Situasi Mencekam, Presiden Ekuador Perintahkan Operasi Militer Lawan Kartel Narkoba

Rabu, 10 Januari 2024 – 13:39 WIB

Ekuador – Presiden Ekuador Daniel Noboa memerintahkan operasi militer, pada Selasa, 9 Januari 2024, terhadap kelompok kriminal yang kuat di negara itu setelah orang-orang bersenjata menyerbu sebuah studio televisi dan para gangster mengancam akan mengeksekusi pasukan keamanan dan warga sipil.

Baca Juga :

Saipul Jamil Tegaskan Tak Pernah Pakai Narkoba: Kagak Doyan!

Noboa menyatakan negaranya berada dalam kondisi konflik bersenjata internal, hanya beberapa jam setelah para gangster mendeklarasikan perang.

Daniel Noboa, Presiden Termuda Sepanjang Sejarah Ekuador

Baca Juga :

Ini Sosok Anggota Polisi yang Tangkap Saipul Jamil: Diberhentikan dan Diperiksa Propam

Kengerian di Ekuador meningkat karena dipicu oleh kaburnya salah satu bos kriminal paling berkuasa di Ekuador dari penjara. Ekuador sudah lama menjadi surga damai yang diapit oleh eksportir kokain terkemuka Kolombia dan Peru.

Ekuador juga telah menyaksikan kekerasan meledak dalam beberapa tahun terakhir, ketika geng-geng musuh yang memiliki hubungan dengan kartel Meksiko dan Kolombia bersaing untuk mendapatkan kendali.

Baca Juga :

Punya Firasat, Saipul Jamil Lihat Perilaku Aneh Asistennya Sebelum Ditangkap Polisi

“Saya telah memerintahkan angkatan bersenjata untuk melakukan operasi militer untuk menetralisir kelompok-kelompok ini,” tulis Noboa di media sosial , dikutup dari The New Arab, Rabu, 10 Januari 2024.

Komentarnya muncul tak lama setelah para penyerang yang membawa senapan dan granat menyerbu studio televisi TC di kota pelabuhan Guayaquil. Para penyusup memaksa kru yang ketakutan merunduk, dan seseorang terdengar berteriak kesakitan saat lampu studio padam, tetapi siaran langsung tetap berlanjut.

“Tolong, mereka datang untuk membunuh kami. Tuhan jangan biarkan ini terjadi. Para penjahat sedang mengudara,” kata seorang karyawan TC.

Setelah sekitar 30 menit kekacauan, petugas terlihat memasuki studio sementara seseorang kemudian berteriak bahwa mereka memiliki rekan yang terluka.

Sebelumnya, pada hari Selasa, para gangster menculik petugas polisi dan meledakkan bahan peledak di beberapa kota sebagai respons terhadap keadaan darurat selama 60 hari dan jam malam yang diumumkan oleh Noboa.

Sekelompok orang membawa senjata dan menyerbu sebuah studio televisi di Ekuador

Sekelompok orang membawa senjata dan menyerbu sebuah studio televisi di Ekuador

Sebagai informasi, Noboa terpilih sebagai presiden pada bulan Oktober, dengan janji memerangi kejahatan dan kekerasan terkait narkoba, yang merajalela di negara Amerika Selatan tersebut. 

Dia juga berjanji untuk membawa perlawanan terhadap kartel narkoba setelah pemimpin sebuah kartel, Jose Adolfo Macias, yang dikenal sebagai “Fito,” melarikan diri dari penjara pada hari sebelumnya.

Halaman Selanjutnya

“Tolong, mereka datang untuk membunuh kami. Tuhan jangan biarkan ini terjadi. Para penjahat sedang mengudara,” kata seorang karyawan TC.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *