu lintas menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.
Para pelajar diberikan pemahaman mengenai pentingnya mematuhi peraturan jalan raya, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.
Kesadaran berlalu lintas perlu dibangun bukan semata karena adanya petugas atau ancaman sanksi, tetapi karena setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan bersama.
Bagi pelajar yang belum memenuhi persyaratan usia dan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM), kepatuhan terhadap ketentuan berkendara juga menjadi bagian penting dari pendidikan hukum sejak dini.
Dengan demikian, budaya tertib berlalu lintas diharapkan tumbuh dari kesadaran pribadi, bukan sekadar kepatuhan sesaat ketika berlangsungnya operasi kepolisian.
Kapolres Pelabuhan Belawan: Generasi Muda Harus Disiplin dan Taat Hukum
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Aditya S.P. Sembiring, S.I.K., melalui Kasat Lantas AKP Andi K. Barus, S.H., M.H., menegaskan bahwa program Police Goes to School merupakan wujud kepedulian kepolisian terhadap keselamatan sekaligus masa depan generasi penerus bangsa.
“Kami ingin para pelajar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berprestasi, taat hukum, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan berlalu lintas. Jadikan tertib berlalu lintas sebagai budaya, jauhi narkoba dan kenakalan remaja, serta teruslah belajar untuk meraih cita-cita menuju Indonesia Emas,” ujarnya sebagaimana disampaikan dalam keterangan kegiatan.
Pesan tersebut sekaligus mempertegas bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya diukur melalui prestasi akademik.
Generasi muda juga harus memiliki karakter yang kuat, menghormati aturan, serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.
Sekolah, Orang Tua, dan Polisi Harus Berjalan Bersama
Membangun budaya keselamatan dan kedisiplinan tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata.
Sekolah memiliki peran dalam membentuk kebiasaan positif, sementara keluarga menjadi lingkungan pertama yang memberikan keteladanan kepada anak.
Sinergi antara kepolisian, tenaga pendidik, dan orang tua diperlukan agar pesan keselamatan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan edukatif, Polres Pelabuhan Belawan berharap dapat meningkatkan kesadaran hukum pelajar sekaligus mendukung upaya pencegahan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi muda.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Menyelamatkan Masa Depan Dimulai dari Kesadaran Hari Ini
Program Police Goes to School memberikan pesan bahwa membangun keselamatan berlalu lintas harus dimulai jauh sebelum seseorang menjadi pengendara.
Pendidikan tentang disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap hukum merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk masyarakat yang lebih tertib.
Karena itu, kehadiran polisi di sekolah diharapkan tidak hanya meninggalkan dokumentasi kegiatan, tetapi juga menumbuhkan pemahaman yang dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, satu keputusan untuk menaati aturan lalu lintas dapat menyelamatkan nyawa. Sementara satu kebiasaan disiplin yang ditanamkan sejak bangku sekolah dapat menjadi fondasi penting bagi masa depan seorang anak bangsa.
Melalui kegiatan ini, Polres Pelabuhan Belawan kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pendidikan karakter, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta mendorong terwujudnya generasi muda yang disiplin, berprestasi, dan sadar hukum.
Bambang Hermanto | Gaperta.com


















