TikTok Shop Dilarang, Mendag Imbau Pedagang Live Pindah ke E-commerce

Berita42 Dilihat

Rabu, 27 September 2023 – 20:10 WIB

Jakarta – Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan atau karib disapa Zulhas, mengimbau para pedagang yang kerap berjualan secara live di media sosial seperti TikTok Shop agar berpindah ke e-commerce. Imbauan itu usai Kementerian Perdagangan melarang social commerce untuk berjualan dan bertransaksi, sebagaimana termaktub di dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) terbaru.

Baca Juga :

Resmi Dilarang, Zulhas Minta TikTok Shop Ditutup Dalam Waktu Seminggu

Beleid tersebut adalah Permendag Nomor 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik yang diundangkan pada 26 September 2023.

“Silakan ke e-commerce. Tinggal pindah aja. Jadi online ada, e-commerce ada,” kata Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 27 September 2023.

Baca Juga :

Pasha Ungu, Desy Ratnasari, Zulhas dan Dua Putrinya Berbagi Cerita Menarik Saat Naik Kereta Cepat

Dengan zaman digital yang makin canggih, Zulhas pun meyakini bahwa para pedagang yang sebelumnya kerap berjualan live di TikTok Shop itu tentunya sudah mahir untuk berpindah platform, sehingga tidak perlu dibantu oleh pemerintah.

Baca Juga :

Diajak Zulhas Naik Kereta Cepat, Desy Ratnasari: Lembut, Kaya Berasa di Luar Negeri

“Enggak usah dibantu, udah jago-jago, pintar semua kok,” ujar Zulhas.

Selain larangan berjualan dan bertransaksi bagi social commerce, Permendag No. 31/ 2023 itu juga mengatur agar social commerce yang ingin berjualan harus memiliki aplikasi e-commerce terpisah. Sebab social commerce hanya diperbolehkan untuk ajang promosi saja.

Beleid tersebut juga menetapkan harga minimum sebesar US$100 per unit barang asal luar negeri, yang langsung dijual oleh pedagang ke Indonesia melalui platform e-commerce lintas negara (cross border). Sedangkan pedagang dalam negeri yang menjual barang impor, tidak dikenakan batasan tersebut.

Baca Juga  PKS Buka Pintu Lebar Jika Gatot Nurmantyo Gabung Tim Pemenangan Anies-Cak Imin

“Hanya untuk luar negeri saja, yang impor. (Pedagang dalam negeri) bebas berapa saja boleh,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Beleid tersebut juga menetapkan harga minimum sebesar US$100 per unit barang asal luar negeri, yang langsung dijual oleh pedagang ke Indonesia melalui platform e-commerce lintas negara (cross border). Sedangkan pedagang dalam negeri yang menjual barang impor, tidak dikenakan batasan tersebut.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *