Usai Diancam Gengster, Perdana Menteri Haiti Akhirnya Mengundurkan Diri

Rabu, 13 Maret 2024 – 11:04 WIB

Haiti – Perdana Menteri Haiti Ariel Henry telah mengajukan pengunduran dirinya.

Baca Juga :

Negaranya Tengah Kacau Dikuasai Gangster, PM Haiti Malah ‘Kabur’ ke Negara Lain

Pemimpin berusia 74 tahun itu mengumumkan dia akan mengundurkan diri pada awal pekan ini, setelah pertemuan darurat negara-negara regional. Haiti dilanda kekerasan yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir ketika geng-geng bersenjata mengambil kendali dan menyerukan agar Henry mundur.

Henry mengatakan dia akan mundur setelah dewan presidensial transisi dibentuk dan perdana menteri sementara ditunjuk. Henry memegang posisi tersebut, tanpa pemilihan atau dipilih, sejak pembunuhan presiden sebelumnya, Jovenel Moise pada tahun 2021.

Baca Juga :

Meski Didesak dan Negaranya Tengah Kacau, Perdana Menteri Haiti ‘Ogah’ Turun Jabatan

Setelah pertemuan di Jamaika, di mana negara-negara Karibia menyerukan transisi cepat, Henry berbicara melalui pidato video. “Pemerintahan yang saya pimpin akan segera mengundurkan diri setelah pelantikan dewan (transisi),” kata Henry. “Saya meminta seluruh warga Haiti untuk tetap tenang dan melakukan segala yang mereka bisa agar perdamaian dan stabilitas dapat kembali secepat mungkin,” lanjutnya, melansir Al Jazeera, Rabu, 13 Maret 2024.

Baca Juga :

PM Peru Mengundurkan Diri Buntut Skandal Wanita Simpanan

PM Ariel Henry saat ini tengah ‘terdampar’ di wilayah AS di Puerto Rico, setelah perjalanannya ke Kenya pekan lalu untuk melobi agar polisi yang didukung PBB dikerahkan di negaranya. Mantan pemimpin Haiti tersebut hingga kini belum bisa kembali, setelah dicegah oleh ancaman dari geng-geng Haiti untuk kembali ke rumah.

Seorang pejabat senior AS mengatakan dia bebas untuk tetap di sana atau melakukan perjalanan ke tempat lain, meskipun keamanan di Haiti perlu ditingkatkan agar dia merasa nyaman untuk kembali ke negaranya.

PBB selama berbulan-bulan tidak berhasil meminta suatu negara untuk secara sukarela memimpin operasi tersebut. Misi internasional dan PBB di Haiti dipandang skeptis menyusul kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di masa lalu dan wabah kolera yang ditelusuri kembali ke barak PBB di negara yang sebelumnya telah memberantas penyakit tersebut.

Haiti mengalami peningkatan kekerasan ketika polisi memerangi geng-geng bersenjata yang menyerukan pemecatan Perdana Menteri Henry.

Perdana Menteri Haiti, Ariel Henry

Perdana Menteri Haiti, Ariel Henry

Geng-geng kriminal berpengaruh telah lama menguasai sebagian besar ibu kota, Port-au-Prince. Pemimpin gangster terkuat di Haiti, Jimmy Cherizier, mantan petugas polisi yang memiliki nama samaran sebagai “Barbekyu,” minggu ini memberikan ultimatum kepada Perdana Menteri Haiti Ariel Henry untuk mundur dari jabatannya.

Tanpa segan ia langsung memberi ancaman keras. “(Ariel Henry) harus mengundurkan diri atau negara ini akan langsung menuju genosida,” ujarnya blak-blakan.  “Jika komunitas internasional terus mendukungnya, mereka akan membawa kita ke perang saudara,” kata Cherizier. “Kami akan berjuang sampai Ariel Henry mengundurkan diri.”

Halaman Selanjutnya

PBB selama berbulan-bulan tidak berhasil meminta suatu negara untuk secara sukarela memimpin operasi tersebut. Misi internasional dan PBB di Haiti dipandang skeptis menyusul kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak di masa lalu dan wabah kolera yang ditelusuri kembali ke barak PBB di negara yang sebelumnya telah memberantas penyakit tersebut.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *