Temui Marcos Jr, Jokowi Bahas Konflik LCS hingga Kerja Sama Bidang Pertahanan

Kamis, 11 Januari 2024 – 14:46 WIB

Manila – Pemimpin Filipina dan Indonesia membahas sengketa wilayah di Laut Cina Selatan (LCS) dan masalah regional lainnya pada Rabu, 10 Januari 2024, di Manila. Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengatakan dia melakukan diskusi yang bermanfaat mengenai peristiwa-peristiwa regional, yang menjadi kepentingan bersama seperti perkembangan di Laut Cina Selatan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga :

Mahfud Md Blak-blakan Sebut Banyak BUMN Kolaps Justru yang Mengurusi Infrastruktur

Marcos mengatakan kedua pihak juga membahas kerja sama dan inisiatif regional di bawah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

“Filipina dan Indonesia menegaskan desakan kami terhadap universalitas Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS), yang menetapkan kerangka hukum yang mengatur semua aktivitas di lautan,” kata Marcos, dikutip dari The Sundaily, Kamis, 11 Januari 2024.

Baca Juga :

Hilirisasi Produk Rumput Laut, Jokowi Beberkan RI Punya Potensi yang Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup KTT ASEAN ke-43

Sehubungan dengan kunjungan resmi Jokowi ke Manila, kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama energi dan juga sepakat untuk memperkuat hubungan di bidang pertahanan, keamanan dan perdagangan.

Baca Juga :

Mahfud MD: Banyak Korupsi di BUMN

“Sebagai tetangga dekat dan sesama negara kepulauan, Filipina dan Indonesia sepakat untuk melanjutkan kerja sama di bidang politik dan keamanan,” ucap Marcos.

Presiden Jokowi menyambut baik penguatan kerja sama di bidang keamanan perbatasan, namun mengatakan masih ada masalah yang perlu diselesaikan.

Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Filipina Marcos Jr

Presiden Jokowi menerima kunjungan kenegaraan Presiden Filipina Marcos Jr

Photo :

  • Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Menurut laporan Anadolu Ajansi, hal tersebut termasuk perlunya mempercepat Revisi Perjanjian Lintas Batas dan Perjanjian Patroli Perbatasan tahun 1975 serta pembahasan penyelesaian batas benua.

Selain itu, Jokowi juga meminta dukungan Marcos terhadap pembelian pesawat perang anti-kapal selam Filipina.

Halaman Selanjutnya

Source : Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *